
suara tepukan tangan menggema di ruangan megah itu. Arumi yang saat ini menjadi sorotan teman-teman seangkatannya mau tak mau harus naik ke atas panggung untuk menyampaikan sepatah dua patah kepada mereka dia atas sana.
dengan perasaan ragu, dia melangkah kearah panggung. rasanya sangat gugup, ini seperti bukan dirinya yang biasa memiliki kepercayaan diri tinggi saat berlenggak lenggok di atas catwalk.
kemana Arumi yang seperti itu? entah lah.... semenjak dirinya melihat kedatangan mantan suaminya, hati Arumi berkecamuk. dia pikir hati dan pikirannya sudah tidak merasakan apapun jika berhadapan lagi dengan Andra, namun perkiraannya salah.
hatinya masih berdetak kencang seperti dulu untuk andra meskipun dia hanya melihatnya dari kejauhan.
saat berada di atas panggung mata Arumi terus menatap ke arah mantan suaminya, namun Andra tak menghiraukannya. bola matanya indahnya menyiratkan kerinduan pada pria tampan itu, hingga tak menyadari seorang gadis yang sedang berada di samping sang mantan.
sedangkan Andra yang ditatap seperti itu oleh mantan istrinya, hanya biasa saja. seolah itu tak berpengaruh apa-apa untuknya saat ini, namun dalam hati dia juga sama merindukannya.
tapi saat mengingat penghianatan yang dilakukan arumi, duda tampan itu langsung menepis semua sisa perasaan yang masih ada untuk arumi. bahkan jika memungkinkan Andra rela berpindah planet lain agar tak bertemu Arumi lagi.
saking bencinya mungkin....
hingga suara tepukan tangan mengakhiri sambutan dari arumi yang mewakili angkatannya.
" ehemmm...mending lah yang di tatap mulu dari atas panggung." goda Rendi, namun Andra tak bereaksi apa-apa.
sementara gadis yang ada disampingnya sedang ketar-ketir jika sang kakak tau kalo dia juga ada disini bersama mantan suaminya.
"Yoi...lumayan lah buat lepas kangen, dari pada liatin doang dari majalah sama tivi." sambung Ramon dengan terkekeh menimpali candaan Rendi.
suasana mendadak horor di meja itu, saat Andra hanya menunjukan wajah datarnya ketika di goda oleh teman-temannya.
jika sudah seperti itu, mereka tidak ingin menggoda Andra lagi karena takut jika temannya akan marah dan malah berimbas pada kerjaan. mereka takut jika Andra malah membatalkan kerjasamanya karena tersinggung dengan candaan mereka.
__ADS_1
" kak...aku mau ke toilet sebentar." bisik Clarissa di telinga Andra.
Andra mengangguk lalu bangkit dari kursinya, membuat gadis itu mengernyitkan dahinya
" ayok...!! mas antar ke toilet." Clarissa melongo, dia langsung menggeleng cepat saat Andra akan mengantarnya.
dia bukan anak kecil lagi yang tidak tau letak toiletnya dimana, jika memang benar tidak tahu gadis itu punya mulut untuk bertanya pada petugas hotel.
" cepat !!! mas cuma gak mau kamu kenapa-napa kalo ke toilet sendirian, kamu tahu kan saat ini sedang berada dimana? di hotel apapun bisa terjadi, banyak orang jahat berkeliaran disini." katanya lagi, membuat clarissa dan sahabat-sahabat menatap cengo ke arahnya.
" ayok sa, kamu jadi ke toilet enggak??." ucapnya lagi membuat semua orang yang ada di meja tersentak kaget dengan nada tinggi dari Andra .
" ah...eh iya, sabar." gadis itu menyambar tas kecilnya yang ada dimeja setelah membenarkan dress yang terlihat sedikit kusuk bekas ia duduk.
" ayok!!!."
sepertinya ada yang sedang di sembunyikan Andra dari mereka.
" loe kenal gak sih sama tuh cewe, kaya gak asing tapi lupa gue." tanya Ramon pada Rendi yang sedang memikirkan hal yang sama dengannya.
" hemmmm, iya berasa gak asing gue, tapi gak tau pernah liat dimana. apa di tivi yah? tapi masa gebetan si duda masa dari dunia entertainment lagi sih. emangnya gak kapok diselingkuhi apa ya?." balas Rendi yang langsung di angguki Ramon.
sedangkan para istri mereka malah sibuk melihat foto-foto mereka bersama arumi tadi, hingga tanpa sadar Bella istri dari Ramon mengucapkan sesuatu yang mengejutkan mereka semua yang ada di meja.
" kok cewe tadi mirip sama Arumi yah ran..?" tanya Bella pada Rania istri dari rendi, dan Ramon langsung merebut ponsel milik istrinya membuat sang istri murka seketika.
" ih... yang! kamu apa-apa sih! balikin handphone aku gak!." pekik Bella kepada suaminya.
__ADS_1
" bentar doang yang, cuma mau lihat doang kok." Ramon tetap melihat-lihat foto dari Arumi meski sang istri sudah menekuk wajahnya berlipat-lipat.
"lah Iyah ren, cewek yang Andra bawa masih ada kemiripan sama Arumi, wah....parah nih Andra. selama ini masih Belum juga move on dari mantan istri, sampai-sampai cari perempuan lain juga mirip banget sama mantannya." ucapnya seraya menunjukan foto itu pada Rendi.
Rendi yang melihat-lihat foto Arumi, dia jadi teringat dengan ucapan tuan ananta saat pertemuannya beberapa hari lalu.
" owh ..mungkin ini adiknya Arumi yang baru pulang dari Singapura Mon, dia yang bakalan gantiin posisi bokapnya di perusahaan RA group." Rendi melihat dengan seksama foto Arumi.
memang dilihat sekilas tidak ada kesamaan, tapi jika di pandang secara jelas, terlihat jelas kesamaan dari wajah keduanya.
sedangkan di toilet sana, Clarissa sangat tidak nyaman saat Andra menunggunya di depan toilet. rasanya dia seperti anak kecil yang diantar papahnya saat akan ke toilet.
Andra yang masih setia menunggu Clarissa di depan pintu toilet dikejutkan dengan Arumi yang baru saja keluar dari dalam sana.
tanpa sengaja mata mereka saling berpandangan, hingga Andra langsung memutuskannya begitu saja, seolah-olah bersikap tak pernah melihat kehadiran Arumi disana.
Namun berbeda dengan Arumi yang dengan beraninya langsung memeluk andra, saat laki-laki itu bersikap cuek dengannya. membuat lelaki itu tersentak kaget.
" gue kangen banget sama loe ndra! plis...sebentar saja kaya gini." ucapnya saat Andra berusaha melepaskan pelukan Arumi membuat laki-laki itu langsung terdiam. dia tak membalas namun tak memberontak lagi.
entah apa yang Andra rasakan saat ini, ada rasa rindu dalam hatinya, namun entah kenapa ada rasa tak nyaman di peluk oleh mantan istrinya saat ini, hingga taka lama kemudian pelukan itu terlepas.
" ini udah jadi pilihan loe sendiri, jadi nikmati hidup yang Loe miliki saat ini!! begitu pun gue saat ini yang sudah sangat menikmati hidup yang gue punya!!." ucapnya tegas kemudian langsung meninggalkan Arumi yang masih terpaku di tempat setelah mendengarkan kata-kata sarkas dari Andra.
di dalam sana tanpa sengaja Clarissa yang akan keluar namun harus terhenti saat melihat kakaknya sedang memeluk mantan kakak iparnya, rasanya ada yang nyeri saat melihat itu tapi entah apa dia tak tahu.
setelah beberapa saat dia memastikan lagi di luar sana sudah tidak ada orang, gadis itu keluar dari dalam toilet dan berniat kembali ke meja mereka saat tak melihat lagi Andra di depan pintu toilet, dia pikir Andra sudah kembali ke mejanya.
__ADS_1
namun saat hendak melangkah ponsel Clarissa berdering dari dalam tasnya, Andra menghubunginya untuk langsung segera ke parkiran saja, karena dia akan langsung pulang lagi tanpa meneruskan acara malam ini sampai selesai.