Jatuh Cinta Pada Mantan Kakak Ipar

Jatuh Cinta Pada Mantan Kakak Ipar
lembur


__ADS_3

jam pulang kantor pun tiba, semua karyawan terlihat menghambur keluar ruangan setelah waktu sudah menunjukan pukul 5 sore. namun tidak untuk clarissa. Gadis cantik itu masih saja setia duduk di kursi kerjanya dengan komputer yang masih menyala , Clarissa sengaja memutuskan untuk lembur karena dia ingin menyelesaikan pekerjaannya .


" mba cla...gak pulang?" tanya salah satu rekan kerjanya saat melihat clarissa yang masih anteng mantengin layar komputer.


clarissa menoleh kearahnya dan tersenyum seraya menggeleng." bentar lagi, aku mau selesain kerjaan ini dulu baru pulang." katanya kepada rekan kerjanya membuat orang itu mengangguk mengerti.


" mau aku bantu biar cepet selesai?" tawarnya namun clarissa langsung menggeleng seraya tersenyum kearahnya, meskipun mereka memaksa Clarissa tetap kekeh menolaknya. dia benar-benar tidak ingin merepotkan teman kerjanya apalagi sampai menghambat waktu pulang mereka.


" yasudah...kalau gitu kita pulang dulu yah cla...? inget....jangan terlalu malam lemburnya! masih bisa dilanjutkan lagi buat besok." ucapnya lagi yang langsung di jawab dengan acungan jempol kanannya kearah mereka.


mendapatkan rekan kerja seperti mereka adalah suatu keberuntungan bagi clarissa, berkat mereka Clarissa merasa terbantu untuk dirinya yang baru saja memulai karirnya, meskipun clarissa lulus dengan nilai cumlaude bukan menjadi jaminan dia tidak akan mendapatkan masalah dalam pekerjaan, pengalaman akan membuat seseorang lebih berbobot dibandingkan sebuah nilai akademik. untuk itu clarissa selalu belajar kepada mereka tentang banyak hal yang menyangkut pekerjaannya.


cukup lama dia berkutat dengan berkas-berkas yang ada di depannya di dalam ruangan yang sudah sangat sepi, karena hanya clarissa lah lembur hari ini hingga pekerjaannya benar-benar selesai. Clarissa melirik pergelangan tangan kirinya yang terdapat sebuah jam tangan mewah melingkar indah disana.


" udah malam ternyata." gumam nya saat melihat jam tangan mewah yang melingkar cantik ditangannya, gadis itu mulai membereskan pekerjaannya yang sudah ia selesaikan dan menyimpan file-file penting sebelum komputer di matikan.


setelah pekerjaannya beres, Clarissa beranjak dari kursinya dan berjalan keluar dari dalam ruangannya. keadaan kantor nampak sudah sangat sepi. beberapa lampu utama terlihat sudah di padamkan, hanya lampu kecil-kecil saja yang menerangi lorong kantor yang sengaja di nyalakan.


Clarissa terus berjalan menuju lobby setelah dia keluar dari lift yang membawanya turun dari lantai4, saat keluar dari pintu lobby, clarissa langsung di sapa oleh dua security yang sedang berjaga malam.


" selamat malam mba cla... lembur mba." clarissa tersenyum membalas sapaan dari security itu dengan ramah, dan tak lupa mengeluarkan sesuatu dari tasnya.

__ADS_1


" buat beli kopi biar gak ngantuk jaga malamnya." ucap Clarissa seraya menyodorkan dua lembar kertas berwarna merah yang membuat wajah mereka terlihat berbinar saat menerimanya, Mereka Tak menyangka dapat rejeki tak terduga dari anak pemilik perusahaan tempat mereka bekerja malam-malam begini.


" wah... terimakasih banyak mba, harusnya gak perlu kaya gini loh... orang ini udah tugas kita." ucapnya pria itu berbasa-basi saat menerimanya.


" gak papa pak...gak tiap hari juga kan? yasudah saya pulang dulu." pamit clarissa sebelum dia benar-benar pergi dari sana.


gadis itu kemudian melangkah kearah parkiran dimana letak mobilnya berada. terdengar bunyi yang sangat nyaring saat dia menekan sebuah tombol yang ada di kunci mobil. keadaan parkiran yang sangat sepi membuat dirinya sedikit merinding di tambah pencahayaan yang redup dia mempercepat langkah kakinya.


brakkkk..


setelah masuk ke dalam mobil dia menutup pintu mobil sedikit kencang dan langsung memasangkan sitbeltnya. malam ini cuaca sedikit mendung membuat clarissa memilih jalan pintas agar lebih cepat sampai rumah sebelum hujan turun, namun saat melintasi jalan yang sepi mobilnya tiba-tiba berhenti. membuat gadis itu berdecak sebal.


" ah...sial...sial...sial...gue harus terjebak disini!!! Daddy mommy I'm here alone, I'm afraid mom..." kesalnya sebelum akhirnya di mulai terisak di dalam mobil


disaat sedang seperti ini hujan malah turun dengan deras, membuat Clarissa semakin terisak dan ketakutan di dalam mobil sendirian. dia merutuku kebodohannya saat malah memilih jalan ini saat pulang tadi. dia berharap ada orang baik yang datang menolongnya, namun rasanya kemungkinan itu kecil sekali mengingat jalanan yang sepi begini ditambah hujan yang turun sangat deras. Clarissa hanya berdoa tidak akan ada orang jahat yang mengganggunya kalau memang dia harus benar-benar bermalam disini.


disaat dirinya sedang berdoa, dari kejauhan dia bisa melihat sorot lampu mobil lain yang akan melintas membuat wajahnya sedikit berbinar, doanya langsung di jawab oleh tuhan pikirnya. tanpa berfikir lagi clarissa langsung keluar dari dalam mobilnya untuk meminta bantuan kepada orang yang ada di dalam mobil itu.


clarissa melambaikan tangannya dan berteriak berharap mobil itu mau berhenti.


" TOLONG......!!!!!" teriaknya sekuat tenaga karena hujan yang begitu deras sedit membuat suaranya kalah dengan hujan.

__ADS_1


" TOLONG....!!!! teriaknya lagi seraya melambaikan tangannya dan tak lama mobil itu benar-benar berhenti di depannya.


wajah Clarissa berbinar saat usahanya tak sia-sia, dia langsung tersenyum ketika pintu mobil itu terbuka namun senyum berubah menjadi takut saat melihat beberapa pria keluar dari dalam mobil itu dengan senyum menyeringai kerahnya.


" hai cantik....ada apa nih sudah ganggu perjalanan kita?" tanyanya dengan tatapan yang sulit diartikan.


" weh....ngapain nih neng geulis malam - malam ujan-ujanan sendirian?." katanya yang satunya lagi membuat clarissa terlihat ketakutan. dia yang panik langsung membalikan badannya untuk segera masuk kedalam mobilnya, namun nahas tangannya di cekal oleh salah satu dari mereka.


" mai kemana neng? kok malah maen pergi aha sih? udah ganggu perjalanan kita malah maen pergi gitu aja " katanya lagi di tertawai dengan yang lain.


"ma--maaf sa-ya pikir ta-di teman sa-ya, sekali lagi ma--maaf. si-lahkan kalian bi-sa melanjutkan perjalanan lagi, sekali lagi saya m--minta ma-af." ucap Clarissa dengan terbata membuat mereka tertawa terbahak.


Clarissa semakin ketakutan dan kembali terisak saat cekalan ditangan nya semakin kencang. dia berusaha melepaskan cekalan di tangannya namun tak berhasil membuat mereka semakin terbahak.


" saya mohon...tolong lepaskan saya, saya akan kasih uang jika kalian lepaskan saya, tolong lepaskan saya..." ucapannya memelas berharap orang-orang itu mau melepaskannya.


" hahahaha.... kalo kita mau dua-duanya bagaimana? hah......!!!!!" katanya di dekat wajah clarissa membuay gafis itu tersentak kaget dan langsung kembali terisak.


" saya mohon lepaskan saya...saya akan berikan uang yang banyak pada kalian, tapi--- saya mohon lepaskan saya." mohonnya lagi namun salah satu dari mereka yang terlihat mabuk langsung mendekati clarissa berusaha untuk menciumnya, sekuat tenaga Clarissa memberontak saat dia berusaha menyentuh tubuhnya.nmun tenaga clarissa yang sudah lelah yang


" tolong...jangan... jangan lakukan itu pada saya, saya mohon."

__ADS_1


__ADS_2