
mobil yang dinaiki Andra melesat menjauh dari pekarangan rumah orangtuanya menuju perusahaan Aditama corp. perusahaan yang sudah berdiri sejak zaman kakeknya, ayah dari papahnya. dimana dulu hanya dalam bidang fashion saja sekarang sudah merambah ke bidang lainnya salah satu adalah pembuatan apartemen-apartemen mewah yang sudah tersebar di berbagai kota besar di Indonesia.
mobil mewah Andra tiba didepan gedung mewah yang menjulang tinggi, entah berapa lantai yang ada di gedung itu. Reno segera turun dari mobil dan langsung membukakan pintu untuk bosnya. Andra yang baru keluar dari dalam mobil selalu menjadi pusat perhatian para karyawannya terutama untuk karyawan perempuan. entah andra sadar atau tidak, selama ini banyak karyawan perempuan yang berusaha mencari perhatian andra berharap menjadi nona muda Aditama selanjutnya, menggantikan posisi Arumi yang sudah lengser sejak beberapa tahun lalu.
" pagi pak...." Andra hanya mengangguk singkat saat para karyawannya menyapanya.
langkah tegapnya Terus melangkah menuju lift khusus untuk para petinggi perusahaan. semua mata karyawan wanita Aditama corp menatap penuh puja pada bosnya dudanya yang menurut mereka semakin hari semakin tampan saja saat di pandang.
" CK...CK...CK...gila tuh si bos, makin hari makin kinclong aja tuh muka... mana duda lagi, bikin tambah hot aja..." seru salah satu karyawan wanita saat Andra sudah berhasil masuk kedalam lift.
" he'em... gue aja sampe ngayalin dia setiap mau tidur malam." ujarnya lagi membuat teman-teman lainnya menatapnya dengan tatapan aneh.
"loe jadian pak boss sebagai fatasi kamu Al..." Alya tersenyum kikuk saat melihat semua temannya memandangnya dengan tatapan tak percaya.
Alya yang mereka tahu itu sebagai karyawan yang kalem tak banyak tingkah, ternyata lebih gila dari pada mereka. menjadikan bos mereka sebagai fantasi liarnya. semua temannya menggelengkan kepalanya, rasanya belum percaya begitu sja dengan perkataan Alya barusan.
" Loe kelihatan kalem taunya suhu loe ya, Al." ujar salah satu dari mereka dengan gelengan tak percaya.
" hehehe...gue juga normal kali. udah ah, ayo kerja...kerja...kerja...kita jemput rejeki kita di perusahaan ini, sapa tau bos terkesan dengan pekerjaan kita terus dia adopsi salah satu dari kita deh buat di jadikan istrinya." ucapnya dengan kekehan kecil di ujung kalimat yang membuat yang lainnya ikut terkekeh juga.
semua karyawan masuk dalam kubikel masing. setiap departemen sudah ramai dengan para karyawan yang sudah duduk di kursinya masing-masing. termasuk Andra yang saat ini sudah membuka laptopnya. entah apa yang di lihat saat ini terkadang membuat di mengernyitkan dahinya. Reni yang merasa ada yang tak beres dengan bosnya langsung menghampirinya.
" tuan...anda baik-baik saja." tanya Reno pada Andra karena merasa khawatir dengan keadaan bosnya ini.
" tak apa ren...kamu lebih baik bantu saya periksa berkas ini lagi sebelum saya tanda tangani" jawab Andra seraya memberikan sebuah map yang berisikan perkerjan para karyawannya.
__ADS_1
Andra menerima map itu dan langsung berlalu dari ruangan bosnya, dia akan mengerjakannya diruangan nya sendiri.
selepas perginya Reno dari ruangannya , Andra langsung menjatuhkan kepalanya ke sisi meja kerjanya. kepalanya benar-benar terasa berat saat ini. di langsung menghubungi kebagian pantry untuk membawakan minuman hangat dan obat untuk pusing, dan tak lam seorang karyawannya bagian pantry datang membawakan pesanannya.
Reno yang melihat seseorang OB akan masuk kedalam ruangan bosnya dengan membawa minuman hangat serta obat pereda pusing ikut masuk kedalam ruangan bosnya. sudah ia duga, bosnya sedang tidak baik-baik saja saat ini.
" Anda tidak apa-apa tuan? atau sebaiknya anda pulang saja jika anda kurang fit hari ini. biar saya yang urus sisanya." tanya Reno setelah OB itu pergi.
Andra menggelengkan kepalanya seraya memijit kening yang terasa berdenyut." tak apa...ini hanya pusing sedikit saja. setelah minum obat pasti sembuh. " jawabnya membuat Reno mengangguk ragu. bagaimana tidak, wajah bosnya saat ini terlihat sedikit pucat.
" baiklah...jika ada sesuatu panggil saya saja. atau apa perlu kita kerumah ?" tawarnya lagi.
" tak usah... kembali lah pada ruangan mu, dan kerjakan yang sudah aku perintahkan pada mu." jawabnya tegas yang tak ingin di bantah saat ini membuat Reno langsung menelan ludahnya dengan berat.
" ba--baik tuan..." ucap Andra terbata saat mendapatkan tatapan laser dari bosnya.
" huhffttt... fighting Andra...masa loe harus tumbang sih." ucapnya menyemangati diri sendiri.
dia beranjak dari kursi singgasananya berjalan kearah pintu yang ada di dalam sudut ruangannya. Andra masuk kedalam sana dimana ada ruangan seperti kamar yang terdapat ranjang yang berukuran sedang, ruangan ini adalah kamar yang selalu Andra gunakan untuk dia beristirahat sejenak jika sedang kelelahan saat bekerja, seperti sekarang ini.
Andra menaikan ranjang itu merebahkan tubuhnya diatas sana dan kemudian memejamkan mata, berharap dengan tidur sebentar rasa pusing yang melanda segera hilang.
diluar ruangan terlihat sudah beberapa kali staf penting di perusahaan itu mondar-mandir ingin meminta tanda tangan dari bosnya, Reno yang saat ini ada di depan sana langsung menyuruh mereka untuk kembali lagi setelah jam makan siang, pasalnya Reno tak ingin salah satu dari mereka terkena semprotan dari Andra yang saat ini sedang kurang fit, bisa saja moodnya ikut tak baik.
selepas kepergian mereka, Reno malah di buat tercengang dengan kedatangan lagi seseorang yang tak pernah disangka-sangka bahkan tidak di harapkan di kantor ini, apa mungkin jika bosnya tahu akan bersikap lebih darinya ?? entah apa reaksi bosnya nanti, dia hanya berharap kedatangan Arumi kesini tidak untuk membuat huru-hara di kantor ini.
__ADS_1
mau apalagi si nih Nene lampir nyamperin bos kesini?. Reno membatin.
" apa Andra ada di dalam?." tanyanya dengan angkuh seperti biasanya.
"maaf nona... ada keperluan apa nona mencari bos saya?." tanya Reno pada Arumi membuat sang model itu menatapnya tak suka saat ditanya seperti itu oleh orang seperti Reno yang baginya hanyalah seorang bawahan Andra.
clarissa menatap sinis ke arah reno." saya rasa itu bukan urusan kamu...!! kamu cukup menyampaikan saja kedatangan saya kesini sama tuan kamu itu, tak perlu banyak ikut campur...!!." ucapnya sarkas membuat Reno langsung mengumpatnya dalam hati. dia jadi heran dengan bosnya saat dulu mau menikah dengan perempuan seperti ini. jika saja Reno boleh menilai, lebih baik bosnya menikahi adik dari mantan istrinya itu dibandingkan Arumi yang sikap dan sifatnya berbaring terbalik dengan clarissa.
" maaf nona, sepertinya tuan Andra tak bisa diganggu siapapun hari ini. dia sedang sangat sibuk jika harus menanggapi hal-hal yang sudah tak penting lagi untuk dirinya." kata Reno membuat Arumi mendengus sebal.
" maksud kamu apa? kedatangan saya tak penting begitu?." Reno mengendikkan bahunya saja seolah tak takut berdebat dengan model yang bertaraf internasional ini.
" saya tidak bilang seperti itu , tapi jika nona cukup tahu diri pasti memahami apa yang saya ucapkan." katanya lagi yang langsung membuat Arumi naik darah. dadanya terasa sangat panas, dia mengangkat tangannya bersiap untuk memberikan sebuah tamparan di pipi sekretaris dari mantan, namun semua itu belum terjadi saat melihat pintu ruangan Andra terbuka dari dalam.
" ada apa ribut-ribut ini."
dudanya Aditama corp.
anak perawan ya daddy and mommy.
__ADS_1
jandanya Andra yang sexy.