Jatuh Cinta Pada Mantan Kakak Ipar

Jatuh Cinta Pada Mantan Kakak Ipar
masalah kantor


__ADS_3

keesokan harinya Clarissa dipusingkan dengan pekerjaannya di kantor. entah pergi kemana otak cerdasnya itu hari ini, rasa-rasanya apa yang ia kerjakan sejak pagi selalu saja ada yang salah di mata atasannya.


meskipun dia adalah putri dari pemilik perusahaan, tak membuat dirinya mendapatkan perlakuan istimewa dari atasannya. jika dia memang salah tetap mendapat teguran. sebab itu adalah aturan yang di buat langsung dari bos besar RA group. beliau tak ingin ada sikap diskriminatif di perusahaannya termasuk kepada anaknya sendiri. pria baya itu ingin anaknya banyak belajar lagi dan memulainya dari bawah sebelum nanti clarissa yang akan menggantikan posisinya. banyak pertimbangan yang harus dipikirkan. sebab tak mudah untuk menjadi seorang pemimpin perusahaan besar seperti RA group ini jika tak memiliki pengalaman dan pembelajaran yang luas.


seperti pagi ini, gadis itu sudah kena semprot untuk kedua kalinya oleh atasannya. meskipun tak fatal namun bisa mempengaruhi kinerja departemen yang lainnya. entah apa yang sebenarnya dipikirkan gadis itu hingga membuat fokus kerjanya terganggu dan pekerjaannya menjadi sedikit berantakan.


" saya harap kamu lebih fokus lagi, cla...kamu itu yang akan menjadi pengganti pak Rizal ! sebisa mungkin jangan membuat kesalahan yang sama dan tunjukan performa kamu untuk perusahaan ini. tapi jika kinerja kamu menurun seperti ini, saya kok jadi ragu yah...pada keputusan pak Rizal untuk mempercayakan perusahaannya sama kamu.?" ucapnya menohok. membuat gadis mengumpatnya dalam hati.


ucapan atasannya itu seperti bon cabe yang langsung di makan tanpa di campur apapun. pedas dan panas.


jika lama-lama begini terus, dia jadi kesal sendiri dengan kakaknya Arumi yang enak-enakan lepas tanggung jawabnya sebagai anak sulung.


ah....bikin beban banget sih.


mood Clarissa benar-benar berantakan hari ini. pekerjaan gak kelar-kelar, sekarang malah dapet ceramahan dari nyai rani tujuh hari tujuh malam.


" hemmm....baik mba Rani! nanti akan saya perbaiki lagi." jawabnya sedikit memelas berharap dikasihani namun tak ada toleransi untuk clarissa. jika sudah begini, Clarissa jadi merasa tak enak hati sendiri dengan rekan-rekan lainnya. karena dia... mereka jadi kerja dua kali .


" kamu sakit?" tanyanya lagi saat mendapatkan respon seperti itu, namun Clarissa langsung menggeleng.


" jika kurang enak badan lebih baik kamu pulang dan ini bisa kamu kerjakan di rumah. dari pada memaksakan berangkat tapi pekerjaan kamu tidak ada yang beres." tawarnya tulus namun ditolak gadis itu.


"aku baik-baik saja mbak. mungkin efek kurang tidur semalam jadi gak fokus hari ini. sekali lagi maaf ya...jadi menghambat pekerjaan yang lainnya." jawabnya tak kalah tulus meskipun tadi sempat di buat meradang oleh kata-katanya.


Clarisa keluar dari ruangan atasannya dengan langkah lunglai setelah 30 menit mendapatkan ceramahan yang membuat otaknya penuh seketika. dari a sampai z dan dari Sabang sampai Merauke segala macam di bahas. entah kenapa otaknya hari ini tak bisa diajak kompromi dengan baik.


bukan langsung ke ruangannya melainkan berbelok menuju kearah pantry. saat ini dia butuh minum yang hangat dan manis untuk mengembalikan konsentrasinya.


saat masuk pantry ada ternyata ada beberapa karyawan yang akan membuat minuman juga, mereka pun berbasa-basi menyapa clarissa.


" siang mba cla..." sapa salah satunya yang langsung Clarissa balas dengan anggukan kepalanya disertai senyuman di bibirnya

__ADS_1


" mau bikin kopi juga mba?." tanyanya pada Clarissa.


" hemm...iya! mata ku sedikit ngantuk." jawab Clarissa lagi.


" mau saya buatkan sekalian? kebetulan saya mau buat kopi mba..." tawarnya yang di balas anggukan langsung oleh Clarissa.


" boleh...kalo gak keberatan." jawab Clarissa menampilkan senyuman manisnya dan gadis itu pun ikut tersenyum.


usai mendapatkan kopi, gadis itu kembali kedalam ruang kerjanya. dengan cuek dia masuk tak menghiraukan tatapan-tatapan iba yang mengarah padanya. melihat clarissa seperti biasa saja, membuat jiwa-jiwa penasaran mereka bangkit dari alamnya.


" mba cla.... are you oke?" tanya salah satu rekan kerjanya yang ada disana.


clarissa yang di panggil menoleh, dan tersenyum padanya." I'm fine, don't worry." mereka semua mengangguk seakan mereka semua juga ikut bertanya.


" mba--- yakin?." tanyanya lagi ragu-ragu, membuat gadis itu langsung tersenyum kearah.


" yes!! Iam fine, don't worry." Clarissa menjawab lagi.


mereka saling melirik, tak biasanya melihat Clarissa tampak kusut seperti itu. biasanya melihat Clarissa yang energik.


" gak papa mba cla, kita kan manusia biasa. hal yang wajar jika kita pernah melakukan keteledoran, jadi jangan di jadikan beban. anggap saja ini sebagai ujian kenaikan level untuk diri kita. kalau gak pernah terjadi seperti ini, kita gak akan pernah bisa belajar dan tau kelemahan yang kita punya, mba..." terang salah satu dari mereka yang lebih senior.


benar yang dikatakan rekannya yang satu ini, harusnya dia lebih semangat lagi. hal seperti memang wajar terjadi di dunia pekerjaannya, entah kenapa dirinya begitu baperan hari ini, mendengarkan ceramahan mba Rani membuat moodnya anjlok.


" hemmm...kakak benar, aku yang lagi baperan aja hari ini. jadi gak bisa berfikir jernih. hehehe." katanya disertai kekehan kecil di akhir kalimatnya.


mereka semua pun melanjutkan pekerjaan yang sempat tertunda, kali ininmerka benar-benar saling kerja sama. tak ada istilah yang namanya senior dan junior, semuanya sama.


hingga tak terasa jam makan siang tiba, semua sangat antusias karena sejak tadi perut mereka sudah sangat lapar. mengerjakan ulang pekerjaan membuat otak mereka berfikir lebih keras.


Clarissa yang mereka tidak enak dengan mereka, akhirnya mentraktir mereka makan di restoran yang ada di dekat kantornya.

__ADS_1


" makasih loh mba...ya ampun harusnya gak usah traktir-traktiran kaya gini juga kita gak papa, kan memang udah tugas kita juga mba...." ucap salah satunya merasa tak enak karena canggung akan makan dengan anak pemilik perusahaan tempat mereka bekerja.


Clarissa terkekeh karena mereka yang masih saja canggung dengannya." gak papa, anggep aja ini reward dari saya karena kalian benar-benar membantu saya hari ini."


usai makan siang mereka kembali sibuk dengan perkerjan masing-masing. begitu pun clarissa yang sedang sibuk di depan komputernya hingga tak menyadari jika Daddynya masuk kedalam ruangannya dan membuat rekan-rekan kerjanya panik.


pasalnya selama mereka bekerja disini tak pernah sekalipun bos besar nya menginjakan kakinya kedalam ruangan mereka, jika pun ada perlu dengan divisi mereka maka sang asisten lah yang akan mendatanginya. namun sepertinya hal ini akan sering terjadi selama Clarissa masih ada di divisi mereka.


" sedang sibuk? " gadis itu tersentak kaget saat ada mendengar suara di belakangnya.


" Daddy...bikin aku kaget saja.!" katanya mencebik saat menoleh kebelakang


Daddy terkekeh melihat wajah kaget putrinya." sudah makan siang?." gadis itu mengangguk.


" sudah, tadi makan bareng yang." jawabnya lagi.


Daddy terlihat mengangguk dan melirik kearah rekan-rekan kerja anaknya, kemudian terkekeh saat melihat wajah-wajah mereka yang terlihat tegang sejak kedatangannya keruangan mereka. tak ada yang berani mengganggu percakapan antara ayah dan anak itu, meskipun hanya untuk sekedar melirik mereka saja rasanya sangat segan.


" mereka semua kenapa?." Clarissa mendongak kemudian melirik ke arah yang di maksud mereka.


"mereka takut dengam Daddy, makanya kalo mau masuk sini tinggalin dulu wajah galak Daddy." ucapnya membuat sang Daddy mencebik.


" kamu ini, sama saja dengan mommy mu. mana ada wajah daddy yangvtamoan ini di bilang galak." Clarissa terkekeh, memang benar kata mommynya jika sedang di kantor wajah Daddy terlihat sangat tegas. itu semua Daddy lakukan agar terlihat berwibawa didepan karyawan-karyawannya.


" yasudah ..Daddy balik lagi keruangan, dan kamu harus lebih fokus lagi sama kerjaan kamu. jangan sampai kejadian kaya tadi pagi." Clarissa menelan ludahnya kasar, harusnya dia tahu maksud kedatangan daddy ke ruangannya.


" i--iya dad, sorry." cicitnya terbata, daddy tersenyum dan mengusap kepala putri dengan lembut.


" gak apa-apa, cukup jangan ulangi kesalahan yang sama, dan belajarlah dari kesalahan ini." gadis itu mengangguk dan langsung tersenyum kearah daddynya.


ruangan kembali menjadi normal saat bos merek keluar dari ruangan mereka, semuanya tampak bernafas lega dan itu membuat clarissa terkekeh menggeleng-gelengkan kepalanya. bagaimana bisa Daddy membuat semua karyawan di kantor ini sangat takut dan sangat segan kepadanya, padahal Daddy tak melakukan apapun, dia hanya ingin mengunjungi anaknya bukan ingin mengontrol pekerjaan mereka.

__ADS_1


__ADS_2