Jatuh Cinta Pada Mantan Kakak Ipar

Jatuh Cinta Pada Mantan Kakak Ipar
bermain golf


__ADS_3

Daddy baru saja tiba di lapangan golf yang cukup terkenal di daerah Sentul, dikelilingi dengan pemandangan alam yang memanjakan mata, salah satunya pegunungan yang ada di sekitar bogor mengelilingi area bermain golf.


dua pria dewasa namun berbeda generasi itu sengaja memilih bertemu di tempat seperti ini agar lebih santai dalam berbincang nantinya, selain ingin bernostalgia mereka juga akan membahas perkembangan perihal tentang proyek yang sedang mereka kerjakan.


Semenjak tadi Andra sudah memulai pemanasannya di temani oleh sahabatnya Rendi, karena Ramon memiliki janji sendiri bersama anak dan istrinya.


dari kejauhan andra melihat orang yang sudah dia tunggu sejak tadi datang dengan diantar golf car sepaket alat golf di bahunya.


pria itu langsung bergegas menghampirinya saat golf car itu berhenti tak jauh dari tempatnya sekarang. dia langsung menyambutnya dengan senyuman dan pelukan hangat pada pria baya itu dan disambut balik olehnya.


"apa kabar Daddy? " tanyanya saat pelukan itu terurai.


" seperti yang kamu lihat. masih sehat meski uban sudah semakin banyak, tapi sayang satu pun cucu tak punya" kedua pria berbeda generasi itu pun tertawa bersama.


lalu kemudian pria tua itu memicingkan matanya kearah dimana Rendi sedang memukul bola golf dengan tongkatnya.


" kalian datang berdua? dimana yang satu lagi." Andra mengikuti arah Daddy memandang, kemudian menatap temannya yang sedang memukul bola golf.


" owh... Rendi? ya, aku datang bersamanya tadi. Ramon tak bisa ikut karena anaknya minta ke taman bermain." Daddy terlihat mengangguk kecil.


" lalu...kau sendiri? tak kencan dengan pacarmu malah ngajak kencan dengan daddy disini." pria itu terkekeh saat di sindir oleh mantan ayah mertuanya.


" mungkin belum saatnya dad, sabar saja nanti aku berikan undangan pertamanya pada kalian." dan akhirnya mereka tertawa bersama.

__ADS_1


inilah yang sangat dirindukan oleh Andra dari mantan mertuanya, mereka sangat hangat dan menyayanginya seperti putra sendiri. tidak pernah membuat dirinya canggung seperti mertua-mertua pada umumnya.


awalnya Andra tampak ragu saat akan mengajak mantan ayah mertuanya itu bermain golf, namun saat pria baya itu menerima ajakannya membuat hatinya tampak senang, karena sebelumnya sempat berpikir mantan mertuanya akan menjaga jarak dengannya setelah mereka sudah tidak memiliki hubungan kekeluargaan lagi selain hubungan kerja saja. namun pemikirannya ini langsung terpatahkan saat Daddy masih bersikap hangat kepadanya.


setelah berbasa-basi sebentar, Daddy mulai mengeluarkan alat golfnya di bantu oleh Andra. kemudian mereka menghampiri Rendi yang masih fokus dengan permainannya.


" ayok kita mulai... sebelum cuaca semakin panas. karena istri Daddy akan sangat cerewet jika pulang-pulang kulit Daddy berubah menjadi coklat." ucapnya terkekeh saat ingat pesan-pesan dari istrinya sebelum berangkat kesini.


memang bener mantan ibu mertuanya itu sangatlah cerewet jika menyangkut tentang kesehatan dan penampilan mantan ayah mertuanya, terkadang itu membuat dirinya iri saat melihat mommy selalu mengingatkan Daddy untuk ini dan itu. pasalnya saat bersama Arumi dulu, sangatlah cuek dengan kebutuhan andra. bisa di bilang Andra adalah suami yang mandiri.


" tak apa dad, itu bentuk cintanya pada daddy. mommy ingin suaminya tetap terlihat tampan meski di usia yang sudah senja." Andra terkekeh dengan ucapannya sendiri dikuti Daddy yang sedang menyiapkan alat golf nya.


"ya kamu memang benar. mommy memang sangat mencintai Daddy, begitu pun sebaliknya." jawabnya bangga membuat duda tampan itu menganggukkan.


mereka memasuki sebuah Restauran sunda yang ada di dekat lapangan golf untuk menghemat waktu yang sudah semakin siang. saat ini makanan khas sunda sudah tersaji di meja mereka dengan banyak menu yang sudah mereka pilih, dan langsung mereka santap dengan lahap karena perut sudah benar-benar lapar saat ini. apalagi mereka baru saja berolahraga raga.


tak sampai berlama-lama semua makan sudah habis mereka santap, dan setelah itu mereka memulai membahas proyek yang sedang berjalan di daerah Jakarta Selatan.


jika para pengusaha sudah berkumpul dalam satu meja, tak ada yang tak akan mereka bahas. semua mereka kupas sampai tuntas. dari harga saham sampai harga bawang jika sedang naik, yang akan membuat para istri terus mengomel dari a sampai z jika, dan ujung-ujungnya akan minta kenaikan uang bulanan pada suaminya jika sudah seperti itu. tak jarang jika sudah membahas perihal tentang rumahtangga andra akan menjadi patung dadakan.


begitu juga apa yang sedang terjadi saat ini. awalnya berbincang masalah pekerjaan hingga lama-kelamaan membahas masalah rumah tangga Rendi, yang kadang suka di buat pusing oleh permintaan-permintaan sang istri ketika sedang merajuk. Daddy pun tak mau kalah menceritakan mommy yang terkadang sifatnya masih sama seperti putri bungsunya jika sedang ada maunya dan bagaimana si duda Andra ketika para suami sedang menghibahkan para istrinya? dia akan menjadi pendengar yang tak baik jika sudah begini.


" ya ampun...kenapa jadi ghibahin istri sih kalian? di depan aja ngakunya cinta tapi di belakang di omongin terus." katanya mencibir teman dan matan ayah mertuanya.

__ADS_1


merasa tersinggung Rendi berdecak sebal ke arah Andra, dan Daddy hanya terkekeh dengan protesan mantan menantunya.


" owh ya dad, aku mau ngomong sesuatu tentang clarissa." Daddy langsung terdiam dari kekehannya dan berdehem pelan memasang wajah datar.


" ada apa tentang gadis itu? apa dia buat masalah dengan kamu?." katanya pada Andra dan pria itu langsung menggeleng.


" bukan itu, ini tentang sesuatu yang terjadi pada Clarissa semalam." alis daddy menjengit sebelah seolah-olah dia belum tau apapun.


" tentang apa maksud kamu?." tanyanya, Rendi juga ikut dibuat penasaran, pasalnya semalam Andra dan Clarissa terlihat biasa-biasa saja sepert tak pernah terjadi apapun sebelumnya.


" emmm... sebenarnya saya sudah janji sama Clarissa buat nggak ngasih tahu Daddy, tapi sebagai orangtuanya sepertinya Daddy berhak tau. dia hampir saja mengalami pelecehan----


Andra menceritakan semuanya tanpa ada yang di tutupi dan di kurang-kurangi. dari kejadian menolongnya saat akan dilecehkan oleh temannya hingga andra yang memaksa Clarissa ikut pergi ke reuni kampusnya dan alasan kenapa dia bisa mengantar putrinya sampai larut malam.


Daddy berusaha bersikap tidak tahu apa-apa saat andra menceritakan semuanya, kadang dia berpura-pura terkejut dan kadang menampilkan wajah datar. dia ingin melihat apakah Andra masih sama seperti andra yang dulu atau sudah berubah menjadi Andra yang berbeda setelah di sakiti oleh putrinya sendiri.


Daddy semakin kagum dengan mantan menantunya karena mau menolong putrinya yang lain walaupun sudah pernah disakiti oleh putrinya yang satunya lagi.


" terimakasih sudah mau sudi menolong putri Daddy, padahal kamu sudah pernah disakiti oleh putri daddy yang lain." Andra tersenyum getir. jika bisa dia ingin sekali membenci semua yang berhubungan dengan mantan istrinya, namun dia bukanlah manusia seperti itu. dia tidak akan membenci sesuatu karena sesuatu yang sudah ia benci lebih dulu.


" Daddy berlebihan, aku hanya tak sengaja melihatnya, dan kebetulan kami ada di tempat yang sama." pria baya itu mengangguk, tapi tetap saja dia berterimakasih pada Andra, jika saja dia tak melihat Clarissa saat itu entah apa yanng akan terjadi pada anak gadisnya.


usai berbincang panjang kali lebar, dari yang formal sampai non formal. mereka pun berpisah karena hari sudah semakin sore.

__ADS_1


mobil Daddy pergi lebih dulu karena mommy sudah mengomel sejak tadi, sudah berpuluh-puluh kali dia menelpon daddy. namun bagi kami para pria yang jarang sekali memiliki waktu untuk me time seperti ini terkadang sampai lupa waktu jika sedang berkumpul.


__ADS_2