
Andra yang sudah menghabiskan semangkok sotonya langsung menyambar jeruk hangat yang ada di samping kiri tangannya. sensasi pedas yang dia dapatkan dari satu sendok sambal nyatanya membuat nafsu makannya meningkatkan.
sejak Andra makan hingga selesai Arumi terus saja memperhatikannya, niat hati ingin mengusir Arumi secara halus dengan melama-lamakan makannya, namun rubah betina itu malah tampak anteng duduk menunggu Andra selesai makan.
" udah...? kenapa gak nambah, kayanya loe suka banget sama makanan itu." ucap Arumi berusaha perhatian kepada Andra namun membuat duda tampan itu geram, bagaimana tidak Arumi terus saja mencari bahasan untuk sengaja berlama-lama dengannya.
Andra meraih tisu untuk mengelap mulutnya usai menyelesaikan makannya, dia kemudian menatap lekat mata istrinya itu yang membuat arumi menjadi salah tingkah.
pasalnya sejak tadi Arumi terus berusaha mencari perhatian dari Andra, namun Andra terlihat tidak menanggapinya. tapi lihat ---- sekarang Andra mau menatapnya begitu lekat. hal itu membuat tingkat kepedean Arumi meningkat. ternyata pesona memang tak pernah luntur Dimata andra.
Arumi menjadi senyum-senyum tak jelas.
" dari tadi gue tanya tapi gak di jawab malah ngomongin yang gak jelas. ayok cepetan ngomong, ada apa loe datang kesini ?? kalau niat loe cuma mau maen doang seharusnya jangan kesini. disini tempat kerja bukan taman bermain." sarkas Andra yang membuat hati janda **** itu seperti diremas.
rasa percaya dirinya yang sudah meningkat kembali merosot setelah mendengarkan perkataan Andra yang sangat pedas, namun terbiasa hidup dalam dunia yang penuh kepalsuan Arumi bisa dengan mudah mengendalikan perasaannya.
sialan...sabar Rumi, Andra pasti luluh lagi sama loe...batin Arumi seraya meremat roknya di bawah meja.
dia jadi mengingat saat andra dulu selalu memintanya bahkan tak jarang sering memohon padanya untuk sekedar mampir ke tempat kerja Andra jika sedang senggang namun Arumi selalu saja menolak.
selalu beralasan dan alasannya juga selalu sama.
gue sibuk sayang....
atau
aku cape banget sayang, kan tau sendiri aku baru pulang dari luar kota...
sungguh banyak sekali alasan Arumi untuk menolak keinginan kecil Andra.
sibuk....? apa Arumi pikir Andra yang menjabat sebagai CEO saat itu tidak lah sibuk seperti Arumi ?
Andra yang pastinya sangat sibuk namun walaupun dia sibuk, namun sebisa mungkin Andra ingin memiliki quality time dengannya meskipun hanya sekedar makan siang bersama.
__ADS_1
bisa di hitung dalam hitungan jari, Arumi mendatangi kantor Andra saat masih menjadi istrinya. itu pun karena terpaksa.
entah lah kenapa...
Arumi tersenyum kecut kearah Andra yang tengah menyindirnya." aku lagi free makanya bisa main kesini. lagi pula gak ada salahnya kan kalau aku main kesini ? bukannya perusahaan daddy sama perusahaan loe lagi ada kerjasama?." ucap Arumi, dari dulu Arumi memang selalu pintar mencari alasan dan pintar membolak-balikkan keadaan. oh
Andra melirik pergelangan tangannya, rupanya dia sudah membuang banyak waktu berharga nya untuk mendengarkan hal yang tak penting dari mulut manta istrinya ini.
seperti yang sering ia ucapkan Andra pada para karyawannya.
time ia money
" sorry... gue harus balik keruangan lagi , masih banyak kerjaan yang harus gue selesaikan." pamit Andra pada Arumi. rasanya dia tidak ingin berlama-lama lagi bersama arumi. bagi duda tampan itu urusannya dengan Arumi tentang masalalu sudah selesai sejak hakim memutuskan mereka bukan lagi pasangan suami istri lagi saat itu.
miris ...
Arumi terus menatap punggung mantan suaminya yang semakin menjauh, Andra tetap pergi dari sana padahal Arumi belum menjawab apapun setelah mantan suaminya itu pamit.
sikap hangat dan lembut yang dulu ia dapatkan dari Andra sudah tidak bisa dia dapatkan lagi sekarang. terbukti dari sikapnya yang cuek dan dingin padanya sejak dia datang.
" sebegitu jahatnya kah gue dulu dimata loe ndra, sampai loe dengan gampangnya bisa lupain semua kenangan indah kita, bahkan sekarang di hati loe terselip nama adik gue." gumamnya saat menatap punggung mantan suaminya itu hingga hilang saat Andra berbelok kearah lain.
pernah saling jatuh cinta sebelum akhirnya memutuskan menikah dalam waktu yang tak singkat nyatanya tak bisa menghilangkan rasa kecewanya Andra pada Arumi.
mungkin Arumi menggoreskan luka di hati Andra terlalu dalam.
"gak berarti apa-apa lagi kah masa-masa indah yang pernah kita lalui bersama?" gumamnya lagi.
" huftt...." Arumi menghembuskan nafasnya pelan seraya mendongakkan kepalanya keatas untuk menghalau air mata yang hampir jatuh.
keputusan yang dia ambil dulu mungkin sudah menyakiti hati banyak orang, termasuk hatinya sendiri. ini adalah keputusan terberat yang pernah Arumi ambil sepanjang hidupnya.
tanpa Arumi sadari bahwa kehadirannya sejak tadi menjadi pusat perhatian dari orang-orang yang ada di kantin. terutama yang kenal dengan dirinya sebagai model terkenal. ada yang memotretnya diam-diam, ada juga yang ingin meminta tanda tangannya namun ragu-ragu melihat dia yang bersikap angkuh sejak tadi.
__ADS_1
dirasa perasaannya sudah tenang, Arumi segera bangkit dari sana. meninggalkan kantin yang sudah menjadi saksi percakapan panjangnya bersama Andra hari ini.
jawaban dari rasa penasarannya sejak kemarin terjawab sudah. kini dia yakin sudah tidak ada manusia hato mantan suaminya yang sudah tergantikan nama perempuan lain.
meskipun Andra tidak mengatakan secara gamblang, namun di tahu siapa perempuan itu yang sudah mengantikan posisinya di hati Andra. tapi kenapa harus dia yang menggantikannya? apakah tidak ada perempuan lain ? kenapa perempuan itu masih ada hubungannya dengan dirinya?
berjalan sambil melamun memanglah sangat tidak baik, terbukti sekarang Arumi malah menabrak seseorang yang seharusnya dia hindari saat ini.
" awwwwwsshhh..." tingin wanita paruh baya saat seseorang menabraknya hingga terjatuh dengan bokkong mencium lantai kantor.
" mata kamu dimana sih? kalau jalan liat kedepan dong, fokus...." sarkas wanita baya itu yang belum menyadari siapa yang menabraknya.
sementara Arumi langsung panik saat tahu siapa yang ia tabrak." ma---mah..." gumamnya terbata tanpa suara. tanpa menolongnya Arumi langsung berlari sekencang mungkin menghindari sesuatu yang bakal mengancam jiwanya.
umpatan dan makian terdengar jelas di telinga Arumi saat wanita baya itu berteriak sangat kencang, bahkan security dan orang-orang yang ada disana langsung menghampiri nyonya bos besarnya yang terduduk dilantai dengan wajah garang.
" nyonya tidak apa-apa?" tanya security itu dengan hati-hati karena dia juga sebenarnya takut mendekati ibu dari bosnya ini yang sedang memasang wajah seperti ingin memakan orang.
" kamu gak lihat saya dari tadi kesakitan begini? cepat bantu saya berdiri!! ssstttt...aduh... sakit banget ya Tuhan. kurang ajar sekali wanita itu, sudah menabrak malah kabur gitu aja." cerocosnya yang membuat security itu nyeri-nyeri sedap karena takut menjadi sasaran kemarahannya.
" ngapain bengong aja!!! bukannya bantuin malah planga-plongo disitu." security itu meringis saja saat nyonya besar Aditama itu memakinya.
tuh kan bener...baru juga dibilang. pasti jadi sasaran nih gue. sialan tuh perempuan!! dia yang salah gue yang kena amuk, batin security itu.
Andra yang mendapatkan laporan kalau mamahnya ada di bawah langsung turun ke lobby dengan tergesa-gesa, dia takut mamahnya bertemu dengan orang yang sangat mamahnya benci. bisa viral Kantornya jika sang mamah mengajak gelut model terkenal seperti Arumi.
Andra langsung keluar dari dalam lift ketika sudah sampai lobby, nafas terengah-engah seraya pandangannya mengedar mencari sosok yang sedang ia cari. namun matanya menatap segerombolan orang yang sedang mengerubungi sesuatu. perasaannya mendadak tak enak. kenapa di jam segini karyawannya malah bergerombol di lobby? seharusnya mereka sedang fokus dihadapan komputer masing-masing.
" ada ribut-ribut apa ini?" tanya andra yang membuat perhatian mereka beralih kepadanya.
melihat Andra ada di belakang mereka, seketika mereka langsung bubar. Mereka langsung melanjutkan ke tujuan masing-masing. ada yang ingin ke bagian keuangan dan ada juga yang memang ingin keluar untuk kepentingan pekerjaan.
Andra yang melihat mamahnya duduk dilantai yang di temani security langsung kaget. "
__ADS_1
"mamah...." pekik Andra.