Jadi Aku Dipanggil Ke Dunia Lain, Untuk Apa?

Jadi Aku Dipanggil Ke Dunia Lain, Untuk Apa?
Pillar 3rd Bab 6


__ADS_3

Pada malam itu juga, terjadi sebuah penyerangan yang membuat pesta ultah sang raja hancur. terdapat serangan sihir yang meluncur di atas langit dan menghantam bangunan kerajaan Elikira.


Beberapa bangunan menjadi terbakar akibat sihir itu, dan membuat para warga menjadi panik.


Rain yang sedang berada di luar melihat kejadian itu di depan matanya, namun ia malah tidak menolong para penduduk. ia malah berjalan santai kembali ke kamar Narumu.


Bahkan Narumu sekalipun, ia melihat sihir itu dengan matanya, namun ia sama sekali tidak pergi dari tempat tidurnya malah melanjutkan menjahit jaketnya.


Serangan sihir kedua mulai diluncurkan dan menghantam kastil kerajaan Elikira, para bangsawan di dalamnya mulai panik. lalu, raja menyuruh para pasukan militernya untuk mengamankan para penduduk.


Rain kembali ke kamar Narumu, ia membawakan kue yang di buat khusus untuk merayakan ultah raja.


"Tuan, saya kembali membawa kue."


"Ah terimakasih, kebetulan aku sedang lapar."


Narumu mengambil kue yang dibeli oleh Rain.


"Enak."


"Tuan, mengapa anda tidak menolong mereka?"

__ADS_1


"Aku ingin melihat seberapa cepat para militer di kerajaan ini dalam menangani penyerangan."


"Dan aku tidak ingin memakai kekuatan ku lagi, aku sudah muak untuk merasakan rasa sakit lagi. aku sudah tidak ingin merasakan rasa sakit lagi."


Para bangsawan mulai keluar dari kastil, beserta Shin dan Alecia. Namun, Shin bersikeras untuk membantu para kesatria. ia sangat ingin menolong para penduduk yang sedang kesulitan.


Ayahnya mulai menentangnya karena takut kehilangan Shin, namun Shin masih saja bersikeras. lalu, muncul kepala sekolah dari sekolah Shin yang memperbolehkan Shin dan Alecia untuk ikut bergabung bersama para kesatria.


Karena itu adalah tujuan dari sekolah itu, ayahnya tidak dapat berkata lagi dan memperbolehkan mereka berdua untuk ikut bertarung.


"Bagaimana, Tuan?"


"Sedikit lagi."


Jaket Narumu selesai di perbaiki, setengah dari jaketnya ia tambal dengan pakaian yang ia pakai.


Pada saat itulah, serangan sihir mengenai penginapannya dan membakar semua penghuninya.


Rain berhasil selamat dari tempat itu, terkecuali Narumu. bukannya panik, Rain malah duduk santai di depan tempat itu seperti sedang menunggu sesuatu.


Dari arah kobaran api, muncul seseorang yang membawa pakaian dan jaket yang masih ada jarumnya. orang itu adalah Narumu yang baru saja menyembuhkan dirinya.

__ADS_1


"Bagaimana, Tuan?"


"Tidak enak, mati dengan rasa terbakar seperti daging bakar, rasanya sangatlah aneh. tubuhku seketika gosong menjadi hitam."


Karena pakaian nya hancur terbakar, akhirnya Narumu memakai kembali jaket olahraganya yang baru saja ia tambal.


"Ah rasa nostalgia ini, sudah lama aku tidak memakai pakaian ini."


Narumu pun kembali duduk di tepi bersama dengan Rain, ia melihat kalau penyerangan sihir semakin banyak bahkan ada salah satu sihir yang mengarah ke arahnya. Namun, berhasil Rain tangkis.


"Terimakasih, Rain."


"Tenang saja Tuan, itu sudah menjadi tugas saya."


Ketika para kesatria sedang menolong para penduduk, muncul 3 orang dari atas Dinding kerajaan Elikira, mereka terlihat mengerikan.


Pada saat mereka muncul, Rain sontak terkejut karena ia merasakan aura membunuh yang sangat luar biasa bahkan aura nya sama dengan diri nya yaitu aura ras iblis.


Salah satu orang dari atas dinding turun dan membelah dinding dengan tangannya, dinding pelindung kerajaan pun hancur dan para gerombolan iblis mulai masuk ke dalam menghancurkan para manusia.


Para kesatria pun panik menghadapi para iblis, karena kekuatan mereka yang sangat besar.

__ADS_1


Rain pun ketakutan, ia pun mencoba menyembunyikan aura nya sendiri agar tidak diketahui oleh ras nya sendiri.


__ADS_2