
mobil Andra mulai memasuki pekarangan rumah orang tuanya hampir menjelang malam hari. keadaan rumah saat ini sudah sangat sepi karena hampir seluruh penghuninya sudah masuk ke alam mimpi, kecuali petugas keamanan yang memang bertugas menjaga keamanan rumah orangtuanya.
dengan langkah gontai duda tampan itu menaikan anak tangga satu persatu menuju kamarnya yang ada di lantai dua.
ceklekkkk
pria itu melangkah kedalam kamarnya yang masih dalam keadaan gelap dan langsung meraba dinding yang ada di dekat pintu untuk menyalakan lampu, seketika kamar itu menjadi terang.
pria tampan itu langsung melangkah kamar mandi untuk segera membersihkan diri karena tubuhnya sudah tidak merasa nyaman lagi. tak bersalah lama Andra sudah dalam keadaan bersih setelah keluar dari kamar mandi dengan handuk yang melilit di pinggangnya.
dia berjalan mendekati lemari besarnya untuk segera mengganti handuk dengan pakaian yang lebih nyaman untuk tidur.
brughhhhhh
Andra segera menjatuhkan tubuhnya di atas kasur bersiap untuk tidur, namun .... semakin pria itu mencoba berusaha untuk memejamkan mata, semakin tak bisa dia terlelap. pikirannya terus saja ada di rumah sakit, dimana ada seseorang yang ia kenal sedang terbaring disana. dia masih memikirkan keadaan Clarissa meskipun sudah ada Daddy dan mommynya disana. entah kenapa hatinya sakit melihat Clarissa dalam keadaan seperti ini, bayang-bayang saat clarissa menjerit dan memohon kepada para penjahat itu terus terngiang-ngiang di pikirannya.
akkkkkhhhh.... brengsekkkk....
prangg...
Andra melempar bantal yang ada di sampingnya ke sembarang arah dan jatuh mengenai bingkai foto yang ada di dinding.
nafasnya makin memburu saat mengingat wajah para pelaku itu tertawa saat clarissa terus memohon minta di lepaskan.
entah sudah berapa lama mata itu belum juga terpejam, hingga dia terbangun saat matahari sudah menyingsing cukup terik dan itu pun karena suara karena gedoran pintu dari luar kamarnya.
tok...tok...tok...
" ndra.....kamu belum bangun juga?".teriak seseorang dari balik pintu kamarnya.
__ADS_1
pria itu terlihat menyipitkan matanya untuk menyesuaikan cahaya matahari yang sudah mulai masuk kedalam kamarnya dengan bebas.
tok...tok...tok...
" ndra....kamu gak papa kan? ndra---
" hemmm...ada apa mah? aku baru bangun." katanya saat pintu dibuka, mamah mengernyitkan dahinya melihat wajah anaknya yang sangat tidak enak di pandang pagi ini.
" kamu oke kan ndra? gak sakit." Andra menggeleng malas.
" aku gak papa mah, jangan khawatir." jawabnya pada sang mamah.
wanita baya itu melongokan kepalanya ke dalam kamar sang anak karena merasa anaknya sedang menyembunyikan sesuatu darinya, dia juga mendapatkan laporan dari security depan kalau anaknya pulang hampir larut malam.
" mamah kenapa sih? ini weekend, gak mungkin kan nyuruh anaknya kerja?" wanita baya itu mencebik. dia juga tau kalau ini weekend, anak dan suaminya libur. dia hanya ingin memastikan saja keadaan anaknya. tak biasanya anaknya bangun se-siang ini, biarpun weekend dia akan tetep bangun seperti biasa.
" mamah cuma mau lihat keadaan kamu doang, memangnya apa salahnya? begitu Banget kamu sama mamah sendiri." gerutunya membuat Andra mendesah pelan.
" ya ampunnnm...Andra... kamu semalam habis ngapain sih? kenapa bisa berantakan benget begini? kamu abis ngamuk apa gimana sih semalem?." tanya mamah seraya mengomel ala-ala ibu kos.
" ini juga kenapa bisa sampai pecah begini? kamu abis ngapain sih semalam? mana pulang sampai larut, pulang-pulang malah ngamuk begini." omelnya lagi.
bukannya menjawab, Andra hanya diam saja saat mamahnya mulai berpidato dan pria itu langsung ngeluyur masuk ke kamar mandi membuat wanita yang sudah melahirkannya menggelengkan kepalanya saja.
" ada apa sih sebenarnya dengan anak itu, tingkahnya semakin tua semakin aneh saja ,di suruh kawin lagi gak mau, eh... kelakuan malah semakin kekanakan." gerutunya saat membenahi kekacauan yang di sebabkan oleh anaknya dan tak lama wanita itu keluar berteriak memanggil asisten rumah tangganya dati lantai atas.
" bi.......bibi......." teriaknya menggema hingga keseluruhan rumah membuat Andra yang baru saja keluar dari kamar mandi langsung menutup telinganya.
" bi.......bibi....." teriaknya lagi. terlihat seorang wanita yang jauh lebih tua dari nya tergopoh-gopoh naik ke lantai atas menemui nyonya besar rumah itu.
__ADS_1
" iya bu....ada apa? sampai manggil-manggilnya gitu banget, bapak sampe kesedak kopi dengar Teriak ibu.
nyonya rumah itu panik saat mendengar suaminya tersedak kopi karena teriakannya. dia langsung berlari meninggalkan bibi yang sudah mendatanginya membuat wanita baya itu menatap kepergian majikan dengan gelengan kepala.
Andra yang baru keluar dari kamar menatap heran kearah bibi yang sedang menatap heran kearah tangga yang tidak ada siapapun disana.
" ehmmm...bibi kenapa? kok malah bengong disini?" tanya Andra heran.
" eh....Aden... engga papa den. tadi bibi di panggil ibu, lah.....si ibu malah pergi gitu aja gak ngasih perintah apa-apa, kan bibi jadi bingung sendiri. ngapain tadi bibi di panggil kesini?" Andra mengernyitkan dahinya saat mendengar cerita bibi. mamahnya memang terkadang aneh pikir pria itu.
" owh mungkin mamah nyuruh bibi buat bersihin kamar aku, semalam aku gak sengaja nyenggol bingkai foto sampai jatuh." bibi manggut-manggut saja.
" yasudah bibi Ambil alatnya dulu di bawah buat bersihinnya, den..." Andra mengangguk saja dan bibi Kemudian turun ke bawah untuk mengambil sapu dan yang lainnya.
dan tak lama Andra turun kebawah, bergabung bersama mamah dan papah nya di ruang tengah. melihat anaknya datang mendekat, mamah langsung memasang wajah cemberutnya, mamah pasti sudah mengadukan keadaan di dalam kamarnya dengan papah, pikir Andra.
duda tampan itu duduk di kursi yang ada di depan papahnya, seorang pelayan datang membawakan segelas jus dan sandwich yang ia minta sebelum menemui pasangan baya itu.
" terimakasih kasih mbak..." pelayan itu mengangguk sopan kerah anak majikannya dengan senyum hangat.
" mamah bilang kamu pulang larut malam ndra...?" Andra yang sedang meminum jusnya langsung berhenti dan menoleh ke arah sang papah.
pria itu mengangguk " iya ...hampir jam dua belas." jawabnya setelahnya langsung melahap sandwich yang dibawakan oleh pelayannya.
papah menatap intens kearah anaknya yang sedang memakan sandwich, entah itu untuk sarapannya atau makan siangnya karena hati sudah menunjukan pukul 11 siang.
" ada masalah? di kantor mungkin atau----
" tidak ada pah, jangan khawatir." Andra meyakinkan papanya terlihat pria baya itu mengangguk saja.
__ADS_1
" kalo ada apa-apa jangan sungkan pada kami, kami ini orang tua kamu bukan orang lain..." Andra hanya tersenyum dan mengangguk saja setelah papah mengatakan itu padanya.