
saat ini nyonya besar Aditama itu sudah di pindahkan ke ruang perawatan setelah melakukan serangkaian pemeriksaan.
Andra merasa lega karena sang mamah sudah tak teriak kesakitan lagi setelah dokter menyuntikan obat pereda nyeri melalui selang infusnya.
meskipun masih terasa sakit namun sepertinya masih dalam tahap wajar yang bisa di tahan oleh wanita Baya itu.
" mamah sudah tidur pah?" tanya Andra yang baru saja memasuki kamar rawat mamahnya.
papah menoleh kearah anaknya." iya, sepertinya efek dari obat juga ." jawab papah seraya membenahi selimut sang istri sebelum beranjak dari sana.
" kamu dari mana?" tanya papah saat sudah duduk di sofa yang ada sudut ruangan itu.
" kantin." jawabnya singkat.
duda tampan itu memang baru saja dari kantin untuk membeli makanan karena sedari siang dirinya memang belum sempat makan.
mungkin sedikit telat untuk makan siang saat ini, namun Andra paksakan untuk tetap makan mengingat dirinya memiliki riwayat asam lambung.
Andra meletakkan beberapa kantong plastik yang berisikan makanan di atas meja yang ada di depan papahnya.
" papah sudah makan siang? tadi aku belikan makanan untuk papah juga." ucapnya lagi seraya membuka makanan yang sudah ia beli.
papah menggeleng kemudian melirik makanan yang sudah ada di depannya saat ini.
" makanlah dulu, butuh tenaga ekstra untuk menghadapi mamah saat bangun nanti." ucapnya lagi seraya terkekeh sendiri.
duda tampan itu masih mengingat dengan jelas kejadian saat di dalam Ambulans, bagaimana mamahnya terus mengomel selama perjalanan menuju rumah sakit.
sampai-sampai dia tidak enak sendiri dengan suster yang menemaninya di dalam mobil ambulans.
" owh ya, apa Reno sudah tahu yang menabrak mamah kamu?" tanya papah disela-sela mengunyah makanannya.
Andra menggeleng , memang benar sampai saat ini Andra belum mendapatkan laporan apapun dari Reno, asistennya.
" belum pah, kita tunggu saja perkembangan, kalau pun ada unsur kesengajaan kita selesaikan lewat jalur hukum jika itu diperlukan ." jawab Andra tenang.
dia sendiri masih tidak habis pikir dengan orang yang sudah menabrak mamahnya itu, bukannya membantu mamahnya bangun malah kabur begitu saja meninggalkan mamahnya yang kesakitan.
apa disengaja ?
lalu apa motifnya ?
dalam hati Andra terus menerka-nerka.
kalau pun itu perbuatan karyawannya pasti mereka langsung meminta maaf kepada mamahnya mengingat mereka semua sudah tahu dengan tabiat mamahnya itu.
apa karena takut makanya dia kabur gitu saja?
jika pun orang luar? di jam itu Andra tak memiliki janji pertemuan dengan siapapun selain----
deg
apa mungkin ???
__ADS_1
Andra langsung menggeleng cepat. tidak mungkin, tidak mungkin Arumi orangnya kan?
" Andra...!" panggil papah yang membuat Andra sedikit tersentak.
" hah...!!!" ucap Andra Karena kaget dengan panggilan papahnya.
pria paruh baya itu menatap Andra yang terlihat kaget, apa panggilannya mengagetkan anaknya?
" ada apa?" tanya papah.
Andra menggelengkan kepalanya sebagai jawaban seraya tersenyum kaku seperti orang sedang terciduk ketika sedang melakukan sesuatu.
kemudian mereka melanjutkan acara makannya. meskipun perasaannya saat ini sudah tidak karuan.
rasanya Andra ingin cepat- mengetahui segera orang yang sudah membuat mamahnya seperti ini.
dert...dert...dert...
ponsel Andra bergetar membuat pria tampan itu menghentikan makannya.
tertera nama sang asisten di layar ponselnya yang membuat duda tampan itu langsung beranjak dan sedikit menjauh dari sana.
" hallo..."
" hallo tuan..."
" bagaimana?"
klik
Andra yang sudah mengetahui nama pelakunya langsung mematikan panggilan itu, karena baginya itu sudah cukup untuk melakukan tindakan selanjutnya.
ternyata apa yang dia pikirkan sejak tadi benar. lantas apakah dia akan mengatakannya pada mamahnya, jika Andra melakukan hal itu entah apa yang akan mamahnya lakukan kepada mantan istrinya itu.
Andra menghembuskan nafasnya kasar, kemudian kembali duduk di dekat papahnya.
papah yang melihat wajah anaknya yang terlihat mengkhawatirkan sesuatu mengernyitkan dahinya.
" ada apa? ada masalah?" tanya papah membuat Andra langsung menoleh kearahnya.
" huft....Reno sudah tahu pelakunya, pah" jawab Andra dengan nada bingung.
bingung, apa yang mesti Andra lakukan setelah ini, Arumi memang benar-benar keterlaluan pikirnya.
namun jika dia bertindak lebih, apa yang akan terjadi selanjutnya? apakah semua akan mempengaruhi semua kerjasama antara Aditama corp dengan RA group?
Andra sangat yakin jika mamahnya sampai tahu ini, dia tidak akan pernah tinggal diam. mamah nya pasti tidak akan pernah memaafkan Arumi begitu saja.
" siapa?" tanya papah cepat dengan wajah tegangnya.
pria baya itu sangat penasaran dengan orang yang sudah berani membuat istrinya terbaring di rumah sakit ini.
" Arumi." jawab Andra singkat padat dan jelas yang langsung membuat kedua bola mata sang papah seperti ingin melompat dari tempatnya.
__ADS_1
" apa?!" pekik papah tertahan karena takut membangunkan sang istri yang masih terlelap diatas ranjang.
pria baya itu masih belum percaya dengan apa yang ia dengar barusan? tapi bagaimana bisa mantan menantunya ada di perusahaannya?
" tapi-- kenapa bisa Arumi ada di perusahaan? atau jangan-jangan kalian--." Andra langsung menggeleng cepat, dia tahu apa yang ada di pikiran papahnya saat ini.
" bukan seperti yang papah kira, dia hanya ingin berkunjung saja tidak lebih." jelas Andra dengan santai.
dia tidak ingin papahnya berpikiran yang tidak-tidak karena sejak pertemuan mereka di rumah sakit Arumi sudah berani menampakkan dirinya lagi di depan Andra, bahkan dengan beraninya menghampiri Andra di perusahaan.
" lalu kenapa dia bisa seberani itu datang ke perusahaan? apa dia punya urusan lain disana?" Andra hanya mengendikkan bahunya saja.
dia tidak mungkin menceritakan semuanya kepada sang papah untuk urusan seperti ini.
untuk masalah ini Andra ingin menyembunyikan dari keluarganya, dia tidak ingin kedua orangtuanya menjadi kepikiran lagi.
" papah gak usah khawatir, aku sudah baik-baik saja. buktinya selama ini Andra sudah hidup dengan normal." ucap Andra meyakinkan papahnya dengan kekehan kecil.
Jika mengingat dulu pasca perceraiannya dengan Arumi. Andra merasa menjadi manusia yang paling bodoh.
bodoh pernah menangisi manusia seperti Arumi.
bodoh pernah memberikan seluruh hidupnya untuk Arumi.
bodoh pernah mencintai Arumi dengan buta.
ditengah sekelumit pikiran yang tengah melintas di otak Andra, papah saat ini malah menghawatirkan jika sang istri bangun nanti pasti akan terus menodongnya dengan pertanyaan yang sama padanya dan juga Andra.
siapa orangnya?
apa yang mesti pria paruh baya itu jawab nantinya.
makanan yang sempat terasa sangat enak di lidah tiba-tiba saja terasa hambar untuk kedua pria berbeda generasi itu.
pria baya itu tak meneruskan makannya lagi.
" kenapa gak di abisin?" tanya andra saat sang papah menggeser makanannya ke samping.
" papah kenyang." jawabnya membuat Andra Langsung menghembuskan nafasnya.
Andra meneruskan makannya kembali hingga habis meskipun rasanya sudah tidak enak, dia hanya tidak ingin sakit. setidaknya itu untuk kedua orangtuanya.
usai makan Andra membereskan semua bekas makannya dan papahnya.
dilihatnya jam mewah yang melingkar di pergelangan tangan kirinya.
ternyata sudah cukup sore. Andra Ingat masih ada meeting yang harus ia hadiri.
" pah, jam 5 nanti aku ada meeting sama perusahaan gemilang. papah gak papah aku tinggal?" pria baya itu mengangguk saat menoleh kearah anaknya yang saat ini sudah terlihat rapi.
setelah mendapatkan ijin dari papahnya, Andra keluar dari dalam ruangan rawat mamahnya karena saat ini Reno sudah menunggunya di tempat ia akan mengadakan meeting dengan perusahaan gemilang.
maafkan aku yang baru bisa iip, mungkin sebagian kaliam ada yang beranggapan kalau othor yang satu ini kurang bertanggung jawab, namun apalah daya...di dunia nyata sedang sibuk-sibuknya. anakku dua-duanya baru saja wisuda TPQ. sedangkan aku sebagai wali murid banyak yang harus dikerjakan dan bukan hanya itu adikku juga baru saja menikah. jadi kemarin-kemarin benar-benar sibuk. mau nulis malam mata gak bisa di kondisikan. rasanya sudah lelah dari siang. ya intinya mohon mangap lah...yah....ππΌππΌππΌππΌ
__ADS_1