JADI GURU DEMI CALON ISTRI

JADI GURU DEMI CALON ISTRI
19. Senang Melihatmu Bahagia


__ADS_3

Seperti hari-hari biasa, sebelum berangkat sekolah Anila pasti menghabiskan waktu dengan kedua orang tuanya walau sekadar sarapan bersama. Anila teringat Angga, pemuda itu mengatakan Mamanya selalu tidak sempat memasak sarapan untuknya.


"Kenapa bengong, Nak?" tanya Almira yang melihat Anila terdiam dengan sayur kangkung yang belum sepenuhnya masuk ke mulutnya.


Cepat-cepat Anila menyeruput sayur itu, air yang terkandung di sana memuncrat pada wajah Ardi yang berada di sampingnya.


"Itu bukan mie, Nak. Jadi makan saja." Anila mengeluarkan cengiran kudanya kala sang ayah mengatakan hal itu. Dengan cepat Anila memasukan kangkung itu ke dalam mulutnya.


"Oh, ya, Ma. Anila mau bawa bekal ke sekolah, boleh?" tutur Anila.


Almira yang merasa putrinya itu tidak pernah membawa bekal sarapan tentu saja membuat heran, "Kok tumben?"


Anila tidak mungkin mengatakan bahwa itu untuk sang sahabat bukan? Akhirnya ia menjawab, "Bosen aja makan makanan kantin. Sekalian biar melepas rindu, soalnya siang Anila gak makan masakan Mama."


Almira tersenyum, "Uhh, lain kali Mama bakal pulang cepat biar bisa masakin makan siang buat Anila." Setelah mengatakan hal itu, mata Almira terlihat sendu, namun ia menyembunyikannya dengan bibir tersenyum.


"Mama siapin dulu bekalnya, ya?" Almira berdiri bersamaan dengan itu kursi yang didudukinya tergeser ke belakang.


"Anila bantuin, Ma." Anila ikut berdiri, menyusul sang mama menuju dapur, dan meninggalkan Ardi seorang diri yang masih makan.


Ting


Suara dari notifikasi ponsel Anila terdengar. Ardi mengintipnya untuk memastikan siapa yang mengirim pesan pada putrinya.


Ardi terdiam sejenak kala melihat nama yang terpampang di layar ponsel Anila. Nama 'Ela' yang terdapat emoji love merah setelah nama itu di sana. Deretan pesan suara yang dikirim kontak tersebut. Nama perempuan, namun Ardi merasa jika itu adalah laki-laki ketika memutar suara yang dikirim.

__ADS_1


Pesan suara


(Gue udah di jalan, otw rumah lo)


Suara laki-laki, suaranya tak terlalu jelas. Ardi menyimpulkan jika pemuda itu tengah mengendarai motor, sebab terdengar hembusan angin terdengar beserta klakson saling bersahutan.


Kontak itu mengirim kembali mengirim pesan suara.


Lo gak usah dandan. Lo udah cantik walau polosan.


Terdengar sedikit kekehan kecil dari sana. Ardi kembali mendengar pesan suara terakhir yang dikirim.


Buruan lo, gue ogah nunggu.


Ardi menjauhkan dirinya ketika Anila dan Almira sudah kembali dari dapur. Anila segera melihat ponselnya. Gadis itu mengeluarkan sedikit senyum. Sepertinya membuka pesan dari kontak tadi, pikir Ardi.


"Jika kau ingin perusahaan itu seutuhnya, jauhkan Anila dari kekasihnya!"


"Tunggu!" cegah Ardi kala Anila sudah menggendong ranselnya dan bersiap pergi sekolah.


"Ayah anterin kamu sekolah," ujar Ardi yang mampu membuat Anila dan Almira tercengang.


"Ayah 'kan kerja?"


"Ayah bisa berangkat setelah mengantarmu sekolah."

__ADS_1


Anila tersenyum, ia senang jika Ardi mengantarnya sekolah. Sebab jarang-jarang pria itu melakukannya. Terakhir kali Ardi mengantarnya ketika Anila sakit kepala.


"Kalau Ayah gak bakal telat kerja gapapa."


"Anila berangkat ya, Ma." Anila mencium punggung tangan Almira dan juga pipinya.


"Hati-hati, Sayang."


"Aku akan menjemputmu setelah mengantar putri kita." Kening Almira dikecup Ardi cukup lama. Sebelum akhirnya menghampiri Anila yang sudah menunggunya.


Sebelum itu, Anila lebih dulu menghubungi Angga agar tidak perlu menjemputnya. Ardi akan mengantarnya, walau telat, setidaknya ia bisa mengabari sahabatnya itu.


^^^Anda :^^^


^^^Lo gak usah jemput gue, ya^^^


^^^Sorry^^^


^^^Soalnya Ayah mau nganterin, yuhuu^^^


Angga yang tinggal beberapa meter sampai di halaman rumah Anila segera menghentikan motornya ketika merasakan ponsel yang ia simpan di saku celana bergetar.


Angga membaca pesan itu, dan melihat Anila memasuki mobil setelah dibukakan pintu oleh seorang pria. Angga memperhatikannya sampai mobil itu melaju meninggalkan pekarangan rumah Anila. Angga tersenyum simpul, hingga akhirnya menyusul.


...***...

__ADS_1


Ada rekomendasi novel lagi nih. Seru abis, harus banget nih masuk perpus. Jangan lupa baca yaw.



__ADS_2