
suara bariton Andra yang menggelegar membuat kedua orang yang sedang beradu argumen langsung menoleh kearahnya.
senyum Arumi langsung mengembang sempurna saat melihat Andra yang ternyata ada di belakangnya sedangkan Reno yang melihatnya itu hanya geleng-geleng kepala saja.
menurut pria tampan itu, pak bosnya adalah pria yang paling merugi. bisa-bisanya pernah menikahi wanita modelan kek Arumi. dari segi fisik emang oke pake banget lah buat di jadikan gandeng.
tapi----jika untuk dijadikan istri harusnya si-bos berfikir seribu kali mengingat watak wanita itu sangatlah jauh dari kata baik. gadis cantik namun arogan bahkan sangat lah angkuh. jika dia jadi Andra, Reno akan lebih memilih adik Arumi yang sangatlah Ramah dengan siapapun tanpa memandang jabatan. bukankah itu gadis yang sempurna untuk dijadikan istri?? cantik, baik hati dan tidak sombong...
dan yang terpenting adalah akhlak Clarissa jauh lebih baik dibandingkan Kakaknya, biarpun Arumi model kelas internasional, tapi jika tak punya attitude yang baik gak ada gunanya juga.
bola mata Andra terlihat melirik ke arah asistennya, Reno yang paham akan hal itu langsung pamit dari sana. senyum smirk tercekat jelas di wajah wanita yang berpakaian seksi itu saat melihat Reno yang di usir secara tidak langsung oleh mantan suaminya. Reno seketika langsung mengumpat dan mengutuk janda tak tau malu itu dalam hatinya.
sepeninggalan Reno dari sana, Andra menatap kearah mantan istrinya dengan datar meskipun saat ini Arumi terus tersenyum kepadanya.
" ada urusan apa loe datang kesini?" tanya Andra tanpa basa-basi lagi membuat senyum Arumi yang tadinya mengembang kini langsung surut seketika. dia kembali menampilkan wajah arogannya seperti biasa. Arumi yang jarang sekali menampilkan senyum membuat dirinya terlihat aneh didepan Andra.
" CK...gak sopan banget, masa ada tamu di suruh berdiri terus sih... jangankan di kasih minum, disuruh duduk juga enggak." sindirnya membuat Andra yang sedang tidak bersahabat berdecak sebal.
Andra meraup wajahnya kasar, mau apa lagi sebenernya mantan istrinya ini? sudah bagus 5 tahun ini mereka tidak pernah berkomunikasi lagi, namun kini Arumi malah datang ke kantornya dengan tidak tau malunya.
Andra berjalan menjauh dari sana yang diikuti oleh Arumi dibelakangnya. langkahnya terhenti saat berada di depan lift, kemudian mereka masuk kedalam kotak besi yang dapat bergerak itu menuju ke lantai 5. entah kemana Andra akan membawanya saat ini, Arumi hanya menurut saja.
Ting....
pintu lift itu terbuka setelah sampai di lantai yang Andra tuju. Andra membawa Arumi keluar dari kotak besi tersebut ke sebuah kantin yang ada di perusahaannya. kantin yang sangat luas dan sangat bersih yang di pakai para karyawan untuk beristirahat saat jam makan siang tiba. makanan disini tak kalah enak dari makanan yang di jual di luaran sana karena memang andra lah yang memilih menu yang ada di kantin tersebut.
" what... kantin? loe bawa gue ke kantin ndra? kenapa gak di coffe shop yang ada disebrang aja?" ucapnya karena tak habis pikir dengan Andra yang langsung membawanya ke kantin tanpa berbicara dulu, dia pikir Andra akan mengajaknya kesebuah ruangan yang lebih privat lagi selain ruangan kerjanya. namun perkiraannya salah membuat wanita itu sedikit kesal.
__ADS_1
" jangan pernah berekspektasi apapun lagi dari gue, karna apa yang ada di pikiran loe gak akan bisa gue penuhi lagi." ujar membuat mulut Arumi menganga seketika, yang kemudian langsung merenggut membuang pandangannya kearah lain.
Arumi menggeser benda yang ada di depannya untuk ia duduk. kemudian dia langsung mengambil sebuah tisu dan cairan disinfektan dari dalam tasnya yang langsung ia disemprotkan ke meja yang ada didepannya.
Andra yang melihat tingkah mantan istrinya itu hanya menggeleng saja, apakah mantan istrinya itu tidak pernah bercermin? kalau debu itu bahkan lebih suci dibanding dengan dirinya, debu bisa mensucikan orang dari hadas kecil di banding Arumi yang terlihat selalu bersih diluar namun sangat lah kotor didalamnya.
melihat ada pemilik perusahaan di tempat mereka berjualan datang kekantin, salah satu dari pelayan yang bekerja di kantin langsung mendatanginya. dia menanyakan barang kali ada sesuatu yang di butuhkan Andra dan wanita cantik yang tengah duduk bersamanya.
"loe mau pesan apa ?" tanyanya kepada Arumi yang tak ada lembut-lembutnya lagi seperti dulu. bahkan cara bicaranya dengan rival di pekerjaan saja jauh lebih lembut dibandingkan saat berbicara dengan Arumi.
Arumi menggeleng sebagai jawaban, mana mungkin dia mau makan dan minum di kantin seperti ini. paling tidak dia akan memilih makan di kafe dari pada di tempat seperti ini yang tidak tahu kehigienisannya.
" yasudah mbak... tolong bawakan pesanan saya saja, tamu saya sepertinya sedang diet." pelayan itu mengangguk saja kemudian berlalu dari sana.
kini hanya ada Arumi dan andra saja disana setelah pelayan itu pergi. Andra menatap wajah mantan istrinya itu lekat-lekat. rasanya malas sekali jika harus berlama-lama dengan mantan istrinya disini. Andra hanya tak habis pikir. dulu saat menjadi istrinya, Arumi tak pernah mau untuk menyambanginya walaupun hanya sekedar untuk makan siang bersama.
hebat sekali mantan istrinya sekarang. bisa seenak hati datang menemuinya. tanpa memperdulikan hati yang dulu sempat dia buat hancur berkeping-keping. mengingat itu Andra ingin sekali menyeretnya keluar dari gedung ini.
ehemmmm...
" sepertinya suatu kehormatan sekali bagi Aditama corp pagi-pagi sudah disambangi model terkenal macam loe pagi-pagi begini." basa-basi Andra dengan senyum miring diwajahnya.
"gue kangen sama loe, makanya gue dateng kesini. gak mungkin kan kalo gue datengin loe dirumah papah? yang ada gue bisa di cakar mamah." ucapnya enteng tanpa beban pada Andra yang membuat duda tampan itu langsung terkekeh.
ya... memang benar yang di ucapkan oleh Arumi. mamah memang sangat lah membenci mantan istrinya itu. bahkan jika mamah tahu dia datang menemui Andra lagi, wanita baya itu pasti akan langsung meluncur kesini demi mencakar wajah mantan menantunya itu.
"bahkan jika dia dengar loe masih manggil dia mamah bukan hanya akan di cakar, mungkin lebih dari itu." balas Andra santai.
__ADS_1
Arumi menghembuskan nafasnya kasar, sejak dulu memang dia tidak pernah akur dengan mamahnya Andra saat masih menjadi menantunya. di tambah dia menggugat cerai Andra lebih dulu hanya karena sebuah alasan tak masuk akal karena dia tidak ingin memiliki anak. bagaimana bisa seorang perempuan yang pernah lahir dari rahim seorang ibu tidak mau memiliki keturunan hanya karena tidak ingin tubuhnya yang indah rusak.
sungguh miris nasib anaknya mendapatkan istri macam Arumi pikir mamah.
" apa loe gak kangen sama gue ndra?." tanyanya pada Andra yang membuat lelaki itu langsung terkekeh kencang. bahkan saking kencangnya membuat mereka menjadi pusat perhatian orang-orang yang ada di kantin.
mereka yang ada di kantin menatap bos besar Aditama corp dengan heran, sebab baru kali ini mereka melihat bos besar itu tertawa begitu renyah. bagi mereka ini adalah pemandangan yang langka.
" apa itu harus benget gue jawab?" ucap Andra saat kekehannya sudah berhenti meskipun kadang masih terdengar karena ini sangatlah lucu baginya.
" kenapa? apa loe udah bener-bener lupain gue? apa udah ada perempuan lain yang sudah gantiin posisi gue di hati loe.?" cecar Arumi yang membuat dahi Andra mengernyit.
ada apa dengan Arumi saat ini? kenapa di seolah ingin tahu kehidupan pribadinya setelah perceraiannya 5 tahun lalu?
apa itu penting harus ia jawab? seharusnya arumi lah yang harus sadar diri untuk tak menanyakan hal pribadinya.
" sepertinya gak perlu gue jawab, karena semua itu gak ada hubungannya lagi sama loe." jawab Andra santai.
" owh ya...? bagaimana kalau nama perempuan yang ada di hati loe sekarang masih memiliki hubungan sama gue?" balasnya lagi membuat Andra menjengitkan sebelah alisnya.
" maksud loe apa?."
belum Arumi menjawab mereka harus terjeda dengan kedatangan pelayan mengantarkan pesanan Andra.
" terimakasih mbak...." ucap Andra saat pelayan itu menyajikan pesanan Andra ke atas meja. pelayan itu kemudian berlalu dari sana setelah membalas ucapan Andra.
Andra mulai menyantap pesanan selagi masih hangat. semangkok soto berkuah kekuningan yang masih mengepulkan asap ditambah satu sendok sambal sangat menggugah selera makan CEO Aditama corp. mungkin karena saat sarapan di rumah dia hanya makan sedikit membuat perutnya di jam segini sudah terasa keroncongan. dia melahap makanannya tanpa menghiraukan tatapan aneh dari mantan istrinya itu.
__ADS_1
masa bodo lah yang penting perut gue kenyang, pikirnya.
" loe--- kok bisa sih makan-makanan kaya gitu? ih.... pasti MSG-nya banyak banget tuh." ucap Arumi seolah jijik saat melihat makanan yang sedang di santap mantan suaminya itu.