
Reno yang masih setia melihat drama dari bosnya, duduk dengan santai menyantap makan siangnya yang mewah.
dimeja lain saat ini tengah terjadi ketegangan antara kubu Clarissa dengan Serena. mereka terlihat jelas sedang mengibarkan perang terbuka, jelas saja saat ini Serena berusaha mendapatkan perhatian dari Andra , sedangkan andra tetap cuek saja dan hanya memanjakan clarissa saat ini, dimana saat ini dia sedang memotong-motong steak yang akan gadis itu makan. sedangkan yang di beri perhatian hanya cuek saja, membuat serena sangat geram.
" kak, kamu kan kesini tujuannya makan siang sama aku, kenapa harus ajak dia kesini sih?" rajuknya pada Andra, Clarissa rasanya ingin muntah sekali mendengar nada merajuk serena pada andra yang sangat di buat-buat.
" kan sudah saya kasih tau, saya akan mengajak seseorang untuk menemani kita makan siang, makanya saya ngajak pacar saya biar dia juga gak salah paham." jawabnya sedikit ketus.
dibawah meja sana Serena tengah mengepalkan tangannya kuat-kuat, baru kali ini dia mendapatkan penghinaan seperti ini. selama ini dia yang selalu menolak pria-pria lain saat masih di amerika dulu.
" mas, kasihan tuh serena. dia juga mau di potong-potongin steaknya, kali aja tangannya lagi sakit juga kaya aku." sindiran clarissa membuat hati serena semakin panas.
'"owh gak perlu, saya itu perempuan mandiri, gak suka nyusahin cowoknya, lagian tuhan ngasih tangan buat di gunakan , bukan buat pajangan doang kan?" balasnya tak kalah pedas, Clarissa tersenyum miring lawannya kali ini tak pernah gentar, dia harus cari titik terlemahnya.
" owh, selagi punya pacar yang mau manjain kita kenapa enggak??? lagian pacar aku gak keberatan kok, apalagi udah lama kan dia menduda, jadi dia perlu belajar lagi buat manjain istrinya nanti. jadi kalo kami menikah nanti, dia udah inget cara manjain istri yang benar itu bagaimana, bener kan mas?". andra langsung mengangguk cepat tanpa ingin menimpali ucapan clarissa
mendengar kata menikah yang keluar dari mulut Clarissa membuat jantungnya berdebar-debar tak karuan, tiba-tiba saja dia membayangkan menikah dengan Clarissa, ah tidak mungkin pikirnya. dia langsung mengenyahkan pikirannya itu yang sudah terlalu jauh, saat ini Clarissa hanya sedang membantunya saja, tentu dengan imbalan yang akan Andra berikan.
Serena semakin geram dibuatnya, rivalnya kali ini bukan bermental tempe, dadanya sudah panas dengan kata-kata Clarissa, nafsu makannya tiba-tiba hilang. namun sebisa mungkin dia tidak mengamuk, yang akan membuat citranya buruk didepan Andra, bisa-bisa nanti dia kehilangan kesempatan menjadi nyonya Aditama. tak apa Andra saat ini memilih gadis ini pikirnya, yang terpenting restu dari mamahnya Andra sudah ia kantongi, jadi kesempatan yang menjadi nyonya Aditama jelas saja dia.
__ADS_1
" owh, kalo soal itu memang benar suami wajib memanjakan istrinya, tapi....kalo istrinya selalu bergantung pada suami, gimana nasib suaminya? siapa yang manjain suaminya? apa suami harus mencari itu dari wanita lain?." ucapnya dengan arogan.
Andra yang melihat situasinya semakin tak terkendali langsung angkat bicara, dia tidak mau ada yang baku hantam setelah ini. rencananya hanya ingin membuat Serena mundur saja, namun dia salah perkiraan. Serena bukan lah gadis yang mudah menyerah. dia semakin ambisius ingin memiliki andra.
"sudah yah ser, gak perlu di debat masalah ini. lagian yang saya manjakan itu pacar saya sendiri, bukan pacar orang. tapi... seperti yang kamu lihat saya sudah punya clarissa, tidak butuh wanita lain. saya juga sangat mencintainya, sebisa mungkin saya akan mempertahankan hubungan saya dengannya, sampai disini kamu pasti paham kan yang saya maksud?". jelas andra pada serena membuat gadis itu bungkam, sementara Clarissa hanya tersenyum miring kearah wanita itu.
" kamu masih muda dan cantik, sedangkan saya sudah duda, kamu bisa mencari lelaki lebih baik lagi dari saya. saya sudah memilih gadis lain yang akan menjadi pendamping hidup saya." ucapnya lagi kemudian menoleh ke arah Clarissa dan tanpa gadis itu duga andra meraih tangannya dan mengecupnya sekilas." ini adalah pilihan saya " lanjutnya lagi lantang.
tak lama kemudian Serena bangkit dari duduknya, hatinya sudah sangat panas meninggalkan mereka yang sedang memadu kasih. jika lewat jalur baik-baik tidak bisa, dia akan mendapatkan Andra lewat jalur alternatif yang lebih ekstrim.
bugh
" maksud kamu apa? cium-cium tangan segala? gak ada di perjanjian kita barusan ya!." sarkasnya. saat ini rasanya dia ingin menghajar pria ini yang sudah berniat mencium tangannya.
" ya ampun sa! itu namanya menjiwai peran, kalo gak gitu dia gak akan pergi-pergi. kamu liat sendiri kan dia langsung pergi pas saya cium tangan kamu." jelasnya lagi membuat gadis itu memicingkan matanya pada andra, saat ini aura clarissa ingin sekali memakan pria yang ada di depannya." lagian cuma cium tangan doang sampe di pukul gini." gumamnya namun masih terdengar oleh gadis itu.
Clarissa langsung bersiap untuk memukul lagi punggung Andra, namun Reno segera datang.
" wait...wait...wait... kenapa jadi ada
__ADS_1
adegan kdrtanya nih? bos gak papa." mata Andra dan Clarissa. langsung menatap tajam ke arah pria yang baru bergabung dengannya.
" kamu dari mana, saya liat di meja kamu udah gak ada?." tanyanya dengan sengak.
" oh...tadi ke toilet sebentar bos, emang ada yang saya lewatkan ya?" . tanyanya namun matanya memicing ke arah sebelah dimana sudah tidak ada serena disana. " loh ini demitnya udah pulang bos?." alis Clarissa mengernyitkan.
" demit?."
" iya mba cla....demit yang tadi duduk bersama kalian". seketika tawa Clarissa pecah membuat dua pria yang ada disana heran.
" what the hell??? jadi kamu mau di jodohin sama dedemit? habis cerai dari kakakku malah dapetnya yang lebih parah, isshhh....tragis sekali nasib mantan kakak iparku ini." ucapnya seraya meledek, Andra langsung tersenyum kecut saat di sangkut-pautkan dengan Arumi, hatinya kembali sakit jika ada yang mengingatkannya.
" bos tidak papa?" tanyanya saat menyadari perubahan wajah bosnya saat disinggung masalah Arumi.
" tidak papa jangan khawatir, yasudah, sebaiknya kita kembali ke kantor, jam makan siang sudah habis." jawabnya.
" oke clarissa, sepertinya saya harus balik lagi ke kantor, untuk imbalannya nanti kamu kabarin saya saja kalo sudah tau mau apa, dan terimakasih sudah membantu saya." ucapnya datar membuat gadis itu mengernyitkan dahinya.
" oh oke, secepatnya akan saya kabari." balasnya.
__ADS_1
mereka pun berpisah di restoran. Andra yang memilih duduk di belakang kemudi tak mengeluarkan suara apapun, sejak disinggung tentang mantan istrinya di mood-nya menjadi buruk. Reno yang melihat perubahan mood pada bosnya hanya menghela nafasnya saja. dalam hatinya dia terus mengumpat mulut manis clarissa.