Jadi Aku Dipanggil Ke Dunia Lain, Untuk Apa?

Jadi Aku Dipanggil Ke Dunia Lain, Untuk Apa?
If First Bab 9 "Dua Jalur Yang berbeda"


__ADS_3

"Apa kamu ingin bergabung dengan Pihak Militer Kerajaan Elries?"


"Eh?"


Secara tiba-tiba, Raimy menawarkan tawaran untuk bergabung kepada Narumu. sontak Narumu terkejut mendengar tawaran tersebut.


"Mengapa kamu menawarkan tawaran bergabung kepadaku?"


"Aku suka dengan tekadmu, tekad keberanian serta tekad pantang menyerah mu membuat diri ku tertarik padamu."


"Dan bukan hanya tekad, aku juga tertarik dengan kekuatan abadimu. kekuatan itu pasti bisa memajukan kerajaan Elries menjadi kerajaan nomor satu di dunia ini."


"Jadi, apa kamu ingin menerima tawaranku?"


Raimy menjelaskan panjang lebar mengenai ketertarikannya terhadap Narumu, dan disaat ini Narumu harus berpikir keras untuk memilih pilihan.


"Apa keuntungan jika aku menerima tawaranmu dan katakan apa kerugian ku jika aku menolak tawaranmu?"


Raimy tersenyum sedikit.


"Keuntungan jika kamu menerima tawaranmu adalah kamu akan di jadikan seorang imperial muda yang akan memimpin satu pasukan khusus untukmu serta bertunangan dengan adik ku."


"Kalau kamu menolak, maka seluruh kerajaan Elries akan memusuhi mu serta melanjutkan peperangan ini terhadap semua kerajaan. bagaimana?"


Kedua pilihan ini membuat Narumu bimbang, sepertinya ia dilema terhadap 2 pilihan ini.


Kedua pilihan nya memiliki keseimbangan yang hampir stabil, salah satu nya memiliki keuntungan yang pantas sedangkan salah satunya memiliki kerugian yang sama.


Narumu menghela nafas berat.


"Hmm?"


"Aku menolak!"

__ADS_1


Raimy yang tersenyum, mendadak menjadi terdiam dengan wajah datar. pandangannya sangat mengerikan dan tajam membuat nyali Narumu menciut.


"Begitu ya."


Raimy menarik pedangnya dari leher Narumu dan menyarungkan nya kembali.


"Sayangnya, kamu menolak tawaran ini. jika kamu memilih tawaran ini, mungkin saja sekarang kamu sudah memiliki keluarga yang sempurna dengan adik ku."


"Namun, takdir memang tidak dapat diubah dan waktu juga tidak dapat dimundurkan. jadi, aku akan....."


Secara tiba-tiba, kepala Narumu tertebas kembali. kali ini kecepatannya lebih cepat dibanding tadi, Narumu berakhir terpenggal.


".....Membunuhmu."


Raimy membersihkan darah yang menempel dan kembali mensarungkan pedang nya, ia menatap Narumu yang tergeletak dengan tatapan tajam.


"Hah... sayangnya, aku harus kembali. pekerjaan ku sudah selesai disini dan sampai jumpa."


Raimy berjalan meninggalkan Narumu sendirian, armada kapal Kerajaan Elries mulai meninggalkan kerajaan Euphmion yang sudah hancur.


Kepala Narumu kembali terbentuk sempurna, ia sudah beberapa kali merasakan tebasan Raimy.


"Sialan! rasanya masih saja menempel di tubuhku walaupun sudah sembuh."


Narumu berdiri dari pingsannya dan melihat keadaan sekitar, kerajaan Euphmion hancur dan sebagian penduduk tewas.


Melihat keadaan sekitar, seketika Narumu mengingat Blue, seorang perempuan demi human yang baru saja ia temui.


Ia berlari mencari Blue, melewati puing puing serta mayat.


"Blue?"


Ia mencari Blue di tumpukan para mayat yang terbakar, Narumu semakin panik, nafasnya sangat tidak teratur.

__ADS_1


"Bagaimana ini?"


"Bantuan datang!"


Dari arah hadapan Narumu, datang para kesatria kerajaan Euphmion, mereka baru saja datang dari arah kastil. kemunculan mereka membuat Narumu geram, ia menggertakkan gigi nya lalu pergi mendekati para kesatria.


"Sialan!"


Narumu menarik kerah salah satu kesatria serta memukul wajahnya, para kesatria lain menarik tubuh Narumu.


"Sialan! mengapa kau tidak datang lebih awal!? mengapa kalian tidak datang lebih awal!? jika kalian datang lebih awal, mungkin saja kalian bisa mengurangi korban jiwa!"


"..."


Para kesatria hanya terdiam membeku, mereka sama sekali tidak mengatakan apapun atau menjawab pertanyaan Narumu. tingkah mereka membuat Narumu semakin termakan emosi, ia mencaci maki para kesatria.


"Sialan! Sialan! Sialan!! kalian sangat bodoh!!! Kalian Bodoh!!!!!"


Salah satu kesatria memukul perut Narumu, mulutnya mengeluarkan air liur dan membuat Narumu berlutut.


"Ini bukan urusanmu, ini adalah urusan kerajaan, warga sipil tidak perlu ikut campur dalam urusan kerajaan."


"Jawaban itu... jawaban yang membuat diri ku geram!!"


Narumu kembali bangun dan menarik kerah salah satu kesatria berkumis, ia termakan emosinya.


"Apa maksudnya dengan urusan kerajaan? apa kalian tidak mementingkan warga? apa kalian lebih memilih para penduduk mati!? jawaban itu, adalah jawaban yang diucapkan oleh seorang pengecut!!"


Kesatria itu memukul perut Narumu kembali dan membuat Narumu berlutut.


"Para penduduk tidak boleh banyak bicara, kalian harusnya bersyukur karena dapat diselamatkan oleh kami."


Para kesatria meninggalkan Narumu sendirian, Narumu memukul permukaan dengan pukulan keras, membuat tangannya memerah.

__ADS_1


"Sial! sial!"


__ADS_2