Jadi Aku Dipanggil Ke Dunia Lain, Untuk Apa?

Jadi Aku Dipanggil Ke Dunia Lain, Untuk Apa?
Pillar 3rd Bab 4


__ADS_3

Sesampainya di kamar, Narumu langsung menunjukkan hasil kerja kerasnya kepada Rain.


Rain senang ketika Narumu berhasil mendaoat uang.


"Aku lelah."


"Saya akan membantu anda."


Rain duduk di sebelah Narumu serta mengangkat kepalanya ke pangkuannya.


"Bagaimana?"


"Terasa enak dan nyaman."


Narumu tidur di pangkuan Rain, perlahan Narumu tidur setelah kepalanya dielus oleh Rain bahkan Rain pun ikut tertidur.


Sesampainya di depan rumah Shin, Alecia memberikan ucapan selamat tinggal. namun disaat ia hendak pulang, Shin menariknya serta menciumnya.


Alecia pun hanya bisa terdiam, wajah Shin memerah ketika selesai mencium bahkan Alecia pun ikut memerah.


"Sampai jumpa."


"Iya."


Mereka berdua pun berpisah, Alecia berjalan menuju ke rumahnya.

__ADS_1


Sesampainya di rumah, ia pun langsung berlari ke arah kamarnya serta ia tidur.


Keesokan paginya, Narumu bangun menatap wajah Rain yang sedang tertidur. ia pun mengelus pipinya karena wajahnya ketika tidur terlihat imut.


Rain pun terbangun, ia mendapati dirinya sedang di elus oleh Narumu. kedua pipinya pun memerah ketika pipi nya sedang di elus oleh Narumu.


"Bagaimana?"


"Sangat Enak, Tuan."


"Syukurlah."


Narumu bangun dari tidurnya, matahari sudah terbit bersinar. ia pun bersiap untuk bekerja kembali, suara pintu kamar Narumu terdengar suara ketukan. Narumu pun membuka pintu itu.


Terlihat seorang pemilik kamar yang membawakan dua piring berisi makanan, pemilik itu memberikan dua piring kepada Narumu dan berjalan kebawah.


Ternyata benar, mereka mendapatkan sarapan pagi gratis. sarapan pagi yang mereka dapatkan adalah sup kacang dengan daging, sarapan yang kelihatannya lumayan mahal jika di beli di sebuah kedai.


Mereka berdua memakan sarapan itu bersama sambil menatap pemandangan matahari.


"Baiklah, saatnya aku bekerja."


"Hati hati dijalan, Tuan."


"Tenang saja, aku akan hati hati."

__ADS_1


Sesampainya di tempat kerja, Narumu di bicarakan oleh para pekerja yang ikut bekerja bersamanya. berkemungkinan, pekerja yang sebelumnya mencoba mengambil uang Narumu menyebarkan sebuah berita bohong.


Namun, itu tidak membuatnya gentar dalam hal bekerja. ia terus bekerja walau di sekelilingnya banyak yang membencinya.


Pada saat itulah, Narumu di pukuli oleh seluruh teman kerjanya. mereka memukuli Narumu hingga terpojok.


Salah satu dari mereka pun membawa pisau untuk membuktikan, orang itu pun menusuk leher Narumu. seluruh orang yang memukuli mundur menjauh.


Darah keluar dari leher Narumu dan seketika Narumu tewas kehilangan banyak darah.


Semua orang pun menunggu, mereka melihat ke arah Narumu untuk menunggu kekuatan Narumu aktif.


Dan ternyata benar, Narumu kembali bangkit. lehernya pun kembali tertutup dan membuat orang di sekelilingnya menjadi takut


"Sialan!"


Pada akhirnya, Narumu pun termakan emosinya sendiri. ia memukul habis semua orang yang ada di situ serta mengambil semua uangnya, ia pun pergi dari tempat itu.


Wajahnya terlihat sangat kesal, itu karena mereka semua sama saja dengan sifat teman nya di sekolahnya.


Pada saat itu, Narumu memang dikenal sebagai murid aneh dan bodoh karena selalu melakukan hal bodoh di sekolahnya sampai sampai banyak murid yang tak ingin berteman dengan diri nya.


Lalu, ada beberapa murid yang berbohong kalau mereka ingin menjadi teman Narumu. namun itu semua hanyalah kebohongan, mereka menjadikan Narumu teman hanya untuk dijadikan bahan lelucon.


Berkat itu semua, Narumu menjadi hikikomori yang tak pernah keluar rumah.

__ADS_1


Sesampainya di kamar, ia pun langsung memeluk Rain yang tengah membersihkan jendela.


__ADS_2