Jadi Aku Dipanggil Ke Dunia Lain, Untuk Apa?

Jadi Aku Dipanggil Ke Dunia Lain, Untuk Apa?
Pillar 2nd Bab 9


__ADS_3

Para kesatria musuh meninggalkan Narumu yang tergeletak tewas.


Narumu tewas disaat ia memeluk salah satu anak penduduk.


Peperangan ini pun berhenti, kemenangan pun diraih oleh pihak musuh. Kota itu sekarang menjadi bagian pasukan musuh, bendera yang berkibar diubah dengan bendera baru.


Narumu pun membuka matanya, ia melihat sebuah langit yang asing baginya. ia juga merasakan rasa empuk di kepalanya, seperti sebuah bantal.


"Dimana aku?"


"Ah, kau sudah bangun tuan."


Disaat ia sadar, wajah Rain sudah berada di hadapannya. sontak Narumu terkejut melihat wajah Rain sangat dekat dengan nya, lalu ia juga sadar bahwa rasa empuk itu berasal dari pangkuan Rain. Narumu tidur di pangkuan Rain.


Disaat hendak bangun, Rain menghentikannya dan menyuruhnya untuk tetap tidur dipangkuannya.


"Rain, kita berada dimana?"


"Di sebuah gua, aku membawa anda pergi dari kota itu. disaat itu anda dalam kondisi pingsan."


"Bagaimana dengan keadaan kotanya?"


"Kota itu sudah diambil oleh para pihak musuh."


"Oh begitu ya."

__ADS_1


Narumu menutup matanya dengan tangan kanannya, dan perlahan air mata mulai jatuh dari matanya.


"Aku gagal menyelamatkan para penduduk, aku telah gagal menjadi seorang pahlawan."


Rain pun mengelus kepala Narumu, ia mengelusnya secara perlahan.


Setelah kejadian itu, Narumu sedikit berubah. ia tidak lagi bersikap sombong dan naif, ia pun merubah sikapnya menjadi lebih dewasa. Narumu juga belajar cara menahan emosi agar ia selalu tidak termakan emosinya sendiri.


Narumu pun melanjutkan perjalanan tanpa tujuan kembali, sebenarnya alasan Narumu selalu berpetualang adalah untuk mencari sebuah tempat yang dapat membawanya diri nya menuju kedamaian.


Ia tidak ingin terus terlibat dalam perang ataupun ikut campur dalam urusan orang lain, Narumu mencari tempat yang nyaman, damai dan aman. dan juga ia mencari cara untuk kembali ke dunia nyata.


Kali ini, ia sudah mengetahui keadaan Blue walaupun ia belum sempat berbicara kepadanya. Keadaan Blue baik baik saja, Narumu pun ikut lega melihat Blue baik baik saja.


Namun, jika dilihat dari pakaian yang ia pakai. sepertinya Blue bergabung ke pasukan militer kerajaan, entah pasukan kerajaan mana yang ia masuki, yang terpenting Narumu sudah puas dapat melihatnya.


"Entahlah tuan, saya juga bingung ingin berbuat apa."


Narumu pun bingung ingin melakukan apa, setiap perjalanannya pasti selalu ada konflik. pada akhirnya, Narumu memutuskan untuk mencari kerajaan baru untuk ditempati.


Melewati hutan serta sungai, Narumu terus berjalan bersama Rain. terkadang ia berhenti untuk mengisi perut dan beristirahat.


Lalu, datang seorang pedagang yang berhenti di sebelah Narumu. ia menawarkan tumpangan kepada Narumu, Narumu pun menerima tawarannya dan pergi menaiki kereta.


"Permisi, apa disini ada kerajaan yang terdekat?"

__ADS_1


"Ada, kebetulan saya juga ingin ke kerajaan itu untuk mengantarkan barang yang saya bawa, nama kerajaan itu adalah Elikira."


Terlihat beberapa kotak yang berada di kereta ini.


"Isi nya apa?"


"Isi nya adalah besi, silahkan dilihat saja."


Narumu melihat isi di dalan kotak dan ternyata benar apa yang dikatakan pedagang itu, di dalamnya terdapat besi.


"Besi ini, ingin dibuat menjadi apa?"


"Ah, pelanggan yang membeli ini adalah seorang penempa. berkemungkinan, ia akan memakai besi itu untuk membuat sebuah pedang."


"Berapa harga satu kotak ini?"


"Harga nya adalah 100 koin emas."


"Mahalnya."


"Ya begitulah, sekarang sedang sulit untuk mencari besi karena aktivitas para monster, untung saja para petualang datang ke tempat penambangan untuk membunuh para monster."


"Oh begitu ya."


Akhirnya, Mereka telah sampai di kerajaan Elikira. disana pedagang itu menurunkan Narumu dan Rain di depan tempat penginapan, ia pun pergi meninggalkan mereka berdua.

__ADS_1


"Semoga saja tidak terulang konflik lagi."


__ADS_2