
"Berikan sebuah persetujuan untuk memberikan persediaan makanan kepada para korban."
"Kudengar kalian memiliki persediaan makanan di gudang kerajaan, jadi saya ingin anda memberikan persediaan itu untuk para penduduk."
"Hanya itu saja?"
"Hanya itu, aku hanya ingin mengatakan hal itu."
Raja mulai merenung terdiam, ia merenungkan pilihannya.
"Tidak, aku tidak bisa memberikan persediaan makanan bagi para penduduk."
Jawaban itu sontak membuat Narumu terkejut.
"Mengapa!? jelaskan secara mendetail mengapa anda tidak ingin memberikan persediaan makanan!?"
Jawaban itu juga membuat Narumu emosi, ia hampir saja ingin berlari ke arah raja, namun dihentikan oleh Blue.
"Alasannya adalah karena para penduduk sudah dapat membuat makanan sendiri, jadi aku biarkan saja mereka."
"Bodoh! saat ini persediaan makanan hancur tertimpa puing puing, mereka tidak dapat memasak apapun karena tidak memiliki bahan! dengan santainya, anda berbicara seperti itu!"
"Jangan Membentak Yang Mulia!!"
Penasihat Raja mulai ikut campur ke dalam pembicaraan Narumu.
Narumu menggertakan giginya, ia terlihat sangat kesal.
"Kalau begitu, berikan saja mereka sedikit makanan, apa anda tidak kasihan dengan mereka? apa anda tidak kasihan dengan penduduk anda sendiri?"
"..."
Raja hanya terdiam, tak berkata apapun, Narumu pun tambah kesal dengan tingkahnya.
"Aku akan memberikan sebuah alasannya, saya hanya akan membantu para penduduk yang memiliki kekayaan, namun tidak untuk para rakyat miskin."
__ADS_1
Jawaban itu sontak membuat Narumu marah, bahkan ia sampai terlihat sangat marah.
"Sialan!!"
Dengan suara keras, Narumu membentak raja dan membuat para kesatria bergerak menodongkan pedang mereka ke arah Narumu.
"Berani nya kau bicara seperti itu!!"
"Jangan membentak yang mulia!!"
"Diamlah, sialan!"
Narumu semakin emosi, ia membentak raja dan penasihatnya. disaat Narumu hendak maju, Blue menghentikannya.
Ia menggenggam tangannya.
"Sudahlah, ayo kita keluar."
"Baiklah."
"Kalau begitu, aku akan menjadi musuh kalian, persiapkan saja diri kalian."
Narumu dan Blue pun keluar menjauhi ruangan itu, Narumu terlihat sangat kesal bahkan ia sampai menggenggam tangan Blue hingga sangat erat.
Setelah keluar dari kastil, Narumu berhenti untuk mengambil pakaian yang masih dapat dipakai.
"Blue."
"Iya?"
"Apa kamu ingin pergi bersamaku?"
"Eh? apa maksudmu?"
"Kita akan pergi dari kerajaan aneh ini, lalu berpetualang bersama, apa kamu mau?"
__ADS_1
Blue merenung mencari jawaban tepat.
"Maaf."
"Eh?"
"Maaf, aku tidak dapat ikut denganmu."
Narumu terkejut mendengar jawaban Blue.
"Mengapa?"
"Aku mempunyai alasan khusus, alasan itu tidak dapat kuberitahu kepadamu. jadi maafkan aku!"
Blue berlari menjauh, ia menangis ketika berlari menjauhi Narumu.
Narumu hanya terdiam membeku melihat Blue lari dari nya, ia hanya melihat Blue yang berlari.
"Begitu ya."
Narumu mengambil pakaian yang ia sudah kumpulkan, lalu mengikatnya dengan tali. kemudian, pergi dari kerajaan ini.
Narumu belum mengetahui tentang dunia ini, ia tidak mengetahui siapa saja yang hidup di dunia ini.
Narumu berjalan melewati jalan biasa yang di kelilingi pepohonan serta rumput hijau, angin berhembus meniupnya, rambut serta pakaiannya terbang tertiup angin.
Pada malam hari nya, Narumu kelelahan. ia memilih untuk beristirahat di hutan, ia bergerak masuk ke dalam hutan untuk mencari makanan dan bahan bahan.
Pertama Narumu mengumpulkan ranting ranting pohon dan mengambil ikan dari sungai, karena tidak memiliki sesuatu yang dapat menghasilkan api, Narumu menggesek batu agar dapat membuat api.
Namun, itu tidaklah mudah. Sudah 3 kali gesekan tidak menghasilkan apa apa, Narumu pun menyerah. Ikan yang ia tangkap di kembalikan ke sungai sementara kayu nya ia membuat sebuah senjata.
Narumu menajamkan ujung ranting agar dapat dijadikan senjata.
"Huh... mengapa dunia ini tidak sesuai dengan harapanku?"
__ADS_1