
di parkiran Andra sudah duduk di dalam mobilnya, menunggu Clarissa dengan tidak sabar. entah apa yang dia rasakan saat ini, rasanya campur aduk. ada rasa lega melihat mantan istrinya yang ternyata baik-baik saja setelah perpisahannya, namun ada rasa sesak di dada saat menyadari fakta bahwa saat ini mereka hanyalah sekedar mantan.
Clarissa yang sudah berada di area parkir mulai panik saat lupa dimana letak parkir mobil Andra. rasanya seperti ingin menangis saja. inilah satu kelemahannya, susah mengingat tempat yang baru di kenalinya.
acara kencannya dengan seorang pria harus berakhir tragis, dan malah harus terjebak di acara yang sama sekali tidak ia sukai bersama mantan kakak iparnya. terdampar di area parkir yang suasana sepi dan remang-remang, ditambah ponselnya mati.
Lengkap sudah penderitaannya.
" ya ampun... mana sih mobilnya? kenapa mobil nya hampir sama semua sih, mana ponsel gue mati lagi?" gerutunya dengan nada kesal memandangi ponsel yang mati.
sudah lebih dua 10 menit dia mondar-mandir diarea parkiran namun tak kunjung menemukan mobil Andra, rasanya tidak mungkin kan jika harus mengecek mobil satu-satu ?? berjongkok di pinggir area parkir karena kaki sudah mulai lelah, menikmati kesialannya malam ini sendirian.
" mommy... Daddy... I'm sorry for lying to you... tuhan langsung hukuman gue kaya gini karena udah kualat sama kalian." katanya penuh penyesalan.
mata sudah berkaca-kaca dan sialnya tanpa permisi air mata gadis itu mengalir begitu saja. dia menangisi nasibnya malam ini.
sedangkan Andra yang sudah mulai gelisah menunggu gadis itu yang tak kunjung datang, langsung berinisiatif untuk mencarinya karena ponsel Clarissa tak bisa di hubungi lagi.
dia merasa bersalah karena sudah meninggal kannya sendiri di toilet. ada rasa sesal dalam hatinya, mengingat dialah yang membawa gadis itu ke acara ini.
meskipun tak ada niatan untuk mengajaknya Karen ketidaksengajaan, namun dia bertanggung jawab atas keselamatan gadis itu.
andai saja dia tak bertemu Arumi di depan toilet, mungkin dia tidak akan meninggalkan Clarissa sendirian.
" dimana sih kamu gadis nakal?, jangan sampai kamu kenapa-napa, gak tau aku harus ngomong apa sama Daddy sama mommy kamu kalo sampe kamu kenapa-napa." desisnya seraya terus menghubungi ponsel Clarissa namun benar-benar tak tersambung.
pria itu juga tak lupa menghubungi kedua sahabat yang masih ada di dalam untuk membantunya mencari Clarissa, siapa tau kan gadis itu ada di dalam menemui kakaknya???
namun bukannya membantu andra, sahabatnya Ramon malah menambah beban pikirannya dengan kata-katanya yang ajaib.
" ya ampun Andra loe ceroboh banget sih!!, ini tuh hotel! apapun bisa terjadi. kenapa loe biarin dia sendiri be_go? kalo Clarissa sampai di culik om om gula gimana? gadis itu sedang manis-manisnya. banyak om om ganjen yang suka gadis macam dia." katanya dengan sarkas.
__ADS_1
Andra semakin khawatir, tak ingin mendebat dia langsung mematikan sabungan telponnya sepihak. membuat seseorang disana mengumpatnya dengan kata-kata mutiara.
" sialan emang si Andra!!! bener-bener sinting!! ." umpatnya keatas ponsel yang ia genggam.
" kenapa?." tanya Rendi yang duduk disampingnya.
" temen loe gak punya tata Krama!! telpon gak pake salam mau matiin juga gak pake salam, benar-benar gila kan tuh orang??." jawabnya kesal.
Rendi mengangguk membenarkan ucapan temannya.
" efek kelamaan menduda kali." balasnya enteng.
sedangkan pria yang sedang dia umpat kembali berjalan menyusuri parkiran. menengok ke kanan dan ke kiri, matanya terus memindai ke setiap penjuru parkiran.
Hingga melongok-longok ke bawah kolong mobil-mobil yang berjejer disana, siapa tau gadis itu memang sedang mengajaknya main petak umpet, pikirnya.
hahaha ... Andra pikir si Clarissa kurang kerjaan apa ??? main petak umpet malem-malem begini.
di tengah rasa kesal dan khawatir yang datang bersamaan, dia malah berfikir kekanakan. mengingat dia dan Clarissa tak pernah akur. lebih tepatnya dia selalu membuat clarissa dongkol dengan mencari masalah padanya.
tanya sendiri di jawab sendiri.
jika ada yang wartawan yang melihatnya saat ini, mungkin besok pagi akan ada berita yang tersebar, kalo CEO dari Aditama grup stress setelah dipertemukan kembali dengan mantan istri di acara reuni kampus.
mau tak mau andra harus mencari lagi ke dalam, memastikan sendiri kalo Clarissa benar-benar bersama kakaknya.
baru saja kakinya akan melangkah, telinganya menangkap sesuatu yang membuat bulu-bulu seketika meremang.
dengan kondisi parkir yang sepi dan remang-remang, dia mendengar suara semacam itu. dan sialnya... jiwa penakut duda tampan nan kaya itu mendadak muncul. tiba-tiba langkahnya menjadi berat seperti tertahan oleh sesuatu.
dengan sisa keberanian yang ada, andra mencoba mendekati asal suara, disana dia bisa melihat seseorang sedang berjongkok Dangan wajah di sembunyikan di telapak tangannya. entah itu perempuan atau pria tak dapat ia lihat dengan jelas sebab keadaan pencahayaan di parkiran yang kurang terang.
__ADS_1
" ya Allah...itu orang bukan sih? deketin enggak yah? kalo gue deketin dia ketawa enggak yah? kalo Miss K kan suka ketawa kalo di dekati orang, apalagi yang deketin duda tampan macam gue, tapi kalo orang? ngapain nangis di pinggir parkiran? mana gelap-gelapan lagi." monolognya dalam hati,
sebagai rasa kemanusiaan, duda tampan itu mencoba untuk mendekatinya, dia jadi iba melihat seseorang yang menangis sendirian seperti itu. meskipun dalam hatinya ketar-ketir kemungkinan terburuknya.
" ehmmm...maaf anda kenapa yah? gak baik malam-malam menangis sendirian disini, apalagi anda perempuan. emang gak takut di culik orang? apalagi kalau orang itu om om gula." tanyanya hati-hati, membuat gadis yang sedang menangis itu seketika berhenti.
gadis itu mendongakkan kearah Andra, membuat Andra langsung kaget bukan main, pasalnya gadis yang sedang ia khawatir ternyata benar-benar sedang dalam keadaan yang perlu di khawatirkan.
" ya ampun...Clarissa???." pekik Andra, bukan menjawab gadis itu malah bangkit dari duduknya dan langsung memeluk andra.
membuat pria itu membeku seketika. bahkan saat ini clarissa menangis kembali di pelukan Andra, malah semakin kencang. membuat Andra kelimpungan sendiri. pasalnya dia takut jika ada yang melihat, dan pastinya akan berfikir yang macam-macam tentangnya
" ssstttt...cup cup cup, udah ya? Don't cry anymore, brother is here !!" ucap Andra dengan lembut. menepuk pelan punggung gadis itu.
Andra mulai membalas pelukan Clarissa yang masih sesegukan di dalam pelukan Andra, meskipun sudah tak sekencang tadi. hingga pelukan itu terurai sendirinya saat tangis Clarissa mulai mereda.
" udah yah??? jangan nangis lagi. kita masuk mobil yah? gak enak kalo di liat orang kalo masih disini." gadis itu langsung mengangguk cepat.
mereka masuk kedalam mobil. di dalam mobil Andra memberikan tisu kepada Clarissa untuk membersihkan sisa-sisa tangisnya, dan memberikan sebotol air mineral pada gadis itu untu di minum.
" udah tenang." Clarissa hanya mengangguk.
" mu pulang sekarang?." tanyanya lagi namun Clarissa langsung menggeleng.
kening Andra mengernyit. jika tidak mau pulang, lantas mau kemana lagi gadis itu, Pikirnya.
" ini sudah malam , lebih baik mas antar pulang. urusan Daddy sama mommy, kamu gak usah khawatir. mas gak akan kasih tau tentang kejadian malam ini." ucapnya, gadis itu terdiam menoleh ke arah mantan Kakak iparnya.
" kakak yaki gak akan ngaduin aku ke mereka?." tanya clarissa memastikan.
" hemmm, tapi kamu jug harus janji gak bakal nemuin pria itu lagi, mas pikir di bukan pria baik buat kamu." jawabnya seraya membenahi rambut Clarissa yang sedikit berantakan.
__ADS_1
Clarissa tertegun dengan perlakuan mantan kakak iparnya terhadapnya. entah kenapa tiba-tiba jantungnya berdetak tak menentu, dan ini sangatlah aneh.
" gue kenapa sih? kok jantung gue gini lagi? apa jantung gue bermasalah ya?." monolognya dalam hati.