Jatuh Cinta Pada Mantan Kakak Ipar

Jatuh Cinta Pada Mantan Kakak Ipar
keromantisan daddy dan mommy


__ADS_3

esok hari di meja makan, saat ini Clarissa sedang disidang oleh Daddynya, karena pulang sangat larut dari jam yang sudah daddynya tentukan.


gadis itu sedari tadi hanya menundukkan kepalanya saja, saat Daddy mulai bertanya padanya. ada rasa tak enak di hatinya, karena baru pertama kalinya gadis itu berbohong kepada orangtuanya.


" lain kali kamu gak boleh begitu lagi, kasihan mommy mu. sejak semalam tidur gelisah memikirkan anak gadisnya pulang sampai larut malam." Daddy berkata dengan nada tegas.


" Daddy tau kamu sudah dewasa, dan Daddy juga tak melarang kamu untuk keluar malam bersama teman-temanmu, tapi Daddy hanya ingin kamu paham kenapa Daddy membatasi pergaulan kamu! karena daddy tidak ingin sesuatu yang tidak di inginkan terjadi pada kamu." lanjutnya lagi.


deg


gadis itu mendongak kearah daddynya dan Air matanya menetes begitu saja saat Daddynya berucap seperti itu. perasaannya semakin tak karuan, dia jadi semakin merasa bersalah sudah menutupi semuanya kepada mereka.


" i am sorry daddy, I promise this will be the last." Daddy mendesah pelan saat melihat putrinya mulai menangis.


"Oh my God... Honey, please don't cry. Daddy can't stand seeing you like this. Daddy has also forgiven you." Daddy berucap lagi agar anaknya berhenti menangis.


mommy yang duduk di samping Clarissa langsung memeluk anaknya dari samping. dia menepuk punggung Clarissa untuk menenangkannya.


sebagai orang tua mereka hanya ingin anak-anak menghindari hal-hal yang akan merugikan dirinya sendiri.


"sudah-sudah jangan menangis lagi! kamu sudah bukan lagi gadis remaja lagi sa...yang jika di tegur Daddy langsung ngambek, kami hanya khawatir saja sama kamu sebagai orang tua. Daddy dan mommy hanya tidak ingin anak-anaknya sampai mengalami hal-hal buruk karena perbuatannya sendiri" ucap mommy yang mulai bersuara.


"kami tau... selama ini kamu sudah berusaha menjadi anak yang baik buat mommy and Daddy. but...bukan berarti saat ini kamu sudah merasa dewasa dan berhak berbuat semaunya sendiri , selama kamu belum menikah kami wajib melindungi kamu dari hal-hal buruk, itu juga termasuk kakak kamu tanpa terkecuali." Clarissa mengurai pelukan dari mommy, dan menatap kearah daddynya.


" sorry..." ucapnya lagi, mommy dan Daddy hanya mengangguk saja.


Meraka tak tega melihat wajah sedih anaknya, mereka hanya tidak ingin Clarissa mulai berbohong dan menjadi tertutup kepada mereka. mereka ingin anak-anaknya selalu berkata jujur dan selalu terbuka apabila ada suatu masalah.

__ADS_1


sebenarnya orang-orang suruhan Daddy mengikuti kemana Clarissa pergi semalam, dan mereka juga mengetahui semua yang terjadi pada Clarissa hingga saat Andra menolong anak gadisnya, tanpa Andra berbicara pun daddy sudah mengetahuinya.


namun baik daddy dan mommy hanya ingin mengetahui kejujuran dari anaknya, dan ternyata Clarissa menutupi kejadian semalam dan itu membuat mereka kecewa dengan sikap anaknya.


sementara Andra sendiri, daddy dan mommy tak tau kenapa dia juga mau menutupi kejadian semalam kepada mereka. namun Daddy masih menunggu Andra untuk berkata jujur padanya.


usai sarapan pagi selesai Clarissa kembali masuk kedalam kamarnya, karena hari ini adalah weekend. bisanya dia akan berkumpul di taman belakang saat weekend begini bersama orangtuanya. namun rasanya untuk menatap wajah mereka saja gadis itu tidak berani. karena dirinya belum bisa berkata jujur kepada orangtuanya.


Clarissa hanya takut jika dia berkata jujur, entah seperti apa nasib temannya kelak. Daddy tak akan membiarkan temannya hidup dengan nyaman begitu saja. padahal tanpa diketahui oleh Clarissa, Daddy sudah memberikan pelajaran yang pantas untuk pria yang hampir saja merusak anak gadisnya.


di dalam kamar yang lain, mommy sedang membantu suaminya bersiap untuk pergi bermain golf bersama Andra, karena selesai sarapan pria itu menghubungi Daddy dan mengajaknya bermain golf.


sudah lama juga mereka tak memiliki quality time bersama dengan bermain golf, padahal hampir setiap weekend saat masih menjadi menantunya dulu, Andra selalu bermain golf dengan pria baya itu karena Arumi yang selalu sibuk dalam dunia modelingnya.


" sudah tampan. hati-hatilah dijalan,dan... sampaikan salam mommy pada duda tampan itu." Daddy memicingkan matanya kearah sang istri, dan mommy langsung tertawa terbahak membuat pria baya itu mencebik seketika.


" sudah sana berangkat! jangan biarkan menantu kita menunggu terlalu lama." katanya lagi namun sedikit helaan nafas di akhir kalimatnya.


pria baya itu tau jika istrinya masih belum rela Arumi berpisah dengan Andra, dia masih sangat mengharapkan Andra menjadi menantunya kembali. namun dirinya juga tak bisa memaksa mereka untuk kembali rujuk.


" sudah lah, ini sudah takdir mereka." ucap Daddy menenangkan sang istri yang terlihat mulai sedih.


"jika boleh jujur, mommy masih belum rela jika suatu saat Andra menikah kembali dengan perempuan lain, dan pastinya dia akan semakin membuat jarak dengan kita dad." Daddy memeluk tubuh istrinya yang mulai terisak.


entah kenapa istrinya begitu menyayangi Andra meskipun sudah bukan menjadi menantunya lagi, bahkan saat perceraian Arumi dengan Andra dulu pun sempat membuat sang istri jatuh sakit.


sikap Andra yang hangat dan ceria kepada sang istri membuat nyonya ananta itu seperti memiliki seorang anak lelaki.

__ADS_1


mommy mengurai pelukan sang suami saat tangan suami mulai tak ramah pada tubuhnya, matanya langsung menyorot tajam kepada tuan besar Ananya tersebut.


" Dasar mesum..." desisnya membuat pria baya itu terbahak.


dengan begini dia bisa membuat istri kembali ke mode awal. meskipun pun harusnya membuat istri marah kepadanya itu lebih jauh baik daripada melihat istrinya menangis. hatinya akan ikut sedih jika sampai itu terjadi.


"sudah sana, nak orang sudah menunggu mu tuan ananta." Daddy masih terkekeh kearah istrinya kemudian mencium kening sang istri sebelum dia benar-benar keluar dari kamar.


" kamu tidak mau mengantarkan ku sampai depan mom?" wanita itu menggeleng.


" tidak, sepertinya aku ingin istirahat lagi, badanku terasa tak enak dad." kening daddy mengernyit, dan langsung menaruh punggung tangannya ke dahi sang istri.


" tak panas mom?." mommy langsung menikah tangan suami yang berada di dahinya.


" CK...aku hanya butuh istirahat saja, bukannya sakit dad." katanya mencebik kerah sang suami. pria baya itu mengangguk.


" kamu yakin mom? apa bisa aku tinggal nantinya?." tanyanya memastikan keadaan istrinya.


" hemmmm, pergilah! kamu juga butuh bepergian dengan yang lain selain dengan kami. mumpung ini weekend kan? nikmati libur mu hari ini!" ucap sang istri padanya. pria baya itu hanya mendengarkan saja saat sang istri saat memberikan perhatian kecil padanya.


"hidupmu itu terlalu monoton dad, jangan sampai kau menyesal nantinya jika sudah tak bisa menikmati waktumu untuk sendiri." lanjutnya lagi seraya membenarkan kaos suaminya yang sedikit kusut saat memeluknya tadi.


Daddy tersenyum kearah istrinya, dia semakin mencintai wanita cantik itu. diusia mereka yang sudah tak muda lagi, wanita itu masih saja cerewet tentang ini. memang benar selama menikah dengan putri wirawan, Arya Sanjaya tak pernah lagi quality time bersama teman-temannya selain dengan sang istri dan anak-anaknya. bagi pria itu weekend adalah waktu sepenuhnya untuk keluarga.


" kenapa kau semakin tua semakin cerewet saja sih mom?." guraunya kearah sang istri, membuat wanita baya itu mencebik dan Daddy sangat senang melihat itu, baginya menggoda sang istri adalah kegiatan yang wajib untuk ia lakukan setiap harinya. ada kebahagiaan sendiri saat melihat sang istri mengomel padanya.


" sudah sana berangkat, terlalu siang berangkat bisa terjebak macet nantinya." oria itu mengangguk dan tak lama kemudian dia berpamitan lagi dengan istrinya sebelum dirinya pergi.

__ADS_1


__ADS_2