Jatuh Cinta Pada Mantan Kakak Ipar

Jatuh Cinta Pada Mantan Kakak Ipar
sebuah rasa


__ADS_3

setelah clarissa merasa tenang, ayah dan anak itu berpamitan kepada tuan dan nyonya Ananta. kini mereka berdua sudah berada di dalam mobil. duda tampan itu mulai melajukan mobilnya ke jalan raya setelah berhasil keluar parkiran rumah sakit yang penuh dengan kendaraan lainnya. tak ada niatan dari mereka untuk mampir ke tempat lain lagi mengingat nyonya besar Aditama sudah mulai meneror mereka sejak tadi.


semenjak keluar dari rumah sakit, duda tampan itu terus saja diam selama perjalanan pulang. tak ada pembicaraan antara kedua pria berbeda generasi itu. papah yang sibuk bertukar pesan dengan sang istri yang ingin tau keberadaan mereka sedangkan duda tampan itu terlihat larut dengan pikirannya sendiri.


entah kenapa mood andra menjadi kurang baik saat ini. harusnya dia merasa lega saat melihat clarissa sudah terlihat lebih baik dari sebelumnya, namun rasanya ada perasaan tak rela saat meninggalkan kamar rawat gadis itu. bukan karena keberadaan Arumi disana namun dia sendiri pun tak tahu itu.


papah memasukkan ponselnya kedalam saku kemejanya, usai berbalas pesan dari istrinya. matanya seketika melirik sang anak yang sejak tadi terus saja diam. pria baya itu menghela nafasnya kasar saat kembali mengingat tentang apa yang sudah ia lihat di rumah sakit beberapa saat lalu. lidahnya rasanya sudah sangat gatal untuk bertanya langsung namun masih bisa ia tahan saat sampai rumah nanti.


ehemmm


papah berdehem namun seolah tuli Andra tak mendengarnya, dia hanya fokus pada jalanan yang ada di depannya saat ini. raga nya mungkin disini namun papah tau pikiran anaknya berada di tempat lain.


ehmmmmm


pria baya itu berdehem kembali dengan sedikit meninggikan suaranya membuat Andra menoleh seketika kearah papahnya.


" papah kenapa? tenggorokannya sakit lagi? mau minum dulu?" Andra segera menepikan mobilnya tepat di depan sebuah minimarket yang tak sengaja mereka lewati untuk membeli air mineral, namun pria baya itu langsung menahan lengan putranya saat akan keluar membuat Andra langsung menoleh kearah.


" kenapa? ada lagi yang di butuhkan selain air putih?." tanya Andra yang di jawab langsung gelengan kepala dari papahnya.


"papah gak pengen minum, tapi sepertinya kamu yang perlu minum air putih." ucap pria baya itu sedikit menyindir anaknya.

__ADS_1


Andra menaikan sebelah alisnya." kenapa aku? aku gak haus kok." ucap Andra dengan wajah polos karena tak paham dengan ucapan papah.


pria baya itu mendesah pelan" sudah cepet jalan lagi, mamah mu sudah mengirimkan banyak pesan ancaman kalo kita gak sampai rumah tepat waktu." katanya lagi, tanpa menunggu lama Andra langsung menutup pintu mobil yang sudah sempat ia buka dan kembali melajukan kendaraannya lagi meski masih sedikit bingung dengan sikap papahnya.


tak sampai satu jam mobil yang mereka naiki sudah berada di depan gerbang besar rumah Aditama, seorang satpam langsung membuka gerbang besar itu setelah mendengar suara klakson dari mobil majikannya.


mobil Andra langsung memasuki halaman rumah Aditama setelah mengucapkan terimakasih kepada seorang satpam yang berjaga disana. di depan pintu masuk sana seorang wanita baya yang masih saja terlihat cantik di umur yang sudah menua berdiri dengan tangan yang bersedekap di dadanya. pandangannya menyorot tajam pada ke dua pria yang baru saja turun dari mobil.


mampus....mamah pasti marah..batin duda tampan itu.


semoga saja bidadari surgaku tak mengeluarkan pidatonya... batin papah.


sorot matanya semakin tajam saat kedua pria yang sangat dia sayangi semakin mendekat kearahnya, Andra yang tahu mamahnya akan memulai pidatonya langsung ngacir masuk duluan membuatnya papah terlihat menghembuskan nafas pasrah jika dia harus mendengar pidato yang panjangnya seperti gerbong kereta dari bidadari surganya.


" ayok masuk sayang, kenapa nunggu papah di luar? udara jam segini sudah gak bagus buat mamah." rayunya berharap istrinya akan luluh, namun yang ternyata malah membuat wanita baya itu merengut tak suka.


" maksud papah apa? maksud papah karena mamah sudah tua makanya gak bagus kena udara jam segini begitu? sedangkan papah masih boleh kena udara jam segini makanya keluyuran sama Andra gak ngajak-nganjak mamah?." katanya dengan begitu lantang membuat pria baya itu hanya bisa istirahat dalam hati, sifat istrinya yang satu ini memang sangat sulit untuk di rubah. sejak masih pacaran dulu memang sering kali dia merajuk jika ada sesuatu yang membuatnya tak suka.


" eng--enggak mah...papah gak bilang begitu, papah cuma gak mau mamah sakit, udah yuk masuk. nanti marahnya lagi pas di ranjang aja yah bidadari surgaku." rayunya lagi membuat wanita itu langsung memanyunkan bibirnya. mau tak mau wanita baya menuruti suaminya juga meski hatinya masih jengkel dengan suami dan anaknya itu yang pergi tanpa mengajaknya.


papah sedikit bernafas lega saat sang istri mau di ajak masuk kedalam, meskipun nantinya akan dibahas lagi di dalam kamar mereka. namun tak apa pikirnya, setidaknya martabatnya di mata para pelayan takkan hancur begitu saja saat melihat tuannya yang biasa terlihat berwibawa dan tegas ternyata takut kepada istrinya.

__ADS_1


huft.... Alhamdulillah gak ada drama panjang....papah berbicara dalam hati.


Andra yang sudah masuk lebih dulu kedalam rumah langsung masuk kedalam kamarnya, di langsung menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya dan mengganti pakaiannya dengan pakaian yang lebih santai.


brughhhhhh


dia langsung merebahkan dirinya di atas ranjang setelah keluar dari kamar mandi. pikirannya masih saja tertuju pada clarissa, bagaimana saat gadis itu memeluk nya saat berteriak histeris. dadanya berdebar hebat saat itu. rasanya ada perasaan lain yang hadir dalam hatinya. bukan perasaan iba namun entah dia belum bisa memastikan sendiri perasaannya.


"kenapa dengan jantung ku? rasanya tak seperti biasanya." Andra bermonolog sendiri seraya memegang dadanya yang berdebar-debar setiap kali mengingat clarissa. hingga sebuah ketukan pintu dari luar membuyarkan lamunannya.


tok...tok...tok...


" den .... dipanggil nyonya buat makan siang" Andra segera bangkit dari atas ranjang untuk segera membuka pintu.


ceklekkkk


bibi langsung menampilkan senyum nya saat melihat pintu kamar wajah anak majikannya terbuka.


" eh, den kirain bibi mah tidur. itu si nyonya panggil Aden suruh kebawah buat makan siang" Andra mengangguk seraya menutup pintu kamarnya. pria itu berjalan mendahului bibi dan bibi mengikutinya dari arah belakang .


di meja makan sana terlihat papah dan mamah sudah duduk di tempatnya masing-masing, makanan pun sudah tersaji disana. Andra menggeser kursi yang ada di depan mamahnya. melihat putranya sudah hadir di meja makan, mamah langsung mengambilkan nasi beserta teman-temannya kepada sang anak.

__ADS_1


" terimakasih mah..." ucapnya saat menerima piring yang sudah diisikan nasi oleh mamahnya. wanita baya itu mengangguk saja untuk menjawabnya.


meskipun masih dongkol, wanita baya itu tak pernah melupakan kebiasaannya saat sedang makan bersama anak dan suaminya di rumah. dia akan melayani anak dan suaminya itu lebih dulu sebelum melayani untuk dirinya sendiri, itulah yang membuat Andra dan papah sangat menyayangi wanita baya itu.


__ADS_2