
Pasangan Anak dan Ayah masih berdebat tentang harumanis. Tidak ada yang ingin mengalah dari salah satunya. Sementara, sang penjual hanya melongo memperhatikan mereka seraya menggaruk tekuk yang tidak gatal.
"Beli dua."
"Satu saja."
"Dua."
"Satu, Anil."
"Du—"
"Eh, apakah itu l-lo ... kau? Tidak menyangka bisa bertemu di sini. Kenapa ada di gerai ini? Di sana ada jajanan yang lebih mewah." Tiba-tiba saja seorang gadis datang pada mereka berlagak sok kenal.
"Ingat! Kalau mau lebih cepat deket, gak usah pake lo gue, lo bisa, Niora!" Niora membatin. Sampai gadis kembali melanjutkan kalimatnya.
"Apa kau tidak punya uang lebih? Aku bisa mentraktirmu di sana." Ardi memandang putrinya yang menampakkan wajah kebingungan. Ardi berpikir, apakah putrinya itu dirundung di sekolah?
"Maaf, Nona. Tapi kami kemari untuk bersenang-senang, bukan menunjukkan kekayaan hanya karena gerai makan," sindir Ardi seraya merangkul bahu putrinya, kemudian meraih tangan penjual harumanis. Pria itu menyelipkan uang seratus ribu di sana, dan mengambil satu harumanis berbentuk seperti kepala beruang yang telah dibuat sang penjual.
Penjual itu melihat telapak tangannya, hingga ia tersadar, "Pak! Kembaliannya masih banyak!"
"Tanya saja gadis itu, mungkin menginginkan harumanis-mu, namun tidak punya uang. Aku mentraktirnya, jika ada lebih, ambil saja!" sahut Ardi sedikit berteriak, sebab jaraknya yang sudah mulai menjauh.
__ADS_1
Pedagang itu melihat Niora yang memandang kepergian pembeli barusan dengan wajah nampak kesal. Pedagang itu gelagapan dan berpura-pura sibuk kala gadis yang ia perhatikan melihat ke arahnya dengan tatapan maut.
"Buatin gue satu," ucap Niora akhirnya membuat sang pedagang melongo tak percaya.
...***...
"Nak!" Ardi menghentikan langkah. Pria itu menggenggam tangan putrinya, sehingga Anila pun ikut berhenti.
Ardi menarik nafas panjang, dan berucap serius, "Jika kamu dirundung di sekolah bilang saja sama Ayah. Apalagi keseringan, jangan takut, Ayah tidak akan diam saja. Apakah gadis tadi yang sering mem-bully kamu?
Anila tersenyum getir, mengapa bisa sang ayah berkata seperti itu? Anila bukankah terkenal sebagai berandal sekolah? Sebab mengikuti sang sahabat, Angga. Daripada menjadi korban bullying, Anila lebih pantas menjadi pelakunya.
"Gak ada, Ayah. Anila baik-baik aja di sekolah." Anila tersenyum agar Ayahnya lega.
"Teman Anila baik semua." Anila ingin muntah setelah mengatakan hal itu. Baik? Apa iya? Apalagi mengingat tentang Laudya yang selalu berani terhadapnya.
"Dia murid baru, Sok kenal doang, Anila aja lupa namanya." Anila mengedikan bahu ketika selesai berucap.
Ardi tidak menjawab, pria itu malah menatap Anila dandan tatapan sengit.
"Beneran, Ayah." Anila berusaha meyakinkan sang ayah.
"Baiklah, tapi kalau memang ada, bilang sama ayah."
__ADS_1
Anila menegakkan tubuhnya, tangan kanannya terangkat memberi hormat bendera, "Siap!" Dan hal itu mampu membuat Ardi terkekeh.
"Ayah, Anila mau naik itu." Anila beralih menunjuk pada wahana roda besar yang berputar dengan lampu kelap-kelip mengelilinginya.
"Haa? Tidak boleh."
Anila berdecak, sepertinya ia tahu alasan Ardi melarangnya. Bianglala itu begitu tinggi, tidak terbayang jika wahana itu tiba-tiba berhenti ketika kita tengah berada di atas.
"Tidak apa, Ayah. Anila ingin menaikinya, dah!"
"Eh ...." Ardi ingin menghentikan putrinya, tetapi gadis itu pergi begitu saja. Akhirnya Ardi pasrah dan mendekat pada wahana roda itu, menyaksikan putrinya dari bawah sana. Anila pasti melihatnya, namun Ardi tidak mungkin.
Roda itu berhenti sejenak, hingga akhirnya kembali berputar. Sepertinya Anila sekarang berada di sana. Ardi melambaikan tangan seolah ia melihat Anila. Sementara, Anila yang melihat sang ayah lantas sana tersenyum.
Ting
Pesan masuk ke dalam ponsel Ardi, pria itu menjauh dari sana untuk menerima pesannya. Setelah membuka ponselnya, terdapat sebuah kontak terpampang jelas di layar kaca 'Istriku'
Aku sudah berada di rumah, apa kalian sedang bermain tanpa aku?
21.45
...***...
__ADS_1
Ada novel temenku nih yang wajib banget dibaca, ceritanya seru banget, beneran. Kalau gak percaya, bisa langsung cari deh, terus baca, pasti gak cukup dengan satu bab.