
" Ica....." pekik seorang gadis saat melihat Mayra turun dari tangga. Mayra langsung tersentak kaget melihat orang yang sangat dikenalinya.
" olive, amira" gumamnya lirih lalu bergegas menuruni tangga saat melihat sahabatnya ada di rumahnya.
mereka langsung memeluk mayra sangat erat seperti sepasang kekasih yang baru bertemu.
" ya ampun! gue gak mimpi kan? this is real right?" ucapnya saat pelukan mulai terlepas.
" aww.....sakit bege." mommy hanya menggeleng saja melihat tingkah konyol sahabat-sahabat anaknya. sedangkan yang lain hanya cekikikan melihat wajah Clarissa yang kesakitan karena cubitan dari olive.
" biar lu sadar! lagian lu bege, orang nyata juga!."ketusnya pada Clarissa.
" gue tuh kesel ya, sama lu ca! lu udah di indo tapi gak ngabarin kita-kita." langsung diangguki oleh Amira.
"gue sibuk!." cueknya seraya duduk di dekat mommynya.
" gak usah bokis lu!, orang kata mommy lu lagi jadi pengangguran?." Clarissa memicingkan matanya ke arah mommynya. sedangkan tersangkanya pura-pura tak tau apa-apa.
" apa? kenapa liatin mommy kaya gitu?" ketus mommy.
"ish... dasar mommy tukang cepuan, dah sana mommy balik ke kandang aja! disini gak ada ibu-ibu, mommy gak bakalan nyambung sama obrolan anak muda." usirnya pada mommy.
" jangan kurang ajar yah kamu sama mommy! mau kamu mommy kutuk jadi cantik hah.?" semua orang tertawa melihat perdebatan antara ibu dan anak itu. jika sedang di rumah Clarissa mereka pasti akan disuguhkan pemandangan seperti ini. anak dan ibu bagai tom and Jerry namun saling menyayangi.
dengan perdebatan panjang mommy akhirnya mengalah pada anaknya, dia juga tidak ingin mengganggu waktu untuk anaknya bersama teman-temannya.
selepas mommy pergi mereka mulai bergosip ria, membahas masa lalu masa-masa SMP dulu ditemani minuman dan makanan kecil yang di bawa asisten rumah tangga tuan rumah.
" gue kira lu udah almarhum Ra? gak ada kabarnya sama sekali." Mayra langsung melotot tak percaya dengan ucapan salah satu sahabatnya.
__ADS_1
" enak aja, lu kali nyumpahin gue meninggoy?, udah di bilang gue itu sibuk." jelasnya dengan nada kesal seraya menimpuk temannya dengan bantal sofa yang sedang ia pegang.
" lagian lu sama sekali gak ada kabar bege, nikahan kakak lu aja kita-kita kagak di undang, bener-bener udah gak nganggep kita lu.! kesalnya pada Mayra.
gadis itu hanya menggigit bibirnya saja seraya menunduk, dia jadi merasa bersalah pada mereka, padahal mereka dulu berjanji walau berjauhan tetap berkabar.
" iya sorry, gue salah. gue cuma mau fokus sama sekolah dan kuliah gue aja, kalo gue hubungin kalian yang ada gue jadi pengen balik ke indo. gue___" belum gadis itu melanjutkan ucapannya teman-temannya langsung memeluk Clarissa.
mereka tau tanggung jawab Clarissa sangat besar, dia di tuntut Daddynya untuk meneruskan perusahaan sang daddy karena kakaknya tidak mau membantu Daddynya di perusahaan. jadi dia harus belajar sungguh-sungguh agar tak mengecewakan Daddynya.
"we know..! maaf yah kalo kita gak ngertiin lu." ucapnya .
Clarissa terharu dengan sikap sahabatnya. mereka mengerti tentang keadaan Mayra. dia jadi semakin merasa bersalah karena telah menjauhi sahabat-sahabatnya hanya karena ingin fokus belajar.
" udah sih, pelukan Mulu kaya Teletubbies aja." ucap mommy membuat mereka tertawa bersama.
canda tawa bahkan ejekan menggema di ruang makan , bahkan mommy juga ikut bergabung bersama sahabat-sahabat putrinya. mommy yang biasanya kesepian merasa senang dengan kedatangan sahabat-sahabat putrinya. usai makan malam pun mereka pamit.
" yaudah ca, mom, kita pulang dulu yah? makasih loh udah di jamu makan malam segala." mommy langsung mengangguk seraya tersenyum.
" lain kali main lagi yah, walaupun gak ada Clarissa kalian jangan sungkan, mommy senang kalian datang, rumah jadi rame." mereka langsung mengangguk.
" sip mom, kami pasti sering-sering dateng kesini. apalagi tau Ica udah pulang." jawabnya seraya tersenyum kearah ibu dan anak itu.
Mereka mulai memasuki mobilnya masing-masing, suara klakson berbunyi saat mereka mulai melajukan mobilnya. mommy dan Clarissa membalasnya hanya berdadah ria saja.
" ayok masuk !" ajaknya pda anaknya.
ibu dan anak itu masuk kedalam rumah setelah mobil sahabatnya sudah tak terlihat di pintu gerbang.
__ADS_1
" mom aku langsung ke kamar yah? udah ngantuk" mommy membalasnya dengan anggukan.
" mommy juga mau langsung istirahat, have nice dreams honey."
" too mom"
Clarissa masuk kedalam kamarnya yang berada di lantai 2 dan langsung menjatuhkan dirinya ke ranjang. matanya belum mau terpejam padahal tubuhnya sudah merasa lelah.
" malem ini gue bakalan tidur nyenyak nih, rasa bersalah gue sama mereka sedikit berkurang. mereka benar-benar sahabat sejati gue." gumamnya sebelum matanya terpejam.
malam telah berganti siang. pagi ini Mayra sangat senang saat melihat Daddynya sudah duduk di Meja makan. dia yang tidak tau kepulangan Daddynya begitu surprise untuknya.
" Daddy....i Miss you" Daddy hanya tersenyum saat di peluk putrinya begitu erat. hingga mommy mulai mencibir kelakuan putrinya itu.
" apan sih mom! gak usah cemburu yah! dia kan Daddy aku juga bukan suami mommy doang." Daddy tertawa sangat kencang melihat istri dan anaknya memperebutkannya.
"kau senang sekali di rebutkan dua wanita cantik ini? sindir nya pada sang suami.
Daddy semakin tergelak mendapat sindiran dari istrinya. dia tau kalau istrinya tidak benar-benar merajuk. namun dia senang melihat pertikaian antar anak dan ibu ini. sudah lama sekali rumah ini sepi. dan sekarang kembali ramai dengan kepulangan putri mereka. namun hatinya masih terasa ada yang kurang. yaitu putri pertamanya, dia merasa Arumi semakin menjauh dari keluarganya.
" sudah-sudah ayok kita sarapan, Daddy sudah sangat lapar"
mereka pun mulai memakan sarapannya, diselingi sesekali percakapan tentang pembahasan perusahaan. sementara mommy hanya menjadi pendengar saja antara ayah dan anak itu.
" Daddy harap kamu bisa fokus pada proyek pertama mu yah? daddy sangat percaya dengan kemampuan mu, jadi jangan kecewakan Daddy". Mayra hanya mengangguk saja sebagai jawaban.
hari pertama kerja dia sudah di beri tugas langsung dari Daddynya, besok ia akan langsung terjun pada proyeknya yang bekerjasama dengan PT. Aditama jaya. pertemuan pertama dengan bos besar Aditama yang akan membahas tentang proyek ini. Clarissa mendesah dalam hatinya, dia takut akan mengecewakan sang daddy. Daddy tau anaknya masih ragu dengan kemampuannya, terlihat jelas dari raut mukanya yang sedikit ragu.
"Don't worry honey, you can do it!" ucapnya menyemangati sang anak.
__ADS_1