Jadi Aku Dipanggil Ke Dunia Lain, Untuk Apa?

Jadi Aku Dipanggil Ke Dunia Lain, Untuk Apa?
Pillar 2nd Bab 7


__ADS_3

Setelah melihat kesatria musuh masuk ke dalam kota, Narumu berspekulasi bahwa para musuh sudah menembus pertahanan para kesatria.


Namun, karena Narumu tidak mengetahui nama dari kedua belah pihak. jadi, Narumu sulit untuk membedakan kesatria dari kedua belah pihak.


Bisa saja ia menyerang pihak yang benar, namun belum tentu juga salah satu pihaknya benar.


Narumu bingung dengan semua itu, ia bingung bagaimana caranya membedakan para kesatria.


Untuk menghindari kesalahan, Narumu melihat kesatria musuh yang sudah tewas. ia mengamati armornya, terdapat beberapa perbedaan. setelah mengingat perbedaan armor, Narumu pun mencari kesatria dari pihak kota.


Narumu berlari di tengah jalan bersama para penduduk, lalu ia melihat ada beberapa kesatria yang sedang bertarung di hadapannya. salah satu dari kesatria mati dan yang menjadi musuhnya menghampiri Narumu.


Kesatria itu mengayunkan pedangnya ke arah Narumu, ia pun menghindar dan menendang perut kesatria itu. sang kesatria terpukul mundur, walaupun perutnya tidak terkena tendangan karena terlindungi oleh armor.


Disaat itulah, Narumu pergi dari hadapannya untuk melihat kesatria yang mati.

__ADS_1


Ia melihatnya secara seksama dan ia menemukan perbedaan antara kesatria sebelumnya dan yang sekarang ia lihat, Narumu pun mengingat ingat perbedaan agar tak salah melawan.


Dari arah belakang, ada kesatria musuh yang hendak menusuk Narumu. untung saja, Narumu berhasil menghindar.


Lalu, ia melihat ke atas langit. ia melihat Rain yang sedang menangkis semua serangan sihir, dengan mudahnya ia menangkis semua sihir, seperti sedang menggerakan tangan.


Melihat Rain yang sedang berusaha melindungi penduduk, Narumu pun tak mau kalah. ia melawan para kesatria musuh dengan pukulannya walaupun terdapat pedang bekas para kesatria yang mati di dekatnya.


Lalu, di dekat Narumu muncul sebuah lingkaran sihir besar yang berwarna hijau. lingkaran itu mengeluarkan sebuah angin kencang yang melesat ke arah para penyihir musuh.


Pada saat itu, Narumu tidak sempat melihat siapa yang mengeluarkan lingkaran itu karena ia dibuat sibuk oleh para kesatria musuh, namun orang yang mengeluarkan lingkaran itu melihat Narumu.


Ia melihat Narumu yang sedang berjuang melawan para musuh dengan tangannya, pandangannya membeku ketika melihatnya. namun Narumu sama sekali tidak melihatnya.


"Sial!"

__ADS_1


Kedua tangannya memerah, karena terus menerus memukul. karena tangannya sudah tidak dapat memukul lagi, Narumu mengambil pedang di sebelahnya.


Ia mencoba menyerang memakai pedang, ia mengayunkan pedang ke arah kanan dan kiri. namun ia sama sekali tidak mengenai sasaran, dan pada akhirnya ia memakai pedang dengan cara berlari.


Narumu berlari memegang pedang dengan keadaan lurus, lalu menusuk targetnya. itu adalah cara Narumu memakai pedang, walaupun itu sangat ditentang di berbagai kerajaan.


Lingkaran itu pun muncul lagi di dekat Narumu, pandangan Narumu pun teralihkan melihat keindahan lingkaran itu.


Disaat itulah, para kesatria menusuk tubuh Narumu. terdapat 9 pedang yang menancap di sekeliling perut Narumu, mulut Narumu mengeluarkan darah dan tewas tertusuk.


Perempuan yang mengeluarkan lingkaran itu melihat ke arah Narumu dan terkejut ketika melihat Narumu tewas tertusuk, lingkaran itu pun hancur ketika kefokusan penggunanya hilang.


Perempuan itu langsung menggunakan sihir angin untuk melawan para kesatria musuh, sihir yang digunakan adalah sihir angin yang dapat memotong tubuh seseorang.


Ia menggunakan sihir itu dan membunuh para kesatria yang membunuh Narumu, setelah itu pergi menghampirinya.

__ADS_1


Rain yang tengah menangkis seluruh serangan sihir terkejut ketika ada sihir yang mendekat ke arah Narumu, ia langsung pergi menghampiri Narumu tanpa membawa para penduduk ke tempat aman. alhasil, para penduduk yang diselamatkan Rain tewas akibat serangan para kesatria.


Perempuan itu hampir mendekati Narumu, namun dihentikan oleh Rain. ia terkejut ketika melihat Rain berdiri di hadapannya.


__ADS_2