Jatuh Cinta Pada Mantan Kakak Ipar

Jatuh Cinta Pada Mantan Kakak Ipar
profesionalisme


__ADS_3

jam makan siang pun tiba, kini Andra dan asistennya sudah berada di cafe yang akan dijadikan tempat pertemuannya dengan perwakilan dari perusahaan RA group. masih ada dua jam lagi sebelum pertemuan di mulai Andra dan asistennya memutuskan untuk makan siang terlebih dahulu.


setelah makan siang selesai rupanya perwakilan dari pihak RA group belum juga muncul. Andra masih terlihat santai menunggunya, namun Reno asistennya tengah gusar. dia tampak melirik bosnya yang masih terlihat santai. bisanya yang sudah-sudah jika begini dia akan langsung memutuskan kerjasama bersama kliennya. bagi Andra waktu adalah uang, jika tak menghargai waktu bagaimana bisa menghasilkan uang batin reno, Reno menatap aneh ke arah bosnya, seakan bosnya lupa akan semboyan dalam hidupnya.


sudah berkali-kali dia melirik jam di tangannya, namun sudah 20 menit berlalu tak kunjung datang juga. sedangkan di depan cafe seorang gadis datang dengan tergesa-gesa, hingga saat akan memasuki cafe dia hampir saja menabrak seseorang.


" eh...sorry mba. maaf yah gak sengaja." mohonnya pada seseorang, namun yang di tabrak hanya menatap dingin ke arah gadis itu dan berlalu begitu saja dengan raut wajah kesal.


di dalam cafe gadis itu mengedarkan pandangannya mencari seseorang yang akan ia temui. hatinya sudah harap-harap cemas karena ini sudah sangat telat.


" ah, itu dia. oh God! semoga dia gak batalin kerjasama ini. gara-gara makan siang bareng cecunguk itu gue jadi keasikan ngobrol sampe lupa sama meeting penting ini'. gerutunya mendekati orang itu seraya menyalahkan para sahabatnya yang sudah membuatnya telat.


hatinya semakin tak karuan ketika mulai mendekati meja itu. rasanya apa yang sudah ia rancang di dalam otaknya ngebleng. lututnya pun terasa lemas seketika.


tap....tap....tap...


langkahnya kakinya semakin mendekati meja itu.


" selamat siang tuan Aditama? maaf yah saya telat , ada insiden sedikit" ucapnya seraya menarik kursi yang ada di depan reno.


Andra yg sedang berbincang dengan Reno langsung menoleh ke arah Clarissa begitu juga dengan reno, betapa kagetnya Clarissa saat mengetahui kalau yang akan bekerjasama dengannya adalah mantan kakak iparnya. sedangkan Andra menatap kagum dengan gadis yang ada di depannya.


" oh my God, jadi ini yang akan kerjasama dengan Daddy? kalo tau dia orangnya mending gue gak terima proyek ini, batin Clarissa.


" ya tuhan, pantesan si bos ngotot banget buat nungguin nih orang, taunya perwakilan dari RA group cantiknya kaya bidadari, batin reno.


" ehemmmm...bisa kita langsung mulai nona Clarissa." ucapnya tegas.


" oh...eh...bisa kak, eh maksud saya bisa tuan." Andra tersenyum smirk melihat sikap salah tingkah Clarissa, sedangkan alan langsung menetralkan sikap terkejutnya.

__ADS_1


" lain kali harus lebih profesional lagi nona Clarissa, karena bagi saya waktu adalah uang, jika tidak bisa menghargai waktu mana bisa mengajukan uang?, ren cepat berikan berkas-berkasnya pada nona Clarissa, biar dia tidak terlalu lama meeting dengan kita, karena sepertinya dia sedang sangat sibuk! benar begitu Nona?." Clarissa melongo saat Andra sedang menyindirnya, ingin rasanya di mengumpat kasar padanya, namun ia hanya bisa melakukannya dalam hati saat ini.


" oh...tidak terlalu terburu-buru tuan, santai saja. saya masih memiliki banyak waktu untuk membahas proyek ini." Andra hanya mengangguk saja.


" Ini nona silahkan periksa dulu, baru kita bahas apa ada yang di perlu kita ubah." Clarissa menerima berkas yang di berikan oleh Alan.


selama Clarissa memeriksa berkas itu, Andra selalu mencuri pandang dengannya, membuat Reno semakin mencurigai bosnya. seperti ada yang akan bosnya rencanakan pada gadis itu.


" baik saya rasa ini cukup bagus, dan tidak perlu di ubah lagi. Daddy benar anda cukup kompeten dalam bidang ini, dan semoga kerjasama ini berjalan lancar sampai pembangunan di mulai." Andra membalasnya dengan anggukan disertai senyuman.


" baiklah lusa saya akan datang ke kantor RA group untuk menandatangani semua kerjasamanya. saya juga ingin bertemu tuan ananta secara langsung, sampaikan juga salam dari saya dengan tuan ananta nona." ucapnya pada Clarissa.


" baiklah saya tunggu kedatangannya di kantor kami." balasnya cepat.


" yasudah kalau begitu kami permisi nona, sudah terlalu lama juga saya berada disini." katanya lagi membuat Clarissa tersenyum kikuk, Clarissa merasa andra sedang menyindirnya namun memang kenyataannya dia sudah terlalu lama berada di cafe itu, bahkan dia sampai membatalkan pertemuan nya dengan salah satu kliennya untuk pertemuannya bersama Clarissa.


mereka saling berjabat tangan sebelum pergi. setelah Andra dan Reno berlalu Clarissa langsung menghembuskan nafas leganya, den menghempaskan tubuhnya di atas kursi.


sedangkan di dalam mobil Reno melirik bosnya yang sedang senyum-senyum tak jelas. dia semakin curiga bosnya merencanakan sesuatu tanpa dia tau.


" bos, kita kemana lagi?." tanyanya pada Andra.


"pulang, hari ini saya lelah pengin istirahat di apartemen." reno mengernyitkan dahinya, menatap bingung bosnya, dia semakin yakin bosnya sedang merencanakan sesuatu tanpanya.


" apa bos sakit?"


" tidak?" jawabnya singkat.


" tumben bos jam segini minta di antar pulang? biasanya pantang pulang sebelum petang?" Andra langsung memicingkan matanya ke arah asistennya."

__ADS_1


" ikuti saja perintah saya, jangan banyak bertanya!" Reno langsung mengatupkan mulutnya rapat-rapat setelah mendapatkan teguran dari bosnya.


mobil yang di kendarai Reno dan Andra sudah sampai di sebuah apartemen mewah di daerah Jakarta. Reno langsung turun untuk membukakan pintu mobil untuk bosnya.


brakkkkk


" kamu bawa saja mobilnya ren, dan seperti biasa jemput saya saat akan berangkat ke kantor" titahnya.


" baik tuan!" jawabnya sebelum Andra berlalu.


Andra mulai melangkah memasuki gedung apartemenya. hanya orang-orang kalangan atas yang bisa memiliki unit apartemen disini, karena harganya yang begitu fantastis.


tap...tap...tap...


langkah tegapnya menghentak di lantai marmer menimbulkan bunyi dari sepatu pantofel nya. beberapa security menyapanya dengan hormat saat akan memasuki lift.


Ting


Andra mulai masuki lift, benda besi itu akan membawa Andra ke lantai 22 dimana letak unit apartemennya berada. tak membutuhkan waktu lama di sudah sampai di dalam apartemennya. ruangan yang cukup besar hanya di huni oleh dia sendiri.


sejak perceraiannya dengan kakak dari Clarissa, dia lebih memilih tinggal sendiri di bandingkan bersama orangtuanya. terkadang hanya asistennya saja yang akan menginap di apartemen Andra jika sedang mengerjakan sesuatu yang mendesak.


brukkkk


"hufttt..." tubuhnya langsung ia hempaskan di atas sofa yang ada didalam unit apartemennya.


di dalam apartemen Andra masih sja senyum-senyum sendiri mengingat pertemuannya dengan mantan adik iparnya. baginya wajah adik iparnya sangat lucu ketika sedang ia sindir karena datang telat. dia juga tau Clarissa berusaha menekan egonya agar tak mengumpat dirinya.


" benar apa kata Daddy, dia tuh masih perlu banyak bimbingan. tapi gue salut sama dia , Clarissa masih mau mendengarkan omongan orang tuanya dibandingkan kakaknya." gumamnya seraya menatap langit-langit apartemennya. jika mengingat masa lalu membuat Andra langsung kesal sendiri.

__ADS_1


" brengsek..." umpatnya.


__ADS_2