Jatuh Cinta Pada Mantan Kakak Ipar

Jatuh Cinta Pada Mantan Kakak Ipar
rencana kencan


__ADS_3

pagi hari di kediaman Aditama semua anggota keluarga wajib berkumpul untuk sarapan bersama, sesibuk apapun itu tidak ada yang boleh melanggarnya, itu adalah aturan yang di buat langsung oleh tuan besar Aditama.


Andra yang kebetulan hari ini tidur dirumah tak melewatkan kebiasaan yang sudah sedari kecil ia ikuti.


" pagi pah mah..." sapanya pada orangtuanya.


" pagi sayang." balas mamah dengan senyum manis.


Andra menggeser kursi yang ada didepan mamahnya untuk ia duduk, sedangkan mamah seperti biasa mengambilkan nasi goreng dan ayam goreng kedalam piring yang akan dia berikan kepada anaknya.


meskipun kaya raya keluarga Aditama tak pernah memilih-milih dalam hal makanan, yang terpenting masih layak makan dan di buat sendiri dari tangan nyonya besar Aditama. keluarga Aditama jarang sekali membeli makanan dari luar bahkan hampir tidak pernah , karena baik papah dan Andra tak begitu suka makanan dari luar, terkecuali jika makan bersama kliennya.


" mau sampai kapan kamu di urusin mamah terus ndra, rasanya mama udah bosen ngurusin anak terus maunya ganti ngurusin cucu." ucap mama saat memberi nasi goreng pada putranya.


mendengar kata cucu, Andra juga sebenarnya ingin sekali memiliki anak, namun karena pernikahannya dengan Arumi kandas sebelum mereka memiliki momongan membuat Andra harus menyingkirkan dulu keinginannya yang satu itu.


"hari ini luangkan waktu buat ketemuan sama Serena, mama udah bilang sama dia, kalo kamu mau ngajak dia makan siang. jangan sampai gak dateng loh! jangan pura-pura lupa karena alasan sok sibuk! mama tau isi pikiran kamu! kalo kamu gak dateng mama coret kamu dari KK.!" lanjutnya lagi namun Andra menjawabnya dengan anggukan kepala karena mulutnya penuh dengan makanan.


jika mama senang akhirnya sang anak mau menuruti keinginannya, lain halnya dengan andra. saat ini duda tampan nan tajir itu tengah berfikir bagaimana caranya agar anak teman mamanya tidak sampai menyukainya.


sarapan kali ini tidak hanya diisi dengan nasi goreng saja, namun dengan ocehan nyonya besar Aditama yang semuanya isinya adalah keluhan pada anak dan suaminya membuat kuping andra dan papah terasa panas.


" mah...sudah dong! papah pusing kalo mamah ngoceh-ngoceh terus, kita lagi sarapan loh." protesnya pada sang istri, Andra menghela nafas lega karena salahnya mulai angkat bicara, jika tidak mau sampai siang pun mamah akan tetap mengoceh.


" kenapa kamu! mau ledekin mamah?" pria itu langsung menggeleng cepat.


" enggak kok! mama GeEr aja." kilahnya, menyuapkan nasinya lagi. saat mama akan buka suara lagi namun papah langsung memotongnya.


" sudah-sudah papah pusing denger kalian berantem mulu, mah...!" mama langsung mencebik kearah suaminya.

__ADS_1


" ndat proyek yang kamu kerjakan sama RA group sudah sampai mana?" ucapnya lagi kepada anaknya.


mendengar nama perusahaan mantan besannya disebut mama langsung menatap sang suami dengan mata sedikit melotot.


" kok perusahaan kita mau-maunya kerjasama sama mereka sih pah? kaya gak ada perusahaan lain aja yang mau diajak kerjasama!." sarkas mama,


Andra dan papah menghela nafasnya kasar. mamahnya masih saja mempermasalahkan perceraiannya dulu, dia masih saja menyalahkan keputusan Arumi saat itu yang membuat hidup anaknya hancur. padahal Andra sudah ikhlas jika pernikahan hanya sampai situ saja, mungkin ini takdirnya.


tak ingin sampai terlambat Andra menyudahi sarapannya karena jam di tangannya sudah menunjukan pukul 8, perjalanan dari rumah ke kantornya lumayan jauh, jika tak terkena macet bisa mencapai 30 menit. maka dari itu Andra lebih memilih tinggal di apartemennya yang dekat dengan kantor.


" Aku udah kelar sarapannya, berangkat dulu yah pah mah, nanti malam aku pulang kesini, kita bisa bahas proyek itu lagi nanti ?" Andra beranjak dari kursi dan mendekati mamah papahnya, di ciumnya tangan keduanya


" jangan lupa yah nanti siang kamu ada janji SMA Serena. dan jangan sampai buat dia lama nunggunya!" Andra hanya menyahutinya dengan anggukan.


ingin sekali rasanya dia menjawab mama saja yang dateng, bukannya mama yang ngajak ketemuan? namun hanya bisa di ucapkan dihatinya saja. Andra mendesah lesu.


" iya mah...Andra denger?" jawabnya sedikit kesal tanpa ingin berdebat lagi dia langsung berlalu.


ban mobil Andra mulai melaju dengan kecepatan sedang membelah jalanan ibukota yang hari ini lumayan padat. untuk mengusir kebosanannya menghadapi jalanan yang padat, Andra menyetel musik dari mobilnya. sebuah lagu dari armada " awas jatuh cinta" mulai mengalun di dalam mobil, sesekali dia ikut menggerakkan bibirnya saat lirik mulai masuk reff.


hingga di lampu merah mobil Andra terhenti dengan pengendara lainnya. sambil menunggu warna kembali hijau di mengarahkan pandangannya pada luar jendela, bibirnya melengkung saat melihat sosok yang ia kenal ada di sebarang mobilnya.


" Rissa!" pekiknya setelah menurunkan kaca jendelanya membuat gadis yang ada disebrang menoleh.


" berangkat kerja ya?" basa-basi Andra membuat gadis itu langsung mencebik.


" enggak mau ke sawah!." jawabnya sarkas namun andra malah tertawa.


tak lama kemudian lampu sudah berubah hijau, Clarissa langsung menancapkan gasnya meninggalkan Andra yang sedang kena umpatan dari pengendara lain yang belum menjalankan mobilnya ketika lampu sudah hijau.

__ADS_1


" haduh... pagi-pagi udah kena omelan banyak orang, gak di rumah gak di jalan!." gerutunya namun dengan lengkungan di bibirnya, entah kenapa sejak bertemu Clarissa di lampu merah dia tak berhenti untuk tersenyum.


tepat pukul 9 pagi mobilnya sampai di depan gedung perusahaan Aditama grup. Andara langsung disambut oleh security yang sedang bertugas di depan sana.


" selamat pagi tuan" sapanya pada bosnya dengan senyum manis biar tahun depan bisa naik gaji pikirnya, hehehe.


" pagi...nanti minta tolong sama seseorang buat mindahin mobil saya ke parkiran!." balasnya seraya menyerahkan kunci mobil miliknya.


Andra mulai masuk ke dalam kantor , didepan lift dia bertemu sekretaris yang baru saja dari kantin.


"pagi pak? kopi!" sapanya menawarkan kopi kepada bosnya.


"pagi! kamu dari kanti?."


" iya pak, saya sarapan di kantin. malas kalo harus sarapan di apartemen mesti mas dulu." jelasnya Andra hanya mengangguk saja.


" nikah makanya." celetuknya saat lift sudah terbuka. Reno masih terkejut dengan ucapan bosnya, bagaimana bisa dia menyuruhnya menikah sedangkan sekedar mau cari pacar saja tidak bisa, entah kerjaannya yang terlalu banyak atau bosnya yang terlalu cinta sama Reno. kemana-mana Reno selalu diajaknya.


" dia pikir nyari bini kaya beli baju di sopi apa? tinggal klik langsung bayar, barang langsung di anter ke rumah" gerutunya saat keluar dari lift.


baru saja pantatnya akan mendarat di kursi kerjanya namun telponnya sudah berbunyi.


" hallo dengan sekertaris reno disini."


" ren masuk keruangan saya, bawa berkas kerjasama kita dengan RA group sekarang." jawabnya disebrang sana.


Reno mendesah pelan menatap nanar kopi yang masih hangat di atas meja kerjanya.


" kayanya gue mau ngajuin cuti deh, udah lama gue gak cuti. gue bener-bener butuh healing. kalo gini terus lama-lama gue gak akan nikah-nikah." gumamnya seraya merapikan berkas yang akan dibawa keruangan bosnya.

__ADS_1


__ADS_2