Jadi Aku Dipanggil Ke Dunia Lain, Untuk Apa?

Jadi Aku Dipanggil Ke Dunia Lain, Untuk Apa?
If First Bab 10


__ADS_3

Narumu memukul permukaan tanah karena kesal dengan para kesatria yang mengabaikan keselamatan para penduduk.


Namun, ia juga tidak dapat berbuat apa apa.


"Oh iya."


Narumu mengingat tujuannya, ia kembali berlari mencari Blue.


"Blue!"


Terdengar sebuah suara minta tolong dari arah tumpukan puing puing, Narumu menghampiri tumpukan itu dan mengangkat puing puing yang menumpuk.


Ternyata, di dalam nya terdapat Blue yang sedang terluka. kepalanya berdarah dan tubuhnya penuh luka, Narumu mengangkat seluruh puing puing yang ada dan mengangkat tubuh Blue ke permukaan.


"Blue!"


Blue membuka matanya, Narumu tersenyum lega.


"Syukurlah, kamu masih selamat."


Narumu menghela nafas lega.


"Dimana ini?"


"Kerajaan Euphmion."


Blue hendak berdiri, namun dihentikan oleh Narumu.


"Oi, jangan berdiri dulu, kamu masih lemas."


Narumu membantu Blue untuk duduk bersandar di bangunan yang tersisa.

__ADS_1


Narumu melihat darah di kepala Blue yang menetes ke bawah, Ia merobek sebagian jaketnya dan melilit robekan jaket itu ke sekeliling kepala Blue, ia berniat membuat sebuah perban.


"Pakailah ini untuk meredakan darah yang keluar."


"Terimakasih."


Seketika, badan Narumu menggigil, angin yang berhembus kencang meniup badan Narumu dan ia menggigil kedinginan karena jaketnya sudah rusak akibat serangan Raimy.


Blue menoleh ke arah Narumu yang sedang menggigil, ia membuka jubahnya dan memberikannya kepada Narumu.


"Ini, pakailah."


"Eh? ah terimakasih."


Narumu menerima jubah itu, dan memakainya. badannya kembali hangat, walaupun ia masih merasakan dingin.


Lalu, terdengar lagi suara dari arah tumpukan puing. Narumu menghampiri asal suara itu dan mengangkat semua puing puing.


Tangannya berdarah akibat lalai, ia terkena serpihan kaca yang tajam. namun, bukannya disembuhkan, Narumu malah menunggu melihat luka nya.


Ia menunggu serta melihat secara seksama.


"Ah sepertinya kekuatan ku tidak dapat menyembuhkan luka kecil."


Ia kembali mengangkat puing puing, setelah mengangkat seluruh puing, Narumu mengangkat penduduk yang terjebak.


Blue yang melihat kebaikan Narumu tersenyum, kedua pipi nya memerah ketika melihatnya.


Narumu membantu penduduk itu untuk duduk bersandar, lalu mencari penduduk yang masih terjebak.


"Ah tunggu!"

__ADS_1


Narumu mendengar lagi suara seseorang, ia mengangkat puing puing itu sampai semuanya terangkat, lalu membantu penduduk yang terjebak.


Secara tiba-tiba, Narumu di pukul hingga jatuh, penduduk yang ada di dekapan Narumu ikut jatuh.


"Si..sialan, apa maksudmu!?"


Ternyata yang memukul Narumu adalah para kesatria kerajaan, mereka berdiri tepat di hadapan Narumu.


"Apa yang kalian lakukan!? mengapa kalian memukul ku!?"


"Tugas membantu penduduk adalah tugas kami, bukanlah tugas penduduk biasa. jadi, serahkan saja tugas ini kepada kami."


Mereka langsung membalik badan dan berjalan, Namun Narumu menghentikan mereka.


"Tunggu!"


Narumu mulai termakan emosi kembali.


Ia berdiri dan menarik kerah salah satu kesatria lagi, kali ini ia sangat kesal.


"Apa maksudmu, sialan!? jika aku tidak boleh membantu para penduduk, mengapa kalian sedari tadi tidak datang menolong!!?"


Secara cepat, kesatria itu memukul perut Narumu hingga Narumu berlutut.


"Itu bukan urusanmu."


Mereka membalik badan menjauhi Narumu, sekali lagi Narumu kesal, ia mengambil batu besar dan melemparkannya ke arah puing.


"Sialan!"


Narumu kembali ke Blue, ia duduk di sebelahnya dengan keadaan kesal.

__ADS_1


Blue melihat ke arahnya, tangannya bergerak ingin memeluk Narumu, namun ia menghentikan tangannya sendiri dan memilih mendiamkan Narumu.


__ADS_2