Jatuh Cinta Pada Mantan Kakak Ipar

Jatuh Cinta Pada Mantan Kakak Ipar
sisi lemah daddy


__ADS_3

selesai mendengarkan untaian kata-kata indah dari ceramah mamahnya, andra langsung beranjak ke kamar. kepalanya benar-benar berdenyut hingga kadang membuatnya meringis karena menahan sakitnya.


duda tampan yang kekayaannya tak akan habis sampai tujuh turunan itu merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur yang dingin karena tak ada lagi yang memanaskannya selama dia menduda.


obat pereda sakit yang sempat di berikan oleh mamahnya nyatanya tak bisa menyembuhkan denyut kepalanya yang semakin terasa. mungkin dengan tidur dia berharap bisa mengurangi rasa sakitnya saat pria itu bangun nanti. matanya mulai meredup seraya merasakan nikmatnya kepala yang semakin berdenyut tak karuan.


🌸


🌸


🌸


🌸


sedangkan di rumah sakit gadis cantik yang baru saja minum obat kembali tertidur karena saat ini hanya itu yang dia butuhkan untuk membuat pikirannya tenang. jika dilihat dari segi fisik memang tak ada luka yang serius hanya pergelangan tangan saja bekas di cengkeram oleh para pelaku hingga terlihat memerah disana. namun jiwa clarissa lah benar-benar harus mendapatkan pengobatan serius karena terguncang akibat kejadian kemarin malam.


dokter yang sedang menangani clarissa saat ini sudah merekomendasikan seorang Dokter psikiater untuk menangani kasus clarissa saat ini. dia juga sudah mengkonfirmasi dokter tersebut untuk mulai pengobatan lanjutan untuk clarissa.


ceklekkkk...

__ADS_1


seorang wanita yang sangat cantik dan seksi memasuki kamar rawat clarissa membuat pasangan baya yang ada disana langsung menoleh kearah pintu, mereka menatap keras wanita cantik itu dengan tatapan biasa aja.


" bagaimana keadaan adikku mom, dad...?" tanya Arumi kepada orangtuanya.


Daddy menatap lekat anak pertamanya dengan tatapan datar, entah apa yang di pikirkan anak perempuannya itu sehingga datang kerumah sakit menggunakan pakaian yang begitu **** yang bisa mengundang bahaya untuk dirinya sendiri dari para pria hidung belang, melihat suaminya menatap datar anak pertama mommy yang seakan tahu apa yang tengah di pikirkan suaminya itu langsung mencairkan suasana karena tak mungkin membiarkan ayah dan anak itu berdebat disini. apalagi kondisinya sangat tidak mungkin untuk memantik emosi baik untuk suaminya dan anak sambungnya.


" ah.... clarissa sudah lumayan baik sayang, kamu kenapa datang kesini lagi? bukannya istirahat dulu di rumah." ucap mommy memberikan pria baya itu mendesah lirih, dia tau istrinya berusaha menghindari pertikaian antara dirinya dan anak pertamanya itu.


" oh...tak apa mom, aku sudah biasa seperti ini. lagian dirumah sepi, aku bosan jika sendirian dirumah." jawabnya membuat wanita yang menjadi ibu sambungnya itu mengangguk pelan.


ponsel Daddy yang ada di sakunya bergetar membuat pria baya itu segera merogohnya dan melihat nama dari salah satu karyawannya tertera dilayar ponselnya. Daddy beranjak dari duduknya kemudian mendekati ranjang rawat anaknya dimana istrinya duduk disebelahnya.


Arumi merasa Daddy sedang marah kepadanya entah karena apa." temani mommy jangan tinggalkan sendirian karena Daddy tak akan lama." katanya kepada putri pertamanya itu yang langsung di jawab dengan anggukan kepala oleh putrinya itu.


pria baya itu keluar dari sana dan langsung menuju ke kantin rumah sakit yang ada di lantai dasar dimana asistennya sudah menunggu.


kini hanya tersisa mommy dan Arumi saja yang menunggu clarissa di kamar rawatnya." mom....apa daddy marah pada ku?." mommy yang sedang membenarkan posisi selimut clarissa langsung menoleh kearah Arumi yang sedang duduk di sofa sana.


mommy mengernyitkan dahinya." maksud kakak apa? daddy marah?." tanya mommy yang sedikit mengalihkan pikiran anak sambungnya itu, sejujurnya mommy tahu arah pembicaraan dari Arumi. suaminya bukanlah marah pada anak pertamanya itu, namun hanya sedikit kecewa karena Arumi yang tak pernah mendengarkan nasihat dari suaminya itu, bahkan akan langsung marah jika di ingatkan lagi oleh suaminya.

__ADS_1


" hemm, Iya... Daddy seperti marah dengan ku dan dia juga sepertinya tak suka aku pulang mom, daddy----" mommy langsung memotong ucapan anaknya.


" hush...jangan ngawur kamu kak. Daddy itu senang kamu pulang. orang tua manapun pasti akan senang saat melihat anaknya pulang setelah tak bertemu lama.. apalagi sudah beberapa bulan ini kamu sibuk terus dengan pekerjaan kamu, bahkan untuk menghubungi kami pun kamu sangat susah." cibir mommy yang langsung membuat Arumi menghela nafas berat.


" entah lah mom....aku tahu jika Daddy merindukan aku. mommy lihatkan...bahkan saat melihat ku pulang saja dia tak memeluk ku. dia hanya biasa saja, tak ada senyum juga saat melihat aku ada didepannya." mommy menatap lekat wajah putri sambungnya itu yang tengah mencurahkan isi hatinya. dia langsung menghampiri arumi dan duduk di sebelah putri sambungnya itu.


" sepertinya jarak kami semakin menjauh mom, daddy sudah tak sehangat dulu dengan ku mom." lanjutnya lagi pelan seraya menundukkan wajahnya.


" no sayang !!! itu tidak benar, kamu tahu....? setiap saat Daddy sangat lah merindukan kamu, andai saja kamu tahu jika Daddy selalu menangis saat memandang foto kami saat tengah sendiri. mommy melihatnya sendiri. mommy sengaja hanya memperhatikan dari jauh. betapa rindunya daddy pada putri pertamanya ini." jelas mommy dengan lugas. dia ingin mengakhiri pertikaian yang sering terjadi putri sambungnya dengan suaminya itu, yang sering terjadi hanya karena hal sepele.


keputusan Arumi yang sebenarnya tak di setujui oleh suaminya itu yaitu mejadi model kelas internasional seperti istri pertamanya dulu, padahal suaminya itu hanya ingin anak itu tak mengikuti jejak dari ibu kandung arumi sendiri yaitu istri pertama dari Daddy yang seorang model terkenal baik dari dalam maupun luar negeri.


mommy memeluk tubuh Arumi yang saat ini sudah menitihkan air mata." percayalah sayang... cinta dan sayang daddy untuk kami tidak lah pernah berkurang. tak ada orang tua yang tidak menyayangi anaknya sendiri meskipun anaknya sudah banyak mengecewakan orang tuanya." ucap mommy mengelus punggung Arumi dengan pelan.


mommy mengurai pelukannya dan menatap wajah Arumi yang saat ini matanya sudah memerah akibat menangis. mommy mengusap lembut rambut Arumi menyalurkan rasa sayang kepada model terkenal dan cantik itu.


" sudah yah? jangan berfikiran buruk tentang Daddy, Daddy hanya sedang di pusingkan dengan kondisi adik kamu saat ini ditambah pekerjaannya yang sedang banyak-banyaknya." katanya lagi kemudian tersenyum kearah anak sambungnya itu.


tanpa mereka ketahui bahwa orang yang sedang mereka bicarakan saat ini tengah mendengarkan per mereka sejak tadi, Karena sebenarnya daddy akan kembali keruang rawat anaknya karena ada barang yang sedang tertinggal. di mendengarkan semua ucapan anak dan istrinya itu. betapa bangganya dia kepada putri yang sudah begitu menyayangi Arumi layaknya anak kandungnya sendiri, sedangkan terhadap arumi sebenarnya dia juga ingin sekali merengkuh tubuh putrinya itu, di juga sangat merindukan Arumi namun ada fakta yang dia baru ketahui olehnya. dia sangat-sangat kecewa dengan putri pertamanya itu. namum untuk membagikan cerita ini kepada istrinya, Rizal sungguh tak sanggup. dia merasa gagal menjadi seorang ayah baik untuk putri-putrinya. harusnya dia bisa menjaga dengan baik permata-permata yang dia miliki, namun kenyataan dia sudah gagal.

__ADS_1


" maafkan daddy... harus Daddy lebih tegas terhadap kamu sedari kecil. karena rasa sayang Daddy yang berlebihan lah yang membuat kamu menjadi wanita angkuh dan tak mau mendengarkan nasihat dari kami. kamu tak salah nak... Daddy lah yang salah dalam mendidik kamu..." gumamnya lirih di balik pintu kamar rawat anaknya.


__ADS_2