Jadi Aku Dipanggil Ke Dunia Lain, Untuk Apa?

Jadi Aku Dipanggil Ke Dunia Lain, Untuk Apa?
Pillar 3rd Bab 8


__ADS_3

Kedua Iblis rasi bintang kedua saling sibuk menghadapi, hanya tersisa satu iblis lagi yaitu Hauhen. ia masih tak tahu ingin berbuat apa, ia pun duduk di atas dinding sambil menunggu gilirannya.


Di tengah pelarian, Narumu di hadang oleh satu iblis. iblis itu langsung menghantam Narumu hingga tubuhnya hancur.


Beberapa saat, ia pun kembali hidup dan mencoba melawan. Narumu melawan iblis itu menggunakan pukulan, sayangnya pukulan tidak dapat menghempas iblis itu. ia pun sekali lagi di buat hancur.


Setelah bangkit kembali, Narumu mencari cara untuk melawan iblis itu. melihat para kesatria sedang dekat dengan diri nya, ia pun lari ke arah para kesatria berniat melepaskan diri dari iblis itu.


Narumu pun berlari ke arah para kesatria, ia berlari sekuat tenaga dan melihat ada satu pedang di tanah, ia pun mengambilnya.


Iblis itu pun mengabaikan Narumu dan melawan para kesatria, rencana Narumu berhasil.


Lalu, ia melihat kumpulan para murid sekolah Elikira yang tengah menghadapi para iblis. mereka semua memakai sihir untuk melawannya, dan ada beberapa yang memakai senjata jarak dekat.


Pada saat itulah, Narumu diserang kembali. kali ini ia diserang dengan dua iblis besar, ia pun berlari kembali. kali ini ia berencana untuk berlari ke arah para murid untuk melepaskan dirinya kembali.


Namun, ia melihat perempuan yang sebelumnya menatap dirinya. Ia pun mengurungkan niatnya dan berbalik untuk melawan.


Ia berlari sekuat tenaga dan menghindari semua serangan kedua iblis itu, kemudian membunuh mereka dengan cara naik ke atas mereka dan menusuk mata mereka.


Ketika ia hendak turun dari badan iblis yang tengah ingin jatuh, ia pun salah pendaratan dan menyebabkan tulang kaki kirinya bergeser.


"Sial, bisa bisanya kaki ku."

__ADS_1


Narumu ingat, ia pernah menusuk diri nya untuk menyembuhkan diri. karena sekarang ia tengah memegang sebuah pedang, ia pun mencoba memotong kaki nya sendiri.


"Semoga saja bisa!"


Pedang mulai menancap di kakinya, ia menahan rasa sakit itu. perlahan ia menusuknya hingga dalam, dan memotongnya.


Darah mulai keluar dari kakinya, betapa sakitnya merasakan kakinya terpotong.


Perlahan, kakinya mulai tumbuh seperti semula. ia pun dapat berjalan kembali, namun kaki baru nya tidak tertutupi dengan celana karena celana yang ia pakai sobek akibat ia potong.


Narumu pun mengambil celana para penduduk dan memakainya, lalu memakai sepatu yang berada di kaki nya yang terpotong.


Dari arah kanan, muncul para pasukan ber armor putih yang datang ke arah kerajaan Elikira. mereka berasal dari pasukan suci, atau biasa disebut dengan paladin saint.


Dari arah belakang, muncul pasukan iblis kedua yang dipimpin dengan ketiga iblis rasi bintang yang berbeda dengan rasi bintang kedua.


Mereka adalah Derro, Lucc, dan Krol. mereka berasal dari rasi bintang keempat.


"Yo Hauhen, bagaimana?" tanya Lucc


"Pasukan suci datang, mereka membawa paladin saint yang lumayan banyak."


"Sialan!" bentak Derro.

__ADS_1


Para pasukan suci mulai memasuki kawasan kerajaan Elikira, lalu dari arah yang lain muncul pasukan baru. muncul sebuah armada besar yang mulai mendekati kerajaan Elikira, yang tak lain mereka adalah pasukan kerajaan Elries.


Amuinus masih saja sibuk melawan Rain, walau tubuhnya sudah terkena banyak sayatan serangan Rain. bahkan Rain sekalipun, ia terlihat hampir terluka parah.


"Kau jago juga, Pengkhianat!"


"Kau juga, Amuinus!"


Mereka pun mulai menghantam satu sama lain, dan bertarung kembali.


Ketika para murid hendak diserang oleh para iblis besar, muncul Narumu yang langsung membunuhnya dan mendarat dengan sempurna.


Para murid pun terkejut melihat penolong mereka, ternyata hanya seorang pemuda biasa yang mungkin seumuran dengan mereka.


"Kalian tidak apa?"


Mata perempuan itupun terbuka melihat Narumu, apalagi disaat ia melihat lengan jaket Narumu yang biasa ia pakai.


"Ah Yasudahlah."


Narumu berjalan santai, angin meniup jubahnya serta jaketnya. ia seperti sedang berjalan di tengah kencangnya angin.


"Saatnya aku melawan mereka."

__ADS_1


__ADS_2