JADI GURU DEMI CALON ISTRI

JADI GURU DEMI CALON ISTRI
05. Gadis yang Aku Cinta


__ADS_3

..."Perasaan memang akan datang seiring berjalannya waktu. Namun, bersama dengan mereka yang dicintai lebih membahagiakan, walau tidak tahu endingnya membuat bahagia atau malah terluka"...


Di ruangan bercorak putih seorang pria yang duduk di kursi besarnya nampak tengah melamun. Hingga datang seorang pria yang hendak memasuki usia lanjut menghampirinya.


"Pa-Papa!" panggil pria itu setelah menyadari kehadiran ayahnya.


"Pekerjaan mu hanya begini saja, Rafin?" tanya sang ayah. Pria itu adalah Rafin, guru matematika baru di sekolah Anila. Menjadi guru di sana hanya iseng saja dan sebab calon istrinya di sana. Kalau bukan karena bantuan orang dalam, ia tidak mungkin mudah masuk ke sana sebagai seorang guru.


Namun, Rafin tidak harus melulu pergi ke sana. Ia juga mempunyai perusahaan yang harus diurus.


"Memang apa? Pekerjaan ku hanya ini."


Rajen—ayah Rafin itu berucap kembali, "Maksudku carilah seorang istri. Kau tidak mungkin membiarkan burungmu tidak memasuki sangkar." Rafin menghela napas panjang. Bukan pertama kali sang ayah mengucapkan hal yang sama. Ia sadar jika dirinya memang bujang tua, usianya hampir memasuki kepala tiga tetapi, belum memiliki seorang istri.

__ADS_1


"Jangan bilang kau masih menunggu gadis itu. Ayolah, jangan menunggu yang tidak pasti. Agata ada di depan mu. Kenapa tidak menikahinya?" Rafin terdiam. Agata adalah rekan kerjanya, sekaligus putri dari sahabat sang ayah.


"Kenapa aku harus menikah dengan orang yang tidak aku cintai?"


"Fin. Papa mu ini sudah tua, mulai sakit-sakitan. Sebentar lagi pasti akan menyusul Mama kamu. Berikan aku seorang cucu sebelum pergi." Cerewet! Ayahnya begitu cerewet. Rafin lelah mendengar hal itu yang terucap dari mulut Rajen.


"Agata gadis baik. Dia menyukaimu, jika kalian menikah perasaan mu padanya pasti akan perlahan muncul."


"Papa ingin aku menikah? Aku akan menikah tapi tidak bersama Agata." Rafin berdiri dari kursi kebesarannya dan menuju jendela untuk melihat jalanan kota dari sana.


"Papa sebenarnya bukan menyuruhku menikah tetapi, ingin Agata yang menjadi pasangan ku."


"Ra—"

__ADS_1


"Aku sudah menemukan gadis yang kucintai. Jangan tanya lagi! Aku akan menikah dengannya." Rafin melengos pergi begitu saja hendak keluar. Namun, baru 5 langkah ia berjalan, Rajen berucap seketika menghentikannya.


"Bawa gadis itu malam ini ke rumah." Rafin hanya bisa diam tanpa menjawab. Gadis yang ia maksud adalah Anila, mereka baru bertemu. Belum terlalu dekat, bagaimana mengajaknya untuk pergi menemui Rajen.


"Papa tunggu." Rajen menepuk bahu putranya seperti mengejek, hingga akhirnya ia pergi dari ruangan itu.


"Sial!" Rafin mengumpat. Rafin tahu ayahnya sengaja berucap begitu. Jika tidak berhasil, pasti akan kembali menjodohkannya dengan Agata.


"Fin. Aku tidak melihat mu makan siang tadi, lihatlah aku membawakan makanan untuk mu." Seorang wanita menampakkan wajahnya di hadapan Rafin. Dia Agata, yang selalu sang ayah jodohkan dengannya.


Agata adalah wanita cantik, juga seorang wanita karir yang cukup sukses. Tak ayal banyak pria yang memasukan dirinya pada list wanita idaman. Banyak yang mengejarnya tetapi, Agata menolak mereka mentah-mentah. Ia menunggu Rafin yang tak kunjung membalas cintanya.


Rafin melihat Agata tidak suka. "Jangan mentang-mentang karena Putri dari sahabat Papa, kamu seenaknya masuk ruangan saya. Ketuk pintu terlebih dahulu, utamakan attitude," imbuh Rafin sebelum akhirnya pergi dari ruangan itu. Agata mengepalkan tangannya dengan gigi menggertak.

__ADS_1


"Siapa gadis yang selalu kau tunggu, Fin? Apa dia lebih baik dariku?"


"Jika aku tidak bisa mendapatkan mu, dia juga tidak bisa. Lihatlah, kau akan jadi milikku seutuhnya."


__ADS_2