
seorang ayah adalah sosok pria yang tegas bagi keluarganya, namun dia memiliki sisi lembut dan lemah dalam dirinya jika menyangkut tentang keluarganya. dia adalah sosok pahlawan bagi anak-anaknya serta cinta pertama untuk anak gadisnya. di balik ketegasannya dia hanya ingin menjadikan putrinya menjadi perempuan-perempuan di yang hebat dan bertanggung jawab
begitu pula apa yang Rizal ananta rasakan saat ini, dia merasa gagal menjadi seorang ayah untuk kedua anaknya perempuannya. dia gagal mendidik anak perempuan pertamanya dan gagal melindungi anak perempuan keduanya. dia merasa menjadi ayah yang sangat menyedihkan saat ini.
pikirannya menerawang ke masa beberapa tahun silam saat kedua anak perempuan masih dalam masa-masa pertumbuhan. Arumi yang kala itu berusia 10 tahun sedangkan Clarissa berumur 5 tahun, dimana dua malaikat kecil selalu berlari kearahnya saat melihat dia pulang dari kantor atau setelah bepergian tanpa mengajak mereka berdua.
" daddy....." teriak keduanya seraya berlari kepada Rizal saat dia baru saja keluar dari mobil.
Rizal yang mendengar suara teriakan kedua putri langsung berjongkok dan melebarkan kedua tangannya untuk menerima pelukan hangat dari kedua malaikat kecilnya itu dengan senyum yang paling hangat.
greppp....
mereka berdua terkekeh bersamaan saat sudah berada di dalam dekapan Rizal. kedua malaikat kecilnya itu melayang ciuman sayang kepada Rizal tepat kedua sisi pipinya membuat rasa lelah yang Rizal rasakan langsung sirna seketika.
" princess-princess daddy sudah pada cantik-cantik nih." mereka berdua tertawa senang saat sang Daddy memujinya.
" Daddy...apa pesanan Rumi sudah di bawakan?." Arumi bertanya kepada daddy, daddy tersenyum seraya mengangguk kerah anak pertamanya.
" jelas princess...pasti daddy bawakan untuk anak-anak daddy yang cantik-cantik ini." mereka berdua bersorak sambil bertepuk tangan Karena senang, Daddynya selalu memenuhi semua keinginan putri-putrinya itu.
" yasudah ayok masuk. nanti mommy marah kalau kita terlalu lama di luar." ajak daddy seraya menggandeng tangan kedua anaknya masuk kedalam rumah.
__ADS_1
pria baya itu tersenyum kecut saat mengingat semua itu, anak yang ia berikan kasih sayang penuh sedari kecil kenapa harus tumbuh menjadi dua kepribadian yang sangat berbeda.
rasanya masih tak percaya saat mengetahui fakta yang sebenarnya tentang anak pertamanya, jatungnya seperti di tikam oleh ribuan pedang. tanpa terasa kedua matanya mulai menggenang. Rizal langsung mendongak keatas untuk menghalau air matanya yang siap turun jika dia berkedip meski sebentar saja.
" huftttt......" gumam daddy seraya menghirup udara sebanyak-banyaknya dan mengeluarkannya dari mulut.
niatnya untuk kembali masuk kekamar rawat anaknya harus berhenti saat mendengar ungkapan hati anaknya. di kembali berbelok ke arah kantin dimana asistennya sudah menunggunya untuk perihal pekerjaan.
🌙
🌙
🌙
🌙
kedua kakinya ia turun dari atas ranjang dan segera melangkah masuk kedalam kamar mandi untuk segera membersihkan diri. padahal hari sudah benar-benar gelap, namun tak ada satu orangpun yang membangunkan nya. biasanya mamah akan selalu mengganggunya seharian jika putra semata wayangnya itu sedang ada dirumah. mamah akan menggedor pintu kamarnya jika dia tak keluar-keluar dari dalam kamarnya , atau mungkin mamah sudah menggedor tapi saking pulasnya andra sampai tak mendengar?
tak berselang lama dia keluar dari dalam kamar mandi dalam keadaan yang sudah fresh, entah dia mandi atau tidak didalam sana Hanya dia lah yang tahu. sebab penulisnya sendiri pun tak tahu.... hihihi.....
perutnya sudah sangat keroncongan mengingat sekarang sudah pukul 8 malam lebih, dia segera keluar dari dalam kamarnya. langkah kakinya Langsung dia seret menuju tempat dimana dia bisa menemukan makanan di dalam rumah ini.
__ADS_1
tiba lantai bawah, Andra melihat kedua orangtuanya masih duduk di meja makan dan sepertinya mereka baru sja selesai makan malam. Andra langsung mendekati mereka.
mamah yang melihat anaknya sudah bangun langsung menyapanya." kau sudah bangun sayang...?" Andra mengangguk saja, dia duduk di kursi yang ada disebrang kursi mamahnya.
papah melihat anaknya yang baru saja tiba di meja makan, dia kemudian meneguk minuman yang diberikan sebelumnya oleh istrinya sampai habis.
" kata mamah kamu sakit?" tanya papah pada putra semata wayangnya.
Andra yang merasa papah berbicara kepadanya langsung menoleh kearah pria baya itu." tidak sakit pah.... hanya sedikit pusing saja. mungkin kemarin malam kurang tidur makanya jadi begini." papah hany mengangguk saja namun mamah langsung mencibirnya.
" itu namanya sakit Andra.... entah itu cuma sakit kepala saja tetap saja namanya sakit....."omel mamah pada sang anak seraya memberikan piring yang sudah di isi nasi dan teman-temannya.
Andra langsung menerima apa yang disodorkan mamahnya kepadanya. dia langsung melahapnya Yano menghiraukan lagi gerutuan mamah saking perutnya yang sudah di merasa lapar.
" lagian kamu itu aneh, badan udah kerasa gak enak bukannya istirahat malah lebih mentingin kerajaan, papah juga gak kira-kira kalau ngasih kerjaan samaanaknya. mentang-mentang anaknya cerdas, diperalat deh otak anaknya. semua-muanya di kerjain. apa-apa diambil. heran mamah.... kita tuh udah kaya pah, gak usah lah semua bidang kita coba. fokus sja apa yang menjadi pokok perusahaannya kita. jangan terlalu mencoba bidang baru. kasian kan Andra jadinya, sibuk terus sampai sakit kepala gitu.gimana mau cari mantu lagi buat mamah kalo kerjaannya tiap hari ngapelin kertas-kertas Mulu. bisa-bisa mamah gak bakalan punya cucu, jadi buat apa punya uang banyak-banyak kalo gak ada yang bisa mamah senengin." cerocos mamah tak ada titik dan komanya, bahkan tak berhenti untuk mengambil nafas sebentar pun mirip orang yang sedang melakukan orasi didepan gedung MPR DPR saat demo, menggebu-gebu.
papah dan Andra melongo saat wanita kesayangan mereka yang selama ini terlihat menerima-menerima saja namun saat ini dia terlihat seperti sedang melakukan aksi protesnya terhadap kedua pria yang ada didepan saat ini.
bukan mamah namanya jika membiarkan mereka membalas ucapannya, mamah masih terus sja mengeluarkan uneg-unegnya yang selama ini dia simpan sendiri. tapi dengan kejadian sakit kepala Andra seperti memberikan akses buat mamah untuk mengeluarkan semua isi hatinya sebagai istri dan seorang ibu bagi anaknya yang berstatuskan duda tampan kaya raya tapi masih saja betah menjomblo padahal banyak sekali yang menawarkan diri untuk menjadi istri dari seorang Andra , CEO Aditama corp perusahaan bergengsi yang bisnisnya sekarang merambat ke bidang lainnya.
makan malam Andra kali ini seperti makan di tengah-tengah pesta kembang api, sangat memekakkan telinganya. setiap suapnya bukan hanya nasi dan lauk saja yang masuk kedalam tubuhnya, namun kata-kata pedas mamahnya juga ikut masuk ke telingnya, Bahkan papah yang biasanya setelah makan malam langsung beranjak ke ruang tengah untuk menonton acara kesukaan, dia harus stay di meja makan untuk mendengarkan kultum dari istrinya. mamah sebenarnya dulu adalah wanita yang sangat lembut dan tak banyak bicara, namun sejak pernah dikecewakan oleh menantunya yaitu mantan istri Andra dia jadi sedikit cerewet. apa-apa yang tidak sesuai dengan keinginannya langsung ia protes.
__ADS_1
Karena sejatinya wanita itu butuh didengarkan bukan hanya mendengarkan saja. sedangkan lelaki harus memahami itu.