
mobil yang mereka tumpangi akhirnya berhenti di sebuah rumah sakit swasta yang cukup terkenal di daerah itu. Ramon yang baru membukakan pintu mobilnya langsung di sambut oleh seorang security.
" kenapa mas, ada yang bisa di bantu."
" tolong cepat panggilkan perawat, ada pasien yang pingsan di dalam mobil." ucapnya cepat.
security itu langsung bergegas pergi untuk memanggilkan perawat, dan tak lama seorang perawat datang membawa sebuah brangkar dan Andra langsung membaringkan tubuh clarissa keatas brangkar di bantu oleh perawat itu.
mereka langsung membawa Clarissa ke ruang tindakan, sementara Andra menunggunya di luar ruangan karena dokter tak mengijinkannya masuk ke dalam ruangan.
kini Andra dan ramon sudah duduk di kursi yang ada di dekat ruangan dimana clarissa sedang di periksa untuk menunggu dokter itu keluar, mereka berdua masih diam dan larut dalam pikiran masing-masing. kejadian yang tidak mereka bayangkan sebelumnya sedikit banyak membuat mereka syok terlebih korbannya adalah orang yang mereka kenal.
" loe udah hubungin om Arya ndra?." Ramon membuka suaranya membuat Andra langsung menoleh kearahnya dan mengusap wajahnya kasar. Ramon benar, dia harus segera mengabari orang tua clarissa. mereka pasti sangat mengkhawatirkan anak gadisnya saat ini.
" gue lupa Mon...!" katanya, kemudian duda tampan itu langsung merogoh ponselnya yang ada di saku celananya untuk menghubungi mantan mertua itu.
Andra bangkit dan sedikit menjauh dari Ramon, bukan karena tak ingin Ramon mengetahui percakapan mereka, namun dia memilih tempat yang agak sepi Karena disana sering kali terdengar suara brangkar lewat yang akan mengganggu percakapan mereka nanti.
Tut...Tut...Tut....
" hallo, assalamualaikum ndra..." suara pria paruh baya mulai terdengar di telinga Andra saat panggilannya langsung terhubung.
" hallo dad, waalaikumsalam...begini dad---" Andra menghela nafasnya sebelum melanjutkan kata-katanya.
" bisakah Daddy datang kerumah sakit?." lanjutnya lagi membuat pria baya yang ada disebrang sana menautkan kedua alisnya.
__ADS_1
" siapa yang sakit ndra? kamu atau orang tua kamu?." tanyanya lagi. belum Andra Menjawab duda tampan itu mendengar suara mommy yang terlihat sedang mengkhawatirkan anak gadisnya.
" dad...anak kita belum pulang juga , ini sudah malam loh. harusnya Clarissa sudah sampai rumah sejak tadi, di telpon juga gak aktif ponselnya, mommy khawatir dad...." Andra mendengar semua perkataan mantan mommy mertuanya dengan sangat jelas betapa wanita baya itu sedang sangat menghawatirkan anak gadisnya.
" hallo ndra.. nanti Daddy tel----"
" Clarissa ada di rumah sakit sekarang dad, Kalian bisa kesini Sekarang." Andra langsung memotong perkataan Daddy sebelum pria baya itu menyelesaikan kalimatnya.
" ru--rumah sakit?" ulang ayah seolah apa yang ia dengar adalah salah.
" hemm, iya dad...sebaiknya kalian secepatnya kesini, karena clarissa butuh kalian sekarang." ucapnya lagi.
setelah panggilan terputus, mommy dan daddy langsung bergegas kasana. entah mommy sudah seperti apa perasaannya saat ini, wanita baya itu sedari tadi hanya menangis saat mengetahui putrinya ada di rumah sakit. meskipun belum tau apa yang menjadi penyebab anaknya masuk rumah sakit, Namum Daddy bisa menyimpulkan saat Andra memberikan kabar ini kepada nya, nada suara Andra seakan tak tega untuk mengatakan yang sebenarnya terjadi kepada mereka.
hanya membutuhkan waktu 30 menit saja Mereka untuk sampai di rumah sakit itu Karena jalanan yang memang lenggang saat ini. Daddy dan mommy langsung menuju ruangan anaknya dirawat.
pasangan baya itu langsung masuk ke kamar anaknya, disana Andra yang melihat mantan mertua datang langsung beranjak dari duduknya, baju yang basah tak ia hiraukan lagi karena terlalu menghawatirkan keadaan mantan adik iparnya saat ini.
" dad"...sapanya dan pria baya itu hanya mengangguk saja kemudian langsung menghampiri istrinya yang saat ini sedang duduk disamping ranjang clarissa seraya menangis.
Daddy berusaha tegar saat ini, melihat keadaan sanga anak yang lemah seperti itu diatas ranjang pasien. dia menepuk pelan pundak sang istri agar tak terus menangis di samping anaknya.
" apa yah sebenarnya terjadi ndra ??." tanya Daddy langsung saat dia menghampiri Andra yang sedang duduk bersama Ramon di kursi yang ada di ruangan itu.
" clarissa hampir di lecehkan oleh beberapa pria saat di jalan dad..." Daddy langsung mengusap wajahnya kasar saat Andra mulai bercerita. dia sangat syok Andra menceritakan semuanya. terlebih mommy , dia yang mendengarkan cerita itu langsung kembali menangis sesegukan di dekapan sang suami. sungguh Andra tak tega melihat pasangan baya itu saat ini.
__ADS_1
" terimakasih ndra, untung ada kamu saat itu. kalo tidak----" Daddy tak melanjutkan kata-katanya lagi karena rasanya begitu sesak membayangkan kemungkinan buruk yang terjadi pada anaknya hingga tanpa sadar dia menetes air matanya.
Andra hanya mengangguk saja. dia biarkan Daddy melepas rasa sesaknya, dia pun akan seperti itu jika suatu saat nanti akan memiliki seorang anak perempuan. Karena semua ayah meskipun terlihat tegas diluar nya namun saat melihat anaknya tak baik-baik saja pasti akan membuatnya rapuh.
" yasudah aku pamit dulu, ini sudah malam...sopirku sudah menunggu kami, dan untuk mobil clarissa harus masuk bengkel. sepertinya mobilnya mati sebelum kejadian itu terjadi." terangnya yang langsung mendapatkan anggukan kepala dari Daddy.
" dan untuk penjahat-penjahat itu sudah di tangani oleh kepolisian. Daddy jangan khawatirkan itu karena kami tidak akan membiarkan mereka lolos begitu saja. " jelasnya lagi yang seolah tau apa yang saat ini ada dipikiran mantan mertuanya itu.
" sekali lagi terimakasih untuk bantuan kalian malam ini, dan...hati-hati kalian di jalan." Ramon dan Andra mengangguk saja sebelum akhirnya mereka keluar dari ruangan rawat Clarissa.
mereka berdua keluar dari kamar rawat clarissa langsung menuju lobby rumah sakit, disana Andra sudah di tunggu oleh seorang sopir yang sengaja ia panggil untuk menjemputnya.
" ndra...terus gue gimana ini? badan gue udah menggigil banget." Andra menoleh kearah sahabatnya saat Ramon mengajaknya berbicara.
" tenang aja... gue anterin loe pulang ke habitat asalnya." kekeh Andra yang langsung mendapatkan tinjuan dari Ramon di lengannya.
" loe pikir gue apaan? monkey yang lepas gitu...?!" gerutunya saat masuk kedalam mobil Andra.
Andra duduk di belakang kemudi, sementara Ramon duduk di sebelah sopir yang saat ini sedang melajukan mobil yang perlahan menjauh dari perkampungan rumah sakit.
" pak... bisa minta tolong di kecilin AC nya? saya kedinginan pak " pintanya pada sang sopir yang sedang serius dengan jalanan di depannya.
" owh iya den, baik.." sopir langsung menuruti permintaan sahabat dari majikannya itu.
selama di dalam mobil Andra hanya diam saja, pandangannya terus menatap kearah luar jendela. sementara Ramon terus saja mengoceh karena kedinginan, entah sudah berapa kali dia memprotes AC yang ada di dalam mobil Andra, yang kadang membuat sang sopir geleng-geleng kepalanya mendengar sahabat majikannya terus saja mengoceh seperti petasan di tahun baru.
__ADS_1
" berisik banget sih loe, mon...jangan sampai ya loe gue lempar ke jalanan! dari tadi gue dengerin loe protes Mulu sama nih mobil, kalo mau protes sana sama pabrik yang buat, gue cuma beli doang bukan gue yang buat ...." Ramon langsung mengatupkan bibirnya langsung saat sahabatnya itu mulai terganggu karena suaranya, sedangkan sang sopir hanya mengulum senyum saja saat melihat pria yang duduk disampingnya langsung diam saat majikannya sudah mengeluarkan ancamannya.
hihihi... rasain tuan Ramon, lagian dari tadi protes Mulu kaya ibu-ibu lagi nawar aja, gak mau berhenti-henti....