Jadi Aku Dipanggil Ke Dunia Lain, Untuk Apa?

Jadi Aku Dipanggil Ke Dunia Lain, Untuk Apa?
Rute The Imperial Elries Part Terakhir


__ADS_3

Improche menghampiri Narumu, pada saat ia sampai di hadapan Narumu, pada pasukan pun mulai membentuk sebuah lingkaran besar.


Disaat Improche berjalan mendekati Narumu, perlahan para pasukan imperial mulai membentuk sebuah lingkaran besar untuk dijadikan sebuah arena bertarung.


Lingkaran besar sudah dibuat dan hanya menyisakan Narumu dan Improche.


Improche menarik pedang dari saku nya dan menodongkan ke arah Narumu.


"Apa kamu sudah siap?"


"Sepertinya."


"Berikan ia pedang."


Salah satu pasukan imperial memberikan pedang kepada Narumu, ia menerima pedang itu dan langsung menariknya.


Mata Narumu berkilat, pertama kalinya ia melihat dan memegang pedang asli.


"Baru kali ini aku melihat sebuah pedang asli, ternyata tajam juga."


"Apa kamu sudah siap?"


"Sudah!"


Narumu dan Improche saling bersiap, Improche bersiap menggunakan kuda kuda nya sedangkan Narumu hanya berdiri dengan stand biasa yaitu 2 kaki berdiri.


Salah satu imperial berdiri di pinggir tengah memberikan hitung mundur.


"Hitung Mundur, 3, 2, 1, Mulai!"


Hitung mundur sudah selesai di sebut, pertarungan pun dimulai.


"Majulah duluan, Narumu."


Improche memberikan kesempatan bagi Narumu untuk bergerak duluan, Dengan segala kekuatan Narumu bergerak maju tanpa banyak basa basi. ia berlari maju dengan teriakan keras.


"Sangat basi!"


Dengan cepat, Improche mengayunkan pedangnya dari bawah ke atas dan mengenai pedang yang Di pegang Narumu, pedangnya seketika lepas dari genggamannya.


Disaat Narumu hendak mengambil pedangnya yang jatuh, secara tiba-tiba Improche menebas kepalanya.


Para Imperial lain hanya terdiam melihat ini, mereka terdiam membeku melihat Improche dengan mudahnya menebas seseorang.


"Dasar bodoh! jangan pernah mengalihkan perhatian terhadap musuh, beginilah jadinya. berarti anda berbohong, tuan Raimy."


"Oi... aku belum selesai tau!"


Secara tiba-tiba, Narumu sudah berdiri tegak di belakang Improche, ia sudah memegang pedang di kedua tangannya. Melihat Narumu sudah berdiri tegak tanpa luka, membuat Improche takut dan menyerah.


"Aku menyerah."


Improche membuang pedangnya ke tanah dan mengangkat kedua tangan nya yang berarti tanda menyerah.


Setelah itu, para militer Kerajaan Elries mengadakan sebuah upacara pengangkatan imperial baru yaitu Narumu.


"Pada upacara ini, kami akan mengangkat seorang Imperial baru yang akan membantu kita dalam memenangkan peperangan!"


Improche membawa seragam imperial dan memberikannya kepada Narumu.


Narumu menerima seragam itu, lalu memakainya.


Setelah memakai seragam itu, suara terompet mulai di bunyikan, Narumu sontak terkejut.

__ADS_1


Improche mengambil sebuah pisau kecil dan diberikannya kepada Narumu.


"Tempel lah darah mu di kertas ini."


Narumu menyayat jari nya dan menempelkan darahnya ke kertas itu, setelah itu Improche mengangkat kertas yang berisi cap darah.


"Dengan bukti ini, Narumu sah menjadi imperial muda!"


Suara terompet semakin keras, lalu muncul sebuah percikan api yang memenuhi suasana.


Namun tak disangka kalau Narumu diangkat menggantikan tahta Improche sebagai Imperial Tertinggi, Improche memberikan langsung seragam serta seluruh pangkatnya kepada Narumu.


Semua imperial termasuk Raimy terkejut melihat Narumu diangkat sebagai Imperial Tertinggi bahkan Narumu pun ikut terkejut.


"Mengapa anda memberikan----"


"Sudahlah, ambil saja lagian aku sudah tua dan berumur, jadi aku memberikan tahta ku kepadamu, bayangkan saja aku ini adalah ayahmu yang memberikan tahtanya kepada mu."


Improche memeluk Narumu dan pergi dengan keadaan tanpa pangkat, sekarang Improche bukan lagi seorang imperial.


Setelah upacara itu, seluruh bangsawan di kerajaan Elries dan seluruh pasukan imperial membuat sebuah pesta untuk merayakan kemenangan serta merayakan pengangkatan pemimpin imperial baru.


"Sepertinya, ini adalah sebuah takdir yang sangat sempurna."


"Baru kali ini, aku memilih alur yang berbeda, namun sempurna."


Narumu menghela nafas.


"Melihat keadaan sekarang, aku malah tidak ingin kembali ke bumi."


"Narumu!"


Datang Raimy mendekati Narumu yang sedang memegang segelas air putih.


Narumu melihat seseorang di belakang Raimy, seorang perempuan yang memiliki warna rambut yang sama dengan Raimy, bulu mata yang lentik serta mata indah yang membuat pandangan Narumu membeku.


"Ah perkenalkan dia adalah adik ku."


"Salam kenal namaku adalah Katagiri, adik dari Raimy dan juga tunangan mu."


"Ah salam kenal, namaku adalah Narumu, aku adalah seorang pemimpin imperial baru."


"Bagaimana menurutmu?" tanya Raimy ke adiknya.


"Dia tampan dan juga keren, aku menyukainya....\" jawab Katagiri sambil tersipu malu.


"Nah Narumu, persiapkan diri mu untuk esok hari karena kamu akan menikah dengan Katagiri!"


"Eh?"


Di sebuah ruangan yang sunyi, terdapat seseorang yang sedang menggemas seluruh pakaiannya, yang tak lain dia adalah Improche.


Lalu, dari arah pintu terdapat seorang perempuan yang merupakan penasihat pemimpin imperial, dia adalah Ikin. dahulu, ia menjadi penasihat Improche sebelum ia pensiun dan sekarang ia menjadi pensihat Narumu karena jabatannya yang masih belum copot.


"Ah Ikin, ada apa?"


Improche melihat Ikin lewat kaca.


"Mengapa anda memberikan tahta anda kepada imperial pemula itu!?" bentak Ikin.


Dengan segera, Improche mengangkat barangnya dan langsung pergi meninggalkann Ikin.


Ikin mengejar Improche.

__ADS_1


"Tunggu sebentar pak, saya mohon kepada anda untuk menjawab pertanyaan saya!"


"Saya tidak akan memberikan jawabannya! jadi, enyahlah dari pandanganku!"


"Kumohon kepada bapak untuk menjawab pertanyaan saya!"


Improche berhenti berjalan, ia terdiam sebentar.


"Apa kamu ingin mengetahui jawabannya?"


"Ya."


"Saya tidak ingin lagi berurusan dengan monster itu."


"Maksud anda Narumu?"


"Bukan, tapi monster itu... sudahlah, saya tidak ingin membicarakan hal itu."


Improche meninggalkan Ikin dengan penuh tanda tanya.


Keesokan harinya, pernikahan antara Katagiri dan Narumu dilaksanakan, mereka berdua telah sah menjadi sepasang suami istri. seluruh bangsawan serta pasukan imperial termasuk Raimy ikut merayakan.


Beberapa tahun kemudian, Kehancuran dimana dimana, kekeringan serta pertumpahan darah terjadi dimana mana. seluruh kerajaan sudah hancur lebur karena dihancurkan oleh sebuah kerajaan yang bernama Elries.


Konon katanya, pemimpin militer pasukan Elries terkenal kejam dan dingin, bahkan ia tidak segan membunuh keluarga seseorang.


Pada saat kehancuran kerajaan Euphmion, para imperial Elries masuk ke dalam wilayah kerajaan untuk membunuh dan mengambil beberapa penduduk yang masih hidup.


Pemimpin militer Elries datang ke dalam kerajaan Elries untuk melihat penduduk yang masih hidup. yang tak lain dia adalah Narumu.


Pandangannya berbeda, matanya berkerut, dan juga pandangannya juga datar.


Ia melihat semua penduduk yang tersisa.


"Masukkan mereka semua."


"Baik."


"Tunggu!"


Tiba-tiba, seorang penduduk menghentikan para imperial.


"Apa kamu adalah Narumu?"


Narumu menoleh ke arah belakang melihat penduduk itu.


Namun, ia hanya terdiam melihat penduduk itu.


"Blue."


"Ah syukurlah kamu masih hidup, aku sangat mengkhawatirkanmu tahu!"


"Enyahlah dari pandanganku, Blue."


"Eh?"


"Bunuh Dia."


"Tunggu!"


Para imperial pun membunuh Blue di hadapan Narumu, walaupun begitu Narumu hanya terdiam tak berkata.


Pada saat itulah, kerajaan Elries menjadi kerajaan nomor satu yang paling kuat di sejagat raya dunia. serta pada saat itulah, Narumu diangkat sebagai raja di kerajaan Elries bersama dengan Katagiri istrinya dan putrinya yang bernama Elnes.

__ADS_1


__ADS_2