Jatuh Cinta Pada Mantan Kakak Ipar

Jatuh Cinta Pada Mantan Kakak Ipar
keinginan mamah


__ADS_3

malam hari di kediaman Aditama, sang nyonya besar sedang merajuk karena putranya tak menepati janjinya. dia ingin memperkenalkan putranya pada anak temannya yang baru lulus dari luar negeri. namun putranya memilih tidak datang.


" sudahlah mah, jangan paksa Andra terus-terusan. andra sudah dewasa tau mana yang terbaik buat dirinya." wanita paruh baya itu langsung menatap sinis ke arah suaminya.


"iss, papah ini kenapa belain nih anak! lagian mana tau dia yang terbaik, sudah jelas buktinya kalau pilihannya yang dulu saja tak sebaik kelihatannya."


Andra yang merasa tersindir hanya menghela nafas kasar, mamahnya masih saja mengungkit masalah perceraiannya dulu.


" mah, stop lah masalah jodoh-jodohin Andra dengan anak teman mama, Andra masih belum mau menikah lagi mah! lagian Andra gak mau mikirin itu dulu, apalagi projek kerjaan Andra masih banyak." ucapnya membuat wanita yang melahirkan nya itu kesal.


" terus mau sampai kapan kamu mau sendiri begini? kamu normal kan ndra?" tuduhnya pada sang anak.


Andra melotot tak percaya mamahnya bisa berpikiran seperti itu.


" mah!! tega banget sih nuduh anak sendiri kaya gitu, aku masih normal mah, bikin sepuluh cucu buat mamah aja aku masih sanggup." jelasnya yang mendapat cibiran langsung dari sang mamah.


"cih, bikin sepuluh cucu? di suruh nikah lagi aja gak mau terus! mamah itu sudah semakin tua, tapi satu cucu pun mama belum punya. temen-temen mamah semuanya udah punya cucu, cuma mama aja yang belum. kamu ngerti gak sih ndra gimana rasanya jadi mamah?." andra dan papah nya saling pandang kemudian menghela nafas berat secara bersamaan.


bagi Andra menaklukkan nyonya besar yang sedang mode ngambek lebih sulit dibandingkan merayu investor asing untuk bergabung dengan perusahaannya.


pria itu sangat frustrasi jika mamahnya sudah membahas masalah cucu. bukan andra tak ingin menikah lagi, namun untuk saat ini lelaki itu masih sedikit trauma untuk menjalin hubungan dengan perempuan lain. rasa sakitnya masih sangat membekas di hati saat melihat orang yang sangat ia cintai tengah bermesraan dengan pria lain hanya demi memuluskan karir modelingnya.


" kalian para pria gak akan pernah ngerasain jadi perempuan tuh kaya gimana, setelah perempuan jadi istri dia ingin menjadi ibu, setelah menjadi ibu dia pasti ingin menjadi nenek, tapi sepertinya mamah gak akan pernah jadi nenek kalo putra mama memilih menduda daripada menikah lagi" cetusnya lagi.

__ADS_1


" mah, jangan bicara seperti itu, andra pasti akan menikah lagi, tapi nanti mah gak sekarang." pria itu menjeda ucapannya dengan menghela nafas berat. "menikah bukan perkara mudah mah... Andra pernah gagal sekali, Andra gak mau gagal untuk kedua kalinya. jadi Andra harap mamah bersabar untuk itu " jelasnya pada wanita yang sudah melahirkannya.


mamahnya membuang mukanya ke arah lain. dia kecewa dengan anaknya yang tidak menuruti keinginannya.


" baiklah-baiklah... Andra akan coba temuin gadis pilihan mamah. tapi bukan berarti andra setuju dengan pilihan mamah yah? andra cuma gak mau mamah merasa gak enak sama teman mamah. selebihnya itu akan jadi urusan andra, biar Andra yang menilai sendiri gadis itu dan mamah gak boleh ikut campur lagi, deal ??" seketika mama menoleh ke arah anaknya dengan wajah penuh senyum kemenangan.


" deal..!!" jawabnya singkat.


sang suami hanya menggeleng saja melihat kelakuan istrinya yang memaksa anaknya untuk menuruti keinginannya. dia tau istrinya hanya ingin yang terbaik untuk sang anak, namun melihat cara istrinya yang memaksakan kehendaknya dia merasa kurang setuju. Andra sudah dewasa, hidupnya adalah miliknya, tugas orang tua hanya mengarahkan saja tanpa memaksanya.


" oke kalau gitu mamah akan atur jadwal pertemuan kalian, mamah akan reservasi restoran buat kencan pertama kalian." tanpa ingin menimpali lagi ucapan mamahnya lelaki itu bangkit dari duduknya menuju kamar.


" Andra kamu denger mamah kan? jangan menghindar kamu!". pekiknya saat melihat sang anaknya mulai menjauh.


" terserah mamah aja!" jawabnya tak kalah teriak saat dia sudah menaiki tangga.


"iss... merusak mood mamah aja!" ketusnya seraya beranjak dari duduknya.


" loh kok malah pergi? papah sendirian donk di sini?."


" minta temenin aja sama pak santo kalo gak mbok nah!." ucapnya terus berlalu meninggalkan suaminya disana.


" hah...punya istri satu saja repotnya minta ampun, kalo mau apa-apa mesti di turuti, gak di turuti ngambeknya gak ilang-ilng, satu rumah kena semua ." gumamnya yang didengar oleh sang istri saat istrinya berniat mengambil ponselnya yang ketinggalan disana.

__ADS_1


" owh...jadi mamah ngrepotin papah yah? kalo gitu papah malam ini tidur aja di kamar tamu! mamah gak mau tidur sama papah malam ini!." pekiknya seraya mengambil ponsel di samping suaminya. sang suami tersentak kaget melihat istrinya ada di belakangnya. dia langsung panik saat mendapatkan ultimatum dari istrinya.


" mah...gak bisa gitu dong! nanti papah kedinginan kalau gak tidur bareng mamah." namun sang istri tak menghiraukan panggilan nya, pria paruh baya itu langsung mengejar istrinya namun naas pintu kamar sudah tertutup rapat dan terkunci.


" mah...buka dong! papah mau masuk nih? papah udah ngantuk!." pekiknya seraya menggedor-gedor pintu kamar mereka membuat andra keluar dari kamarnya karena mendengar suara keributan.


" ada apa sih ribut banget? udah malam juga masih main india-indiaan." pria paruh baya itu langsung memasang wajah melasnya melihat putranya keluar.


" ndra...malam ini papah tidur sama kamu yah?" ucapnya langsung masuk ke dalam kamar putranya sebelum sang anak menjawabnya.


Andra melongo melihat sikap papahnya yang seenaknya sendiri tidur di kamarnya, sedangkan dirinya belum mengijinkannya.


" pah...aku gak bisa kalo tidur bareng papah! lagian kenapa sih minta tidur disini? di kamar sendiri kan bisa."


pria paruh baya itu langsung membaringkan badannya sebelum sang anak mengusirnya juga seperti istrinya.


" tidur ndra, papah udah ngantuk. besok kamu tanyakan sendiri sama mamah kamu." Andra semakin kesal tak mendapatkan jawaban, keputusannya pulang malam ini sangat tidak tepat pikirnya.


mau tak mau andra tidur di sebelah papahnya, mau mengusir pun andra tak tega. dia sekarang paham mungkin papah sedang di hukum mamahnya.


terbiasa tidur sendiri sejak perceraian dengan mantan istrinya, andra tak bisa memejamkan matanya saat di sebelah ada sang papah. tubuhnya gelisah mencari posisi ternyaman untuk memejamkan matanya namun tetap saja tak bisa, hingga membuat pria paruh baya itu merasa terganggu.


" tidur ndra besok pagi kamu harus menghadiri meeting bulanan bersama para pemegang saham, jangan sampai muka kamu terlihat jelek di depan mereka karena kurang tidur." andra mendengus sebal mendengar perkataan papahnya. jika bukan papah sendiri mungkin dia sudah menariknya keluar sejak tadi. padahal ini adalah kamarnya , namun sang papah malah menguasainya, dari ranjang sampai selimut sekarang sudah papahnya kuasai.

__ADS_1


" nasib-nasib gini amat ya? untung papah sendiri kalo bukan dah gue jorokin nih orang dari tadi.batinnya


.


__ADS_2