Jatuh Cinta Pada Mantan Kakak Ipar

Jatuh Cinta Pada Mantan Kakak Ipar
Drama clandra


__ADS_3

jam makan siang pun tiba, Andra yang masih berkutat dengan setumpuk kerjaannya dikejutkan dengan suara ketukan pintu dari luar. Reno masuk keruangan Andra setelah mendapatkan ijin dari nya.


" maaf tuan, hari ini tuan ingin makan apa, biar saya pesankan langsung sekarang." tanyanya pada Andra.


" tidak usah kita akan makan di luar." jawabnya seraya menutup laptop yang ada di meja kerjanya.


" tapi tuan hari ini tidak ada janji makan siang dengan klien tuan" ucapnya dengan hati-hati.


" tidak perlu bersama klien dulu untuk makan di luar ren, cepat siap-siap temani saya makan siang diluar." katanya lagi, namun pikiran kotor sang asisten mulai jalan, apa mungkin bosnya ini benar-benar menyukainya? mengingat bosnya yang sudah lama menduda dan kisah rumah tangganya dulu yang sangat tragis membuat bosnya pindah haluan menjadi suka yang berbatang? Reno langsung bergidik ngeri. membayangkannya saja rasanya dia sakit kepala.


" ada apa? kenapa masih bengong disitu? cepat bereskan kerjaan kamu, saya gak mau makan siang saya terlambat gara-gara menunggu asisten saya hanya bengong di situ." sarkasnya, Reno langsung keluar dari ruangan bosnya. dadanya masih dah dig dug karena pikiran buruknya.


di dalam mobil Andra belum mengeluarkan suara apapun, dalam otaknya terus berpikir tentang cara agar anak teman mamahnya tidak menyukainya, hingga ide gila melintas di otak cerdasnya, matanya melirik ke arah reno yang sedang mengemudi disampaikannya, di tatapnya dari atas hingga ke bawah membuat Reno semakin yakin dengan asumsinya.


" ada apa tuan? kenapa tuan ngeliatin saya sampai segitunya, saya masih doyan sama apem gak doyan sama coklat batangan". katanya dengan ambigu membuat kening Andra mengerutkan dahinya.


" maksud kamu apa? kamu ngira saya belok gitu?" Reno hanya tersenyum kikuk kerah bosnya, dia takut bosnya tersinggung dengan ucapannya.


" maaf tuan, lagian tuan ngeliatin saya sampai segitu nya, di tambah bos nggak nikah-nikah lagi padahal banyak banget perempuan yang mau jadi istrinya si boss, wajar saja saya curiga." terangnya membuat andra menghela nafas kasar.


memang benar selama ini banyak perempuan yang secara suka rela menjadi istri andra, baik kalangan pengusaha maupun dari kalangan entertainment, bahkan ada teman mantan istrinya yang selalu menggoda Andra. kerap kali datang ke perusahaan karena pernah terlibat kerjasama. tak sedikit pula rekan bisnis andra melempar anak gadisnya untuk memuluskan setelah kerjasamanya.

__ADS_1


namun Andra bukanlah pria yang senang dengan barang yang haram, walaupun sering kali menahan hasrat untuk bercinta saat di sodorkan wanita-wanita seksi bugil para koleganya, sebisa mungkin dia akan menahannya. dia bukanlah pria yang terlalu gampang celap-celup sana-sini.


" ren, kamu mau gak bantuin saya?" reno menoleh sekilas kearah bosnya.


" bantu apa bos." katanya dengan pandangannya kedepan.


" kamu gantiin saya buat ketemuan sama perempuan, dia anak temen mamah saya." ucapannya dengan mata memohon.


" waduh...gk berani saya kalau itu bos, kalau sampai ketahuan nyonya bos bisa di kirim ke cabang Kalimantan saya." membayangkannya saja sudah membuat Reno ngeri jika sampai di pindah ke Kalimantan.


Andra mendesah lirih, dia sudah pasrah. mungkin dia akan menggunakan cara kedua meskipun harga diri sebagai taruhannya.


Reno yang melihat bosnya begitu frustasi hanya merasa iba saja, sejak berpisah dengan mantan istrinya, bosnya sekarang tidak pernah terlihat dekat lagi dengan wanita manapun terkecuali nyonya bos dan para sepupunya, padahal mantan istrinya saja sudah terlihat move on, bahkan sering wara-wiri menggandeng pria lain saat di acara televisi. apa si bos trauma sama pernikahan ya? atau... punya si bos kecil kali, makanya dia minder kalo mau nikah lagi, takutnya di dicere-in lagi, pikirnya Reno jahat.


" kamu duduknya misah saja ren, pesan makan yang kamu inginkan. tapi jangan duduk terlalu jauh dari saya, jadi jika saya melambaikan tangan sama kamu , kamu harus segera mendekati saya!" titahnya membuat Reno membola seketika.


" bos kira lagi uji nyali, orang mau ketemuan sama cewek cantik juga, bukan mau ketemuan sama demit." balasnya, reno tak habis pikir dengan isi otak bosnya, bisa-bisanya cewek cantik disamakan dengan demit.


" kamu jangan terpesona luarnya saja ren, yang baik diluar belum tentu baik didalam!. lebih baik saya ketemuan sama demit daripada ketemuan sama nih cewek". ucapnya seraya menepuk-nepuk punggung asistennya sebelum berlalu


Andra kemudian duduk tak jauh dari meja bosnya. dari sini dia bisa melihat bosnya sedang sedikit berbasa-basi dengan seorang perempuan seksi, benar apa kata bosnya baik di luar belum tentu baik di dalam. melihat gelagat perempuan itu, sepertinya dia tipe perempuan yang gila fashion. lihat saja tubuh perempuan itu di penuhi barang-barang branded dan perhiasan yang begitu mencolok. dan sikapnya pada bosnya sangat agresif. seksi tapi murahan, batik Reno.

__ADS_1


dari arah pintu masuk datang seorang wanita cantik. dia seperti wanita kantoran terlihat dari pakaiannya namun saat perempuan itu mendekat reno tak sengaja melihat kebawah perempuan itu, matanya membola seketika, bukan sepatu kerja melainkan hanya sendal jepit rumahan yang terpasang di kaki jenjangnya, membuat Reno terkekeh sendiri seraya geleng-geleng di mejanya.


" ada-ada aja tuh cewe, cantik-cantik gak tau malu, baju dah oke gitu alas kakinya pake sendal yang buat ke kamar mandi, masuk kesini pula." kekehnya.


" eh tunggu-tunggu, bukannya tuh cewe yang kemaren meeting sama si bos, wah cantik-cantik kelakuannya aneh, cuek banget tuh cewek sama penampilan." lanjutnya lagi.


Clarissa yang baru masuk ke dalam restoran, mencari tempat duduk yang masih kosong, namun ternyata nihil, semua tempat duduk terasa penuh, seperti makan. siang kali ini dia memilih tempat yang salah.


" yah...penuh lagi, anda kurang beruntung nona." gumamnya sendiri. saat hendak berbalik tiba-tiba ada mencekal lengannya dari arah belakang.


" sayang...kamu disini?" matanya membola seketika mendengar mantan kakak iparnya memanggilnya dengan sayang,


" sayang ...maafin mas yah? jangan salah paham dulu dia bukan siapa-siapa kok?." lanjutnya lagi, rasanya Clarissa saat ini ingin membanting tubuh mantan kakak iparnya.


"tolongin mas kali ini, kamu bisa minta apa aja sebagai imbalannya," bisiknya pelan. dahi Clarissa mengernyitkan dia tak paham dengan maksud Andra, namun saat melihat ada seorang gadis yang ada di belakang Andra dia mengerti dengan situasi saat ini.


Clarissa tersenyum smirk ke arah Andra." yakin mau ngasih apa aja sama aku MAN--TAN KAKAK IPAR?." bisiknya penuh penekanan. Andra langsung mengangguk setuju.


"oke clarissa kita tunjukkan akting mu." ucapnya seraya mengibaskan rambut panjang hingga mengenai wajah Andra.


Andra meraba dadanya sendiri, saat ini entah kenapa jantungnya berdetak sangat kencang saat rambut Clarissa mengenai wajahnya.

__ADS_1


" ya ampun gue kenapa yah,? rasanya kok gini banget...sial, wangi banget tuh rambut" ucapnya kemudian mengikuti Clarissa dari belakang.


sementara Reno yang melihat kejadian itu hanya geleng-geleng kepalanya. bosnya memang selalu ada cara untuk menggagalkan rencana perjodohan yang diatur mamahnya.


__ADS_2