
Setelah menusuk kedua matanya, mata Narumu kembali normal, ia sudah dapat melihat secara jelas.
Badannya menggigil kedinginan, pakaian nya rusak akibat serangan tadi. Narumu mengambil pakaian baru dari tas nya.
Karena desa itu sudah tidak dapat di tempati, Narumu pergi dari desa itu. ia pergi tanpa arah dan tujuan.
Setelah kejadian di kerajaan Euphmion, Narumu tidak mengetahui tentang dunia luar, ia bergerak secara tertutup. ia juga sudah tidak mengetahui kabar Blue.
"Sambil berjalan, aku akan menceritakan bagaimana aku bisa sampai ke desa itu."
"Awalnya, aku di serang oleh sekelompok serigala buas, para serigala itu muncul secara tiba tiba ketika aku sedang tidur di dalam hutan. mau tak mau, aku harus berlari meninggalkan tempat tidurku."
"Aku membawa ranting pohon yang sudah kupersiapkan, namun pada saat itu aku malah dicabik cabik oleh mereka."
"Dan pada akhirnya, aku sampai di desa itu. dan begitulah ceritanya."
Berjalan melewati pepohonan serta angin kencang.
Narumu berhenti sejenak di bawah pohon, ia duduk santai disana menikmati sejuknya angin.
__ADS_1
"Kapan aku dapat menguasai sihir? aku belum bisa menggunakan nya sama sekali."
"Dunia ini bukanlah dunia game, aku mulai mengakui itu. namun, setidaknya beri aku sebuah buku penjelasan mengenai lokasi lokasi di dunia ini."
"Bahkan aku tak hafal dengan jalan menuju kerajaan Euphmion, atau kembali ke desa. jika saja aku kembali sekarang, mungkin aku sudah tersesat."
Narumu bersandar di bawah pohon, ia menikmati sejuknya angin dan siulan burung.
"Betapa nikmatnya beristirahat di tempat ini."
"Oh iya, semenjak pergi dari kerajaan Euphmion, sifatku sedikit berubah. aku... sama sekali tidak peduli dengan orang orang di sekitarku. bahkan disaat para penduduk desa dibunuh, aku hanya memikirkan bagaimana caranya mengalahkan mereka."
"Apa mungkin sifatku berubah seiring berjalannya usia?, kini usia ku adalah 18 tahun, tahun lalu 17."
Perut Narumu berbunyi disaat ia beristirahat, Narumu mencari makan di hutan. Ia melihat ada sekawanan ikan di sungai, ia sangat ingin memakan ikan, namun karena tidak memiliki api untuk membakar ikan itu. jadi, Narumu memilih makanan lain.
Ia melihat ada sebuah buah yang terlihat menggiurkan di sebuah pohon, Narumu memanjat pohon itu dan mengambil buah itu.
"Aku penasaran dengan buah ini, apakah buah ini manis?"
__ADS_1
Seketika, ia terkejut dengan rasa buah itu.
"Wah, Enak."
"Rasa buah ini manis, seperti anggur."
"Mungkin aku harus mengambil beberapa untuk persediaan."
Narumu menaiki pohon itu kembali dan mengambil semua buah itu, ia kembali ke bawah pohon dan memakan buah itu sambil bersandar.
"Memang terbaik!"
Setelah menghabiskan buah, Narumu kembali berjalan.
Lalu, ia melihat sebuah benda yang ditutupi oleh dedaunan serta ranting ranting pohon. benda itu berbentuk besar, karena penasaran Narumu mendekati benda itu.
Narumu hendak memegang benda itu, namun secara tiba-tiba tangannya tersetrum.
"Apa ada sesuatu di dalam benda besar ini? namun setelah kulihat lagi, ini bukanlah benda biasa melainkan sebuah sangkar."
__ADS_1
Narumu mencoba kembali, kali ini ia memaksakan untuk masuk. ia mendorong terus segelnya dan akhirnya ia dapat masuk.
Narumu menyingkirkan daun serta ranting yang menutup sangkar itu, dan ternyata benar benda itu adalah sebuah sangkar tertutup.