Jatuh Cinta Pada Mantan Kakak Ipar

Jatuh Cinta Pada Mantan Kakak Ipar
mulai mengagumi


__ADS_3

mobil Andra sudah sampai didepan rumah Clarissa, namun dia tak berniat untuk mampir kali ini. meskipun ada keinginan untuk masuk kedalam sana, rasanya dia masih belum siap.


" sudah sana keluar, mas gak bisa anterin kamu sampai depan pintu " gadis itu seperti enggan beranjak dari dalam mobil andra , dia seperti ingin menyampaikan sesuatu namun terlihat ragu.


" kenapa gak mau turun? ada sesuatu ?" gadis itu menoleh ke arah Andra dan menganggukkan kepalanya.


" emm...apa kakak beneran gak akan ngomong masalah tadi dengan Daddy dan mommy?." ucapnya membuat Andra langsung terkekeh.ternyata benar tebakannya,mantan adik iparnya masih saja takut jika dia memberitahukan tentang kejadian malam ini.


Clarissa langsung mengerucut bibirnya, bukannya menjawab pria itu malah menertawakannya. ah rasanya ini seperti sebuah ancaman besar buatnya, pikir clarissa.


" mungkin iya...mungkin juga tidak!, tergantung kamunya." alis Mayra menyatu, tak paham dengan ucapan duda tampan yang ada disampingnya.


" maksudnya?." tanyanya pada Andra.


Andra menoleh ke arah gadis itu dan melepaskan sabuk pengaman nya, kemudian membenarkan posisi duduknya menghadap langsung ke arah clarissa.


" iya, tergantung dari kamunya sa? kalau kamu ketahuan menemui laki-laki itu lagi, mas gak akan segan-segan untuk memberitahukan pada daddy sama mommy."


Clarissa terdengar mencebik, dia tidak tau kenapa mantan kakak iparnya ini bisa mengancamnya dengan hal itu.


"gimana?" tanya andra memastikan.


Clarissa terlihat sedikit berfikir, apa salahnya bertemu dengan Ricky lagi, selama ini dia baik-baik saja. apa benar yang di katakan Andra tentang laki-laki itu? rasanya tak mungkin, selama ini Ricky terlihat baik padanya, dia juga tak pernah macam-macam dengannya.


" jika kamu masih ragu, mas juga gak akan ragu-ragu lagi untuk menyampaikan kejadian ini pada mereka, otomatis kebebasan kamu kan di batasi oleh mereka." ancamnya membuat clarissa memicingkan matanya kearah Andra.

__ADS_1


Andra terkekeh geli saat melihat Clarissa kesal padanya, raut mukanya terlihat begitu lucu dan menggemaskan dimatanya sang duda itu.


sudah hampir beberapa tahun ini, tak ada yang bisa membuat tertawa lepas seperti sekarang, namun semenjak pertemuannya dengan gadis itu di moll, Andra jadi sering tersenyum.


bahkan asistennya di kantor juga menyadari banyak perubahan pada bosnya, Sekarang andra jadi lebih hangat saat ada di kantor. tidak dingin seperti dulu, setelah perpisahannya dengan mantan istrinya.


" kok gitu? kenapa aku gak boleh nemuin temen aku lagi? lagian dia udah minta maaf sama aku, dia juga tak berniat melakukan itu padaku, efek alkohol yang udah buat dia jadi seperti itu kak!." katanya lagi membuat Andra menghela nafas kasarnya.


sepertinya mantan adik iparnya memang orang yang sangat polos, dia tidak bisa membedakan mana permintaan maaf asli, atau karena terpaksa karena terdesak.


" kamin sempat berfikir gak sih sa? coba malam ini kakak gak lihat kamu, akan seperti apa jadinya kamu malam ini coba? mommy kamu bisa pingsan jika dengar anak gadis hampir saja di nodai pria brengsek kau temen kamu itu." terang Andra merasa gregetan dengan sikap mantan adik iparnya itu.


Clarissa terdiam, dia merenungkan ucapan pria yang ada disampingnya saat ini. memang benar, jika saja Andra tak ada di tempat itu, mungkin saat ini di sudah di nodai oleh pria yang berkedok menjadi temannya itu.


brakkkk


Andra masih terdiam di dalam mobil nya, dia tak akan melajukan mobilnya sebelum Clarissa masuk kedalam gerbang.


satpam rumah terlihat membuka gerbang besar rumah Clarissa, saat gadis cantik menekan bel yang ada disana.


sebelum benar-benar masuk, Clarissa memandang ke arah mobil Andra, dan duda tampan itu terlihat menurunkan kaca jendelanya, seakan memberikan perintah agar gadis itu segera masuk.


Andra segera melajukan roda empat itu setelah memastikan Clarissa sudah benar-benar masuk.


di perjalanan pulangnya duda tampan itu terlihat menyunggingkan senyumnya, mengingat apa yang sudah terjadi antara dirinya bersama Clarissa. melupakan kejadian pertemuannya dengan mantan istri, seolah itu tidaklah lagi penting untuknya sekarang.

__ADS_1


entah kenapa ada rasa menggelitik di hatinya, saat melihat Clarissa menangis di pelukannya, gadis yang selalu bersikap arogan di hadapannya, malam ini terlihat seperti anak kelinci, sangat penurut.


menggemaskan, pikirnya.


berkendara hampir selama satu jam. kini roda mobil itu berhenti di depan rumah mewah milik orang tuanya, setelah seorang satpam membuka gerbang besar saat terdengar bunyi klakson mobil dari arah luar.


memasuki rumah yang hampir tengah malam, membuat dirinya tak bertemu dengan siapapun lagi, karena mereka sudah pasti larut dalam mimpinya masing-masing.


dia langsung menuju kamarnya, tubuhnya terasa lengket ingin minta segera di bersihkan. usai bersih-bersih duda tampan dan rupawan itu langsung merebahkan tubuh kekarnya di atas ranjang. bersiap menyusul orang-orang di rumah ini, untuk ikut terbang ke alam mimpi.


di lain tempat, Clarissa yang sudah membersihkan dirinya, sudah membaringkan tubuhnya di atas ranjang. namun matanya masih belum terpejam. bayangan-bayangan saat dirinya hampir dilecehkan temannya sendiri bermunculan di pikirannya, dia masih tidak percaya dengan kejadian malam ini.


ternyata orang yang dianggapnya baik tak sebaik yang ia kira, justru Andra yang selalu terlihat buruk dimatanya malah menolongnya.


" gue kecewa sam loe ky? kenapa loe bisa punya pikiran kotor seperti itu sama gue? gue pikir loe sahabat yang baik, tapi nyatanya loe sama aja, tak lebih dari pria belang di luaran sana."


" coba kalo mantan kakak ipar gue gak lihat gue disana? pastinya gue jadi mantan perawan malam ini, CK....Miris banget sih nasib gue kalo kaya gitu." monolognya lagi.


gadis itu terus berandai-andai dengan pikirannya sendiri, masih tidak menyangka atas tindakan teman baiknya terhadap dirinya. jika kejadian ini terdengar sampai ke telinga orang tuanya, entah nasib apa yang akan menimpa mantan temannya itu, dan Clarissa juga akan terancam tak bisa sebebas dulu lagi.


matanya mulai terasa berat, rasa kantuknya mulai menyerang, besok adalah weekend. mungkin dia bisa mengistirahatkan tubuhnya hingga siang nanti,


setelah hari ini dia sudah melewati banyak kejadian. tubuhnya terasa lelah, dan rasa kantuknya sudah tak bisa ia tahan lagi. matanya mulai sanyu dan semakin sanyu hingga terpejam dengan sendirinya.


berharap bisa melupakan semua tentang kejadian buruk malam ini, dan berharap akan ada hari baik untuk dirinya esok hari.

__ADS_1


__ADS_2