Jatuh Cinta Pada Mantan Kakak Ipar

Jatuh Cinta Pada Mantan Kakak Ipar
sisi lain andra


__ADS_3

hari yang di nantikan sang ayah pun tiba, dimana putrinya akan bergabung di perusahaan. pagi ini Clarissa sudah siap dengan outfit kantornya. dia terlihat seperti dewasa ketika memakai pakaian seperti itu. jemari tangannya dengan lihai mulai memoleskan makeup tipis pada wajahnya. rambut yang sengaja dibiarin namun ia Curly sedikit di ujungnya manambah kesan manis.


tok...tok...tok...


" non Clarissa, Sudah di tunggu nyonya sama tuan di meja makan!" pekik seseorang dari luar kamar.


" ya... bilang mommy, sebentar lagi turun." jawabnya tak kalah kencang. tak ada sahutan lagi dari luar setelah Clarissa menjawabnya.


" udah cantik banget gue, pasti rapat kali ini sukses." gadis itu terkikik geli di depan cermin membayangkan pertemuan pertama dengan perusahaan yang akan berkerja sama dengan perusahaan daddynya. tak ketinggalan pula dia menyambar clutchnya nya sebelum turun.


tap...tap...tap...


gadis itu turun dari tangga dengan senyum cerianya, membuat siapa saja yang melihatnya pasti akan terpesona. pasangan suami-isteri yang sedang ada di meja makan pun ikut tersenyum melihat anaknya yang baru saja turun dengan semangat di pagi ini.


"morning mom, dad." sapanya seraya menggeret kursi yang ada di depan mommynya.


" morning honey." balas pasangan suami-istri itu secara bersamaan.


"semangat sekali lagi ini kamu sa?" clarissa melirik sang mommy yang sedang menyindirnya saat gadis itu sedang mengambil sarapannya.


" iya donk, ini kan hari pertamaku kerja, aku ga mau ngecewain bos aku mom" di liriknya sang Daddy yang masih serius dengan sarapannya. sang Daddy langsung tertawa mendapat sindiran dari putrinya.


" bagus itu, anak muda harus punya semangat yang tinggi...buat perusahaan bangga sama pencapaian kamu".


" dan apa kamu sudah siap dengan tugas pertamamu hari ini?" lanjutnya lagi. gadis itu langsung mengangguk ke arah Daddynya.


" siap dad! aku bakalan nunjukin performa terbaik ku di perusahaan, so Daddy just sit back and accept the results later." jawabnya percaya diri. mommy hanya mencibir ucapan sang anak.


keluarga itu pun melanjutkan sarapan nya dengan perbincangan kecil, sesekali mommy menimpali percakapan antara ayah dan anak itu. dia yang sedikit tau tentang proyek pertama putrinya mulai membuka suaranya untuk memberikan pendapatnya.

__ADS_1


" Daddy sudah selesai, kamu mau berangkat sendiri atau sama daddy?." tanyanya pada sang anak.


" aku bawa mobil sendiri aja dad." Daddy mengangguk saja seraya bangkit dari duduknya diikuti mommy, tak lupa mommy membawakan tas kerja suaminya untuk mengantarnya sampai depan.


" dad...apa kamu yakin menyerahkan proyek ini sama Clarissa?" Daddy menghentikan langkahnya di depan pintu menoleh kearah sang istri dengan dahi mengernyit.


" why?." mommy hanya menjawabnya dengan mengendikkan bahunya.


" kamu gak yakin dengan kemampuan anakmu sendiri?." mommy terdiam belum menimpali ucapan suaminya.


" bukan tak yakin, di baru pertama terjun ke perusahaan, lalu Daddy langsung menyuruhnya memegang proyek besar, mommy pikir ini masih terlalu dini. masih banyak juga kan karyawan Daddy yang lebih kompeten di perusahaan."jelasnya, Daddy langsung tersenyum melihat sang istri yang masih meragukan kemampuan anaknya.


" jangan khawatir! Daddy bukan tanpa pertimbangan memilih anak kita untuk terjun langsung ke proyek ini, mommy tau yg siapa yang akan bekerjasama dengan kita?" sang istri mengernyitkan dahinya lalu menggeleng.


" Andra mom!". mommy semakin bingung maksud dari perkataan suaminya.


" lalu apa hubungannya dengan itu?"


" yasudah aku berangkat dulu yah, baik-baik dirumah" mommy langsung meraih tangan sang suami untuk ia cium takzim dan Daddy membalasnya dengan ciuman di kening sang istri.


mommy melambaikan tangannya kearah mobil yang di naiki sang suami setelah mobil mulai melaju keluar gerbang, tak lama kemudian Clarissa muncul dari arah belakang mengagetkan sang mommy.


" aku juga berangkat yah mom." katanya seraya meraih tangannya sang mommy untuk ia cium, tak ketinggalan pula pipi sang mommy.


mommy mendesah pelan saat mobil anaknya mulai melaju. dia kembali sendirian di dalam rumah megah itu meski banyak pelayan disana. setelah dinikahi oleh Rizal ananta, hidup putri wirawan berubah menjadi seperti ratu dalam sangkar. dia tak di perbolehkan bekerja lagi oleh suaminya. Bahkan kegiatannya pun di batasi sang suami. bukan tanpa alasan Rizal melakukan seperti itu. Rizal hanya melindungi istrinya dari sesuatu yang tidak di inginkan, mengingat Rizal bukanlah pengusaha sembarang. banyak pesaing bisnis yang bisa berbuat nekat untuk menggulingkan Rizal, begitu juga terhadap anak-anaknya. tanpa sepengetahuan mereka Rizky menyewa beberapa orang untuk melindungi mereka dari kejauhan.


sementara di perusahaan Aditama corp saat ini sedang berlangsung rapat internal dadakan. ada penyelewengan dana perusahaan yang dilakukan oleh beberapa oknum karyawan di bagian staf keuangan. Andra yang terkenal dengan ketegasannya tidak akan mentolerir lagi kepada karyawan yang sudah berbuat curang. dia tidak pernah pandang bulu pada siapapun bahkan pada keluarganya sendiri.


" jika tak ada yang mengaku maka saya pakai cara saya sendiri untuk membuat diantara kalian mengakuinya! pasti kalian paham bukan cara seperti apa yang saya maksud ?" ucapnya dengan menyeringai penuh ketegasan.

__ADS_1


Mereka semua yang ada di ruang rapat mengatupkan mulutnya, tidak ada yang berani menyela perkataan bos besarnya.


" baik...jika tidak ada yang mau mengakui saya akan mulai dengan cara saya sendiri." ucapnya seraya mengangkat ponselnya untuk menghubungi seseorang, namun sebuah suara menghentikannya.


" tu___an saya mengakuinya". ucapnya dengan terbata membuat Andra tersenyum licik. dia sudah menduga dengan hal itu, namun dia bukanlah dalang yang sebenarnya. mana mungkin seorang staff biasa akan bertindak lebih seperti itu dari wewenangnya.


" yang tidak berkepentingan silahkan keluar!" teriaknya membuat semua orang langsung buabra seketika, tinggallah Andra dan bawahannya. dia sudah terlihat ketakutan terlihat jelas dari wajahnya yang pucat.


" siapa yang menyuruh mu?" orang itu masih bungkam. Andra langsung tertawa terbahak melihat kebungkaman karyawannya.


" setia sekali kamu yah pada majikanmu itu, dibayar berapa kami sama dia!padahal jelas-jelas saya yang menggaji kmu!" teriaknya di depan karyawan itu membuatnya bergidik ngeri melihat kemarahan bosnya.


" maaf tu__an". alis Andra menjengit sebelah.


" maaf ? untuk apa kamu minta maaf kepada saya? harusnya kamu minta maaf pada bos kmu yang sudah membayar kamu, saat ini dia pasti sedang kecewa dengan kamu. karena rencananya sudah saya ketahui." Andra kembali tertawa.


" saya benci penghianat! silahkan kamu boleh pergi, nikmatilah masa-masa indah mu di blik jeruji." beberapa polisi kemudian masuk dan membawa karyawan itu pergi. usai kepergian Meraka Andra menyandarkan tubuhnya pada kursi seraya menghembuskan nafas kasar.


" mau sampai kapan om akan kaya gini, padahal bagian om jauh lebih banyak dari yang di dapat ayah. apa om masih kurang dengan apa yang di berikan olah kakek? sampai bagian ayah saja om masih ingin menguasainya." gumamnya mendongak menatap langit-langit. dia masih tidak menyangka omnya akan melakukan hal seperti ini, dengan menghasut karyawan untuk melakukan tindak pidana. hingga ketukan pintu dari luar mengagetkan nya


tok.. tok...tok...


" masuk!"


sang asisten muncul dari balik pintu, dia membawa beberapa berkas sebagai bukti penyelewengan dana perusahaan.


"ini bukti penyelewengan itu, sepertinya om tin sudah merencanakannya dengan matang. apa anda akan menyeret om anda tuan dalam masalah ini?" Andra melirik ke arah sang asisten.


" belum saatnya, bukti kita belum cukup kuat, lanjutkan saja penyelidikan ini secara diam-diam, dan awasi terus gerak-gerik om saya dan para antek-anteknya." sang asisten langsung mengangguk patuh.

__ADS_1


" tuan, pukul 2 nanti ada pertemuan dengan perusahaan mantan mertua anda fi cafe pelangi. maaf saya baru mengingat Anda." ucapnya lagi.


" hmmm...kalo begitu siapkan semua berkas-berkasnya, kita akan kesana saat jam makan siang, sekalian kita makan siang di sana."


__ADS_2