Jatuh Cinta Pada Mantan Kakak Ipar

Jatuh Cinta Pada Mantan Kakak Ipar
trauma


__ADS_3

" memangnya dari mana saja kamu ? sampai pulang tengah malam begitu? ." tanya mamah kepada anaknya.


Andra yang baru saja menyelesaikan sarapan menjelang makan siangnya langsung menoleh kearah wanita yang sudah melahirkannya ke dunia.


" gak dari mana-mana, abis kelar kerjaan langsung pulang, tapi pas di jalan pulang nolongin orang dulu mah..." mamah menelisik wajah anaknya untuk mencari kebohongan disana namun nyatanya tak menemukan itu di mata anaknya.


"memangnya siap yang kamu tolong sampai harus pulang jam segitu?' tanyanya lagi masih penasaran dengan apa yang terjadi semalam pada anaknya.


" perempuan mah...dia hampir di lecehkan di jalan sama beberapa pria. kebetulan aku dan Ramon pas lewat sana saat kita mau pulang meeting. kita berdua yang lihat ada kejadian seperti itu tentu gak bisa diem aja mah..." jawabnya apa adanya. wanita baya itu membolakan matanya, mamah sedikit terkejut saat Andra menceritakan semuanya.


" tapi kamu gak papa kan ndra? gak ada yang luka kan?" Andra menggeleng membuat wanita baya itu menghembuskan nafas lega.


" lain kali mamah gak mau kamu ikut campur dengan urusan seperti ini ndra, kamu kan bisa menelpon polisi ? mamah takut kamu yang malah di apa-apain sama mereka." Andra dan papahnya terlihat menghembuskan nafasnya saja melihat wanita yang mereka sayangi selalu saja bersikap egois dengan orang lain.


" mah... Kalau nunggu polisi datang dulu yang ada perempuan itu udah habis sama mereka, lagian Andra kan punya keahlian bela diri. jadi mana mungkin Andra biarin begitu saja kalau melihat mereka menganiaya perempuan yang gak berdaya di depan mata andra." jawaban Andra membuat wanita baya itu mendengus sebal.


" selalu saja gak pernah nurut kalau di bilangin sama mamah." gerutunya sebal kearah anaknya.


" mah.... sudah lah. yang ndra lakukan itu memang sudah benar, dan mamah sebagai sesama wanita harusnya memiliki rasa empati dengan perempuan itu. bukannya bangga apa yang anaknya lakukan mamah malah mengomel begitu." papah menggelengkan kepalanya saja melihat sikap istrinya yang tidak pernah berubah.


" huh...papah sama anak sama saja, gak ngertiin perasaan mamah." kesalanya bangkit dari sana meninggalkan anak dan suaminya.


papah dan Andra menghela nafasnya secara bersamaan saat melihat wanita yang mereka sayangi berlalu begitu saja dengan mengomel tiada henti.


" pah.." pria baya itu menoleh ke arah anaknya.


" why?." Andra mendesah lirih.


" perempuan yang aku tolong semalam itu anaknya Daddy Rizal ." papah tersentak kaget saat mendengar itu.


" siapa? Arumi mantan istri mu?." tanya papah yang penasaran.

__ADS_1


Andra menggeleng " bukan pah... dia Clarissa anak kedua dari Daddy Rizal." papah mengangguk saja.


" bukannya anak Rizal yang satu lagi sedang belajar di Singapura? " tanya papah lagi.


" dia sudah kembali, bahkan proyek kita yang bekerjasama dengan RA group dia yang memegang." papah diam mendengarkan saja.


" kalau begitu kita jenguk siang ini. sudah lama juga papah tidak bertemu deng Rizal." alis Andra menjengit.


" lalu mamah?." tanya Andra dengan wajah khawatir membuat pria baya itu terkekeh.


" jangan khawatirkan mamah mu, kita berdua saja yang akan menjenguknya." Andra mengangguk pelan.


" yasudah kalau begitu aku siap-siap dulu, papah juga mesti bersiap kan?." papah tertawa sangat kencang saat anaknya malah yang bersemangat padahal tadi dia mengkhawatirkan soal mamahnya.


" hah...anak itu ada-ada saja." pria baya itu kemudian bangkit dari sana berlalu menuju kamarnya.


dirumah sakit, clarissa yang sudah sadar sejak semalam terus saja menjerit saat membuka matanya. Daddy dan mommynya sampai tidak tega melihat keadaan anaknya seperti ini. Arumi yang di kabari oleh Daddynya langsung terbang dari Paris setelah pekerjaan modelingnya selesai.


" jangan.... tolong jangan.....aku mohon jangan...."


aaahhhhhhhhh


wanita yang sudah melahirkan clarissa menangis saat melihat putrinya terus menjerit saat di dekati orang lain bahkan dengan mereka sekalipun.


" dad...putri kita----." pria itu mendekap istrinya saat Dokter sedang menyuntik obat penenang kepada clarissa.


" sabar...ini ujian buat kita. clarissa pasti akan sembuh. ini hanya sementara sayang." ucap pria itu menenangkan hati istrinya.


ayah mana yang tak tega melihat kondisi putri nya yang memprihatinkan. sejujurnya Daddy ingin sekali ikut menangis, namun dia urungkan mengingat tak ada gunanya jika dia ikut menangis seperti istrinya. Putrinya tidak akan sembuh dengan dia menangis.


berusaha tegar dan terus menenangkan istrinya agar ikut tergar yang harus pria baya itu lakukan sekarang.

__ADS_1


" tapi kenapa harus clarissa yang mengalami semua ini dad." kata mommy terus saja mendebat Daddy. dia tidak terima dengan keadaan anaknya yang sekarang.


sebagai ibu yang sudah melahirkannya, dia sangat sakit melihat keadaan putrinya saat ini, bagaimana bisa penjahat-penjahat itu tega memperlakukan putrinya sampai seperti ini.


belum Daddy menjawab dokter yang menangani putrinya datang mendekat. terlihat jelas wajah khawatir dari sang dokter membuat mereka menjadi semakin khawatir.


" sepertinya putri anda perlu di tangani oleh dokter psikiater juga, di mengalami trauma yang sangat berat setelah kejadian itu." Daddy dan mommy langsung menatap nanar kearah putrinya setelah dokter mengatakan itu.


mereka syok, separah itukah trauma yang di alami oleh putrinya sampai membutuhkan seorang dokter psikiater? pasangan baya itu hanya bisa mengiyakannya saja selama itu untuk kesembuhan anaknya.


" lakukan yang terbaik untuk anak saya dokter, bila perlu datangkan dokter yang terbaik dari mana saja asal putri saya bisa sembuh." Kata Daddy pada dokter.


setelah dokter keluar dari ruangan rawat anaknya, pasangan baya itu mendekati ranjang dimana clarissa sudah tertidur pulas disana setelah di suntik dengan obat penenang oleh dokter.


" kasihan sekali kamu nak..." ucap mommy seraya mengusap rambut indah anaknya yang saat ini sudah terlihat sedikit berantakan.


cklekkkk


" dad...mom....sorry, I came late. bagaimana keadaan clarissa.??" tanya seseorang saat masuk kamar rawat clarissa.


pasangan Baya itu menoleh kearah pintu, mereka melihat anak sulungnya datang dengan wajah panik saat melihat adiknya tertidur di ranjang rumah sakit.


" Rum--- hiks ...hiks...hiks..." mommy menangis kembali dalam pelukan arumi saat gadis itu mendekap tubuh wanita yang sudah merawatnya sejak kecil.


" don't cry mom..., kita harus tegar demi kesembuhan Clarissa."Arumi mengelus pundak mommy saat wanita itu masih terus menangis dalam pelukannya.


Arumi mendekati ranjang sang adik, setelah pelukan mommy terlepas. di usapanya wajah clarissa yang sembab akibat terlalu banyak menangis dan histeris.


" hello beautiful sister, sister come home...you don't want to hug sister?" katanya, tak terasa sebulir air mata menetes dari matanya.


namun tak di nyana mereka pintu kamar rawat anaknya terbuka dan muncul seorang yang pernah menjadi bagian dari keluarga mereka, Andra datang bersama papahnya membuat mereka sedikit terkejut lebih tepatnya untuk Andra dan Arumi.

__ADS_1


__ADS_2