
usai bermain drama dengan Clarissa, Andra kembali ke kantornya dengan wajah lesu. dia masih mengingat perkataan mantan adik iparnya.
Reno, asisten pribadinya yang melihat bosnya seperti itu tidak berani untuk bertanya apapun, sebab jika sedang dalam mode seperti itu bosnya akan sensitif sekali.
di dalam ruangan andra menyandarkan tubuhnya di kepala kursi dengan tangan ia tumpukkan di atas pahanya. pandangannya mendongak ke arah langit-langit ruangannya
hari ini sungguh melelahkan untuknya, bukan lelah fisik batinnya pun ikut lelah. meratapi kesedihan yang tidak berkesudahan. dia pikir dia sudah baik-baik saja jika ada yang menyinggung lagi tentang mantan istrinya, namun hatinya masih tidak baik-baik saja. ejekan Clarissa sungguh sukses membuat mood andra berantakan hari ini.
pikirannya melayang ke beberapa tahun yang lalu, lebih tepatnya saat dirinya di fase-fase tersulit menghadapi perceraiannya dengan arumi.
" rum, jika boleh kakak minta kamu kurangi kerjaan kamu di model. tolong fokuslah pada rumah tangga kita." Arumi langsung tertawa sinis ke arah suaminya.
" Kakak apa-apaan sih! kok jadi ngatur-ngatur gini. kita kan udah sepakat loh sebelum menikah. kakak akan selalu dukung karir aku, kok jadi gini sekarang?." jawabnya tak terima dengan permintaan suaminya.
" tapi rum, kakak hanya ingin minta kamu sedikit saja fokus dengan rumah tangga kita, bukan nyuruh kamu untuk berhenti jadi model. kakak rasa kita semakin menjauh rum. kamu semakin sibuk hingga mengabaikan kakak dan kewajiban kamu sebagai istri." terangnya membuat Arumi terbahak.
" maksud kakak apa yah? kakak ngomong kaya gitu sama aja kakak nyuruh aku perlahan berhenti keluar dari model, Kakak itu egois namanya, dari awal kita menikah baik-baik saja, kenapa Kakak sekarang jadi ngatur-ngatur gini? ." balasnya membuat Andra geram dengan istrinya.
" tapi rum...kakak-----?
" cukup!! aku lelah. jangan pernah meminta yang belum mampu aku kasih. selama ini kita baik-baik saja. aku gak tau kakak dapat pengaruh ini dari siapa, tapi yang jelas aku gak mau ngobrolin yang akan buat kita berantem karena tidak pernah mendapat penyelesaiannya." potongnya, kemudian langsung keluar dari apartemen mereka.
sejak pertengkaran itu hubungan Arumi dan andra semakin dingin. Arumi jadi jarang pulang dengan alasan sibuk dengan kerjaanya ke luar kota bahkan ke luar negeri. dia juga jarang menghubungi andra jika sedang di luar.
__ADS_1
hingga puncaknya saat dia melihat Arumi sedang bercumbu dengan pria lain, saat itu dia berada di bali untuk bertemu dengan salah satu kliennya, namun saat berada di lorong hotel tempat dia menginap. andra melihat istrinya sedang berciuman dengan pria lain di depan salah satu kamar hotel tempat dia menginap, saat hendak mau masuk Andra langsung mengejarnya dan menangkap basah Arumi.
setelah kejadian itu Arumi lebih memilih cerai dengan andra di bandingkan memberikan penjelasan padanya. Andra seperti suami yang paling bodoh saat itu. dia tidak bisa membawa istrinya menjadi pribadi yang lebih baik. bukan kecewa dengan keputusan yang Arumi ambil, Andra lebih kecewa pada dirinya sendiri karena tidak bisa mempertahankan pernikahan nya bersama arumi.
hidupnya menjadi berantakan setelah perceraiannya dengan arumi, fokus kerjanya terganggu hingga hampir membuat perusahaan di ambang kehancuran. namun papahnya langsung mengambil alih lagi urusan perusahaan hingga andra benar-benar sembuh dari rasa sakitnya.
hari-harinya hanya di isi dengan minum-minuman keras di dalam apartemennya membuat kedua orangtuanya semakin khawatir dengan keadaan anaknya. hingga mamah mengirim anaknya ke Belanda dimana adik dari mamah ada yang tinggal di negara kincir angin tersebut.
hampir satu tahun andra berusaha bangkit dari keterpurukannya, hingga di tahun kedua dia berhasil keluar dari rasa itu yang membelenggunya selama ini, dan memutuskan untuk kembali ke Indonesia untuk meneruskan perusahaan keluarganya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"gue kira udah gak ada pengaruhnya nama loe di hati gue rum, tapi rasanya masih sakit jika ada yang menyinggung nya lagi." gumamnya seraya memejamkan matanya untuk menghalau air mata yang akan keluar.
" masuk.."
Reno masuk saat sudah mendapatkan ijin dari bosnya dengan beberapa orang yang ada di belakangnya. mereka langsung mendudukkan diri di sofa sebelum Andra menyuruh nya. Reno pun ijin keluar lagi pada andra setelah mengantarkan tamu bosnya
" weitsss.....bro, ada apa nih ? kenapa gak ngabarin dulu kalo pada mau kesini." tanyanya seraya mendudukkan diri disamping mereka seraya meletakan beberapa minuman kaleng dingin yang ia ambil di lemari pendingin yang ada di ruangannya.
" cih,,, kala kita ngasih kabar dulu yang ada loe alesan sibuk." cibir salah satu dari mereka kepada Andra, membuat sang duda terbahak.
" lagian kalian kalo kesini pas gue lagi sibuk-sibuknya sih" jawabnya dengan masih terkekeh membuat mereka mencebik.
__ADS_1
" kerajaan kalo di turuti tuh gak akan ada habisnya ndra! jadi loe harus pinter-pinter buat ngimbanginnya sama kehidupan pribadi loe juga, jangan berkutat sama berkas-berkas yang gak ad habisnya itu , bukan berkurang malah semakin bertambah setiap harinya." terangnya.
" oh ya gue kesini mau ngajakin loe buat ikut reuni tahunan kampus kita, loe harus dateng yah?." Andra hanya tersenyum kecut ke arah temannya.
memang sudah beberapa tahun terakhir dia tidak pernah datang ke acara reuni kampusnya, dia takut Arumi juga datang menghadiri acara itu. bisa di bilang dia lelaki pengecut namun lebih baik dia di bilang pengecut daripada harus melihat wajah mantannya lagi. hatinya masih belum siap untuk itu, namun sepertinya kali ini dia harus mencobanya, dia ingin memastikan sendiri kalau dia sudah benar-benar melupakan mantan istrinya
" oke lah gue dateng, dimana tempatnya?."
" kmu serius?" tanya Ramon salah satu teman Andra memastikannya lagi.
" iya gue pasti dateng " jawabnya mantap.
" gitu dong, hidup harus maju ke depan jangan tetus menengok ke belakang, sesekali boleh lah menengok kebelakang buat pembelajaran kita juga." ucapnya teman satunya lagi yang bernama Rendi dengan menepuk-nepuk pundak Andra. Andra tersenyum seraya mengangguk membenarkan ucapan temannya.
" terus dimana tempatnya?."
" di hotel Shangrila bro, besok malam jam ,7 malam acaranya dah di mulai." jawab Rendy.
"loe wajib dateng! karena temen-temen terus nanyain loe yang selalu absen setiap tahunnya, bila perlu bawa gandengan yang sexy biar mantan loe yang sialan itu kepanasan, denger kabar sih dia mau dateng juga. tapi gue gak tau juga itu benar apa enggak." jelasnya lagi pada andra membuat andra terdiam seketika. dia berfikir apa yang harus ia lakukan jika memang akan bertemu kembali dengan mantan istrinya.
temannya yang menyadari perubahan mimik wajah andra langsung mengalihkannya topik obrolan lainnya. mereka membahas beberapa pekerjaan yang sedang merek kerjakan nantinya. hingga tak terasa sudah 3 jam lamanya mereka larut dalam obrolan. sahabat-sahabatnya pun pamit karena hari sudah semakin sore, mereka yang sudah memiliki anak dan istri langsung memilih untuk pulang karena ada yang menunggu mereka saat ini di rumah.
setelah kepergian sahabat-sahabat Andra pun merapikan pekerjaannya yang ada di meja, dia memutuskan untuk pulang ke apartemennya. mungkin untuk beberapa hari ke depan di tidak akan pulang ke rumah orang tuanya mengingat kejadian tadi siang saat makan siang bersama Serena tidak berjalan mulus sesuai harapan mamahnya.
__ADS_1