Jatuh Cinta Pada Mantan Kakak Ipar

Jatuh Cinta Pada Mantan Kakak Ipar
kunjungan mantan besan


__ADS_3

suasana ruang kamar rawat clarissa tiba-tiba menjadi canggung setelah kedatangan dua pria yang berbeda generasi itu. Andra dan papahnya sengaja datang untuk menjenguk clarissa tepat setelah tak lama Arumi masuk kedalam kamar rawat sang adik. ini adalah pertemuan untuk pertama kalinya mantan menantu dan mantan besan antara keluarga Aditama dan keluarga Ananta.


" maaf sebelumnya kami tidak mengabari lebih dulu saat kami akan datangan kemari." papah berucap merasa tak enak saat melihat wajah kaget mereka yang ada di dalam kamar rawat clarissa.


" ah... tidak-tidak tuan Aditama, justru saya senang anda mau menengok anak kami clarissa, sekaligus kami juga ingin berterimakasih pada anda karena berkat putra anda, anak kami tidak sampai mengalami hal yang lebih gila dari itu meskipun saat ini keadaan clarissa masih sangat memprihatikan." jawab Daddy lirih membuat kening Andra dan papahnya mengernyit.


" apa clarissa belum sadar sejak semalam dad? " tanya Andra langsung seraya melirik clarissa yang masih memejamkan mata setelah mendapatkan suntikan obat penenang.


" sudah, dia sudah sadar, tapi...dia selalu histeris saat membuka matanya...dia terus berteriak padahal ada kami di depannya. kami sendiri juga bingung. kata dokter clarissa mengalami trauma yang berat." jelas Daddy membuat dada Andra begitu sesak saat mendengarkannya.


" apa separah itu dad?." Daddy mengangguk sebagai jawabannya.


" iya, clarissa butuh bimbingan psikiater untuk sembuh." Andra terlihat mengangguk pelan dengan mata mengarah pada clarissa tak perduli ada seseorang disana yang sejak tadi terus memandang nya dengan tatapan kerinduan.


papah dan Daddy duduk di sofa yang ada di ruangan itu, sementara mommy pamit Keluar membeli sesuatu, sedangkan Andra tetap menghampiri Clarissa meskipun disana ada Arumi yang sedang duduk disamping adiknya.


" terimakasih kasih loe udah nolongin adik gu----."


" gak perlu bilang terima kasih, Karena semua orang pasti akan melakukan hal yang sama seperti gue jika melihat kejadian seperti itu." potong Andra dengan cepat karena dia tak mau Arumi salah paham karena mengira andra masih memiliki perasaan yang sama seperti dulu.


" oh... i---iya. loe benar. semua orang pasti akan melakukan itu semua. tapi tetap saja gue ingin berterima kasih sama loe karena udah nolongin adik gue." Andra mengangguk sja tak berniat menimpali lagi ucapan mantan istri itu .


jika saat pertemuannya di reuni kampus waktu itu hati Andra masih sedikit berdebar untuk Arumi, lain halnya sekarang. hatinya tak merespon apapun saat berdekatan dengan mantan istrinya itu. bahkan seolah tak ada pengaruhnya apapun untuknya. fokusnya kali ini hanya untuk clarissa. mata tajamnya sedari tadi terus menatap wajah sayu clarissa yang pucat.

__ADS_1


sedangkan Arumi sedari tadi terus menatap wajah tampan pria yang pernah menjadi bagian dari hidupnya. tak perduli saat ini pria itu menunjukkan wajah datarnya kepada dirinya. namun hatinya sedikit nyeri saat Andra dengan terang-terangan terus memandang wajah sang adik. tatapan mata itu pernah ia dapatkan dulu sebelum dirinya membuang Andra dari hidupnya dan sekarang dengan terang-terangan tatapan itu di berikan Andra untuk adiknya.


semoga perkiraan gue salah ndra...loe gak punya perasaan apapun kan sama adik gue ???, batin Arumi berbicara.


tak lama mommy datang membawa beberapa cup kopi ternama di tangannya dan beberapa cemilan yang mommy beli untuk mereka semua. Andra yang sedang berdiri di sisi ranjang clarissa menoleh saat mommy memanggilnya.


" ayok... duduk dan di minum dulu kopinya mumpung masih hangat, mommy sudah membelikannya untuk kamu dan jangan sampai gak di minum." Andra mengangguk saja saat menerima kopi yang diberikan oleh nyonya ananta itu.


" sudah sejak kapan clarissa tertidur mom?" tanya andra kepada wanita baya itu setelah menyesap kopi yang ada ditangannya.


" sejak pagi, saat ini memang itulah yang dibutuhkan clarissa kata dokter, sampai jiwanya tenang baru dokter tidak akan memberikan obat penenang lagi padanya." duda tampan itu tertegun. dia jadi berandai-andai sendiri, jika saja di lewat jalan itu tepat waktu, mungkin kejadian seperti ini tidak akan pernah di alam oleh gadis itu.


"mom...aku mau pulang dulu yah? nanti Rumi kesini lagi setelah clarissa bangun." semua orang menoleh terkecuali Andra saat mantan istrinya itu berbicara.


"aduh...maaf sayang.... mommy sampai lupa kalo baru sampai dari Paris, yasudah sana kamu istirahat dulu di rumah. nanti kalau adik kamu sudah bangun mommy kabari." janda cantik itu mengangguk saja.


hati Arumi mencelos saat di abaikan oleh mantan suaminya dan lebih memilih mendekati adiknya disana. rasa cemburu pun merasuki hati dan pikirannya kini.


namun saat beberapa langkah akan keluar tiba-tiba clarissa tersadar dari tidurnya dan menjerit histeris seketika.


ahhhhhhh........


" jangan...jangan.....lepasin.....gak mau....tolong....."

__ADS_1


Andra yang sedang duduk di samping ranjangnya tersentak kaget saat tiba-tiba clarissa berteriak histeris seperti itu, dengan sigap laki-laki itu langsung bangkit dan menenangkannya.


" hei...hei....sa, ini mas....lihat ini mas....jangan takut lagi oke...." Andra terus berbicara saat gadis itu masih berteriak.


" sa... liat ini mas, mereka sudah tidak ada, kamu aman, oke!!! liat ....!!! ini mas." katanya lagi, clarissa menoleh kearah dimana Andra berdiri disampingnya, seketika clarissa langsung memeluk tubuh duda tampan itu dengan erat seolah takut dengan sesuatu.


" tolong... tolong kak, tolongin aku, mereka jahat Kaka, mereka orang jahat..." Andra membalas pelukan clarissa tak kalah eratnya membuat semua orang yang ada disana menatap tak percaya kearah mereka.


" hei lihat, kamu aman, mereka sudah tidak ada, jangan khawatir lagi yah? disini banyak yang jagain kamu sekarang, ada mommy sama Daddy juga lihat!!! Mereka ada untukmu disini." katanya lagi saat clarissa masih saja ketakutan. namun setelah mendengar kata mommy dan daddynya gadis itu mendongak kearah Andara uang yang saat ini tengah memeluknya.


" mom--mommy ?" ulangnya terbata dan Andra menjawabnya dengan anggukan kepala .


" ya ada mommy sama daddy disini, mereka jagain kamu dari semalam." Andra menunjuk kearah dimana pasangan baya itu tengah menatap kearah mereka dengan mata mommy yang sudah berkaca-kaca.


" mommy?." ulangnya lagi.


" iya mommy and Daddy." jawab Andra lagi dengan senyum di wajahnya.


mommy dan daddy melangkah mendekati ranjang putrinya. clarissa menatap kedua orangtuanya secara bergantian kemudian langsung memeluk mommy seraya menumpahkan tangisnya dipelukan sang mommy.


Andra memundurkan dirinya memberikan ruang untuk mereka. dia melangkah ke arah papah yang saat ini tengah menatap kearahnya dengan tatapan yang sulit di artikan. sementara Arumi yang berencana akan pulang namun ia urungkan ketika melihat adiknya sudah saday. dia mendekati clarissa dimana saat ini gadis itu tengah menangis dalam pelukan sang mommy.


"papah minta penjelasan sama kamu di rumah nanti." ucap pria baya itu tiba-tiba saat anaknya sidah berdiri disampingnya.

__ADS_1


Andra menoleh kearah papahnya Seraya menaikan sebelah alisnya." penjelasan apa maksud papah.?" tanyanya membuat pria baya itu menghembuskan nafas berat.


" nanti saja saat di rumah kita bahas lagi dan sebaiknya kita pulang saja seperti anaknya ananta juga sudah lebih baik setelah mendapatkan pelukan dari seorang." sindir pria baya itu kepada putranya.


__ADS_2