
Di dataran kerajaan Elikira, sebuah dataran luas yang hanya dipenuhi oleh rumput serta bunga.
dataran itu disebut sebagai taman dewa yang dimiliki oleh kerajaan Elikira.
Terlihat seorang anak kecil muda berpakaian bangsawan yang sedang melihat indahnya bunga.
Lalu, di saat ia sedang melihat bunga, terlihat seorang anak perempuan yang terjatuh di sebelahnya.
"Aduh, sakitnya."
Anak lelaki mulai menghampirinya, ia menanyakan keadaan nya.
"Kamu tak apa?"
Ia melihat ada sebuah luka di lututnya.
"Kamu terluka, tunggu sebentar."
Anak lelaki itu mencium luka sang anak perempuan, ia pernah mendengar kalau menjilat atau mencium sebuah luka maka akan dapat menyembuhkan atau meredakan sebuah luka.
Itu pun, ia mendengarnya lewat sebuah cerita fiksi yang berjudul "Kisah Seorang Harimau dengan Anaknya"
Disaat Anak lelaki menjilat luka, anak perempuan merasakan rasa perih dan geli. ia merasakan rasa perih ketika lukanya terkena air, ia juga merasakan rasa geli ketika lukanya di cium.
Lalu, anak lelaki mengambil satu kelopak bunga untuk menutupi luka sang anak perempuan. sebelum ditempel, ia meneteskan air yang ia temukan di kelopak bunga.
Setelah meneteskan satu tetesan air yang tersisa di sebuah bunga, ia menempelkan kelopak bunga itu ke luka sang anak perempuan.
Anak perempuan merasakan rasa perih yang luar biasa karena lukanya dipencet oleh anak lelaki.
"Selesai."
__ADS_1
Anak perempuan melihat lututnya, lukanya sudah di tutupi oleh sebuah kelopak bunga yang anak lelaki petik.
"Aku sudah menutup luka mu, jadi sekarang hanya tinggal menunggu dewa kesembuhan yang akan menyembuhkan luka mu. ikuti aku."
Anak lelaki itu mengulurkan tangannya untuk membantu anak perempuan berdiri.
"Ikuti aku, kita akan memanggil dewa kesembuhan untuk menyembuhkan luka mu."
Anak lelaki melakukan sebuah gerakan, ia mengangkat kedua tangannya ke atas dan membuka kedua telapak tangannya. anak perempuan pun mengikuti gerakan anak lelaki.
"Lalu, berteriaklah! Dewa Kesembuhan! Tolong sembuhkan luka ku!"
"Dewa Kesembuhan! Tolong Sembuhkan Luka Ku!"
Mereka berdua berteriak keras di tengah kencangnya angin.
"Setelah memanggil dewa kesembuhan, kamu harus menunggu sampai esok hari, maka luka mu akan sembuh."
"Wah terimakasih, siapa namamu? nama ku adalah Alecia."
Setelah pertemuan itu, keluarga mereka berdua semakin dekat. keluarga mereka pun menyetujui untuk menjadikan mereka berdua sebagai tunangan.
Beberapa tahun kemudian di mansion keluarga Shin.
Di sebuah kamar, Shin masih tertidur lelap walau hari sudah pagi. kamarnya sangat tertutup, jadi sinar matahari hanya dapat masuk ke dalam sela sela kamar.
Lalu, masuk seorang pelayan yang masuk ke dalam kamar nya. pelayan itu membuka jendela kamar Shin, sinar matahari pun mulai masuk ke dalam kamarnya dan menyorot wajahnya.
Perlahan, Shin pun bangun.
"Selamat pagi, Tuan Muda."
__ADS_1
"Saatnya anda pergi ke sekolah."
"Ah, Baik."
Pelayan itu membawa pakaian seragam milik Shin, lalu ia membantu memakai kan seragam Shin.
Setelah selesai, Shin turun ke ruang makan untuk makan bersama keluarganya.
Ia makan bersama dengan keluarganya di meja makan.
"Shin!"
Dari arah luar, terdengar suara seseorang yang memanggil nama Shin. mendengar suara itu, para keluarganya pun menjahilinya.
"Hei Shin, tunangan mu menunggu mu." kata kakaknya.
"Apa sih!?"
"Hahaha."
Keluarganya langsung menertawai tingkah laku Shin.
Setelah makan, Shin langsung keluar menemui Alecia. ia terpesona melihat kecantikan Alecia memakai seragam sekolah, walau setiap hari ia melihatnya.
"Kamu terlihat imut."
Wajah Alecia pun memerah.
"Kamu juga tampan."
Mereka berdua malah saling tersipu di depan halaman.
__ADS_1
Shin dan Alecia pun pergi ke sekolah besar yang berada di kerajaan Elikira, mereka berjalan melewati tengah kota.
Lalu, Alecia melihat ke arah kiri, ia melihat ada seorang lelaki yang memiliki raut wajah tajam dan aneh. lalu, di belakangnya terdapat seorang perempuan berpakaian pelayan.