Jatuh Cinta Pada Mantan Kakak Ipar

Jatuh Cinta Pada Mantan Kakak Ipar
pertolongan andra


__ADS_3

"Tolong...jangan... jangan lakukan itu pada saya, saya mohon." mohonnya sembari terisak.


Clarissa terus berusaha melepaskan diri dari cengkraman mereka, namun mereka terlalu kuat. gadis itu menangis, meraung dan berteriak meminta pertolongan saat mereka mulai menyentuh dirinya.


srekkkkk.....


ahhhhhhh.....


" jangan...aku Mohon.... jangan...." Clarissa memohon lagi saat mereka menarik paksa dirinya hingga kemeja yang ia pakai sudah tak berbentuk lagi.


" hahahaha...jangan melawan cantik....kita akan lepasin loe kau kita udah selesai, hahahaha...."


" bawa ke mobil aja, ayok...!"


" jangan..... jangan....saya mohon jangan....." raungnya saat ditarik paksa masuk mobil.


Clarisa terus memberontak saat mereka menariknya paksa dan berteriak mengumpat mereka, dia terus menangis memohon untuk di lepaskan. mereka yang sudah yang diliputi Hawa nafsu seakan tuli saat mendengar jerit tangis Clarissa.


bughhh ....


" brengsek ..... !!! siapa loe ganggu kesenengan kita hah !!!?" umpat salah satunya saat ada seseorang yang menendangnya dari belakang ketika akan menjamah Clarissa.


" kalian yang brengsek!!! tega-teganya kalian menganiaya perempuan lemah seperti dia." pria itu menjawab dengan sarkas.


" pergi kalian!!! kalo kalian gak mau kita buat perkedel...hahahaha." ancam salah satunya namun tak membuat pria itu takut.


" ndra...loe yakin mau lawan mereka?." tanya teman si pria yang ada di belakang andra , setengah berbisik saat melihat para pria mesum itu yang berjumlah empat orang, sedangkan dia hanya berdua.


ya orang itu adalah Andra dan Ramon temannya, mereka tak sengaja melintas lewat jalan ini karena berfikiran yang sama Clarissa agar cepat sampai tempat tujuan sebelum hujan, namun takdir seolah membimbingnya untuk melihat peristiwa seperti ini, sebagi pria yang memiliki rasa iba dan kemanusiaan yang tinggi, Andra rela menolong perempuan itu dari pria-pria brengsek seperti mereka.


Andra melirik sinis ke arah mereka yang masih berdiri mengerubungi clarissa yang sudah mereka tarik paksa masuk kedalam mobil.


" Mereka sedang mabuk, tenaganya tak sekuat kita jadi jangan khawatir! saat gue lawan mereka loe harus segera hubungi polisi secepatnya, biar kita langsung dapat pertolongan. gue kasihan ama tuh cewe pasti udah ketakutan banget " Ramon mengangguk kemudian Andra maju untuk memancing emosi mereka.


" cih.... Kalian benar-benar seperti binatang!!!tegamya menganiaya perempuan lemah seperti itu." sarkas Andra berusaha mengulur waktu polisi segera datang membantunya.

__ADS_1


" hahaha...ada yang mau jadi pahlawan kemalaman nih ternyata men...."


" hahahaha....pahlawan biasanya kesiangan yang ini kemalaman men..... hahahaha."


"aaaaahhh......jangan... jangan... lepaskan saya!!!." jerit clarissa lagi dalam mobil saat salah satunya mengendus lehernya membuat andra langsung membelalakkan matanya saat mendengar teriakan gadis itu.


" Clarissa...." gumam tanpa bersuara, dia benar-benar kaget saat mendengar teriakan suara yang tak asing di telinganya, namun dia berharap itu bukanlah perempuan yang ia kenal.


" lepasin dia berengsek..!!!"


bugh.....bugh....bugh...


andra memukul mereka lebih dahulu karena mereka tak mau maju duluan, emosinya memuncak setelah mendengar teriakan dan tangisan clarissa dari dalam mobil.


bugh... bugh...bugh...


salah satu dari mereka mulai menyerang Andra, namun andra yang pandai ilmu bela diri berhasil membalikkan serangan mereka.


" awas ndra....di belakang loe !!!." teriak Ramon saat melihat salah salah satu penjahat itu mengeluarkan pisau kecil.


bugh....


setelah menghubungi polisi Ramon segera membantu andra melawan mereka, pukulan tendangan mereka layangkan, terkadang Andra juga terkena pukulan. dia berusaha mengulur waktu hingga polisi datang membantunya.


hingga tak lama suara sirine dari mobil polisi datang, dan langsung meringkus mereka. salah satu mereka ada yang berusaha kabur namun nahas polisi langsung menembakkan timah panas kearah kakinya.


dor....


ahhhhhhh....


" angkat tangan!!! kalo tidak peluru ini akan mengenai kalian seperti teman kalian!!!?


andra menghela nafas lega saat mereka berhasil di ringkus oleh polisi dan akan langsung di bawa ke kantor polisi terdekat. dia menatap nyalang ke arah mereka satu-persatu, setelah mereka di angkut dengan mobil polisi, dia langsung memeriksa ke dalam mobil Clarissa Dimana gadis itu sedang meringkuk di dalam mobil dengan isak tangis yang masih terdengar meski lirih.


" astaghfirullah...." andra menyebut saat melihat kondisi bagian atas Clarissa yang sudah sangat tak berbentuk, kemeja gadis itu sobek dengan kancing sudah terbuka semua hingga menampilkan pemandangan yang seharusnya tak pantas andra lihat.

__ADS_1


Andra langsung segera membuka jasnya untuk menutupi tubuh Clarissa karena tidak ingin siapa pun melihatnya, seakan dia tak rela saat ada orang lain yang melihatnya. namun saat ingin memakaikannya Clarissa malah berteriak histeris.


" ahhhhhhhh....jangan sentuh aku....jangan sentuh aku....aku mohon.... pergi.!!!! pergi !!!."


Andra hampir saja jatuh kebelakang saat Clarissa mendorongnya jika saja tangannya tak reflek memegang kursi penumpang.


"hei...cla!! tenang...kamu sudah aman, ini mas...lihat baik-baik... ini mas, kamu sudah aman oke...? tenang...." bujuk andra saat menenangkan gadis cantik itu yangbmasih histeris.


hati nya sakit melihat mantan adik iparnya seperti ini, tiba-tiba saja air matanya meleleh turun tanpa permisi. dia berusaha menenangkannya hingga Clarissa tiba-tiba saja ambruk saat di pelukannya.


" ndra--- eh-- sorry." Ramon yang akan memberitahukan Andra tentang kelanjutan kasusnya langsung berbalik lagi saat melihat temannya sedang memeluk clarissa dengan kondisi seperti itu.


Andra yang melupakan keberadaan ramon langsung mengumpat kesal pada temannya, dia segera memakaikan jasnya ke tubuh Clarissa yang pingsan.


"Mon.." panggilnya sedikit berteriak.


Ramon tersentak kaget saat temannya memanggilnya dengan berteriak seperti itu, dia jadi setengah takut mendekatinya setelah tak sengaja melihat Clarissa sedang dalam keadaan seperti itu.


" Mon....buruan brengsek....kenapa loe jadi kaya keong sih...!!" geramnya saat temannya begitu lambat mendatanginya, padahal dia hanya ingin meminta tolong untuk di antarkan ke rumah sakit terdekat.


"ah....i---iya !! ada apa?." tanyanya pada Andra dengan posisi tubuh membelakanginya.


" loe kenapa ngadep sana?." ndra--- bertanya dengan dahi mengernyit melihat tingkah aneh sahabatnya.


" hah... enggak kok, tadi gue abis nguap, masa gue nguap di depan loe sih ? kan gak sopan, lagian jam segini kan waktunya gue bobo sama bibi gue, eh...kita malah kejebak disini." jelasnya asal, Andra hanya memutar bola matanya jengah dengan alasan tak masuk akal sahabatnya itu.


" cepet Antar gue kerumah sakit terdekat!! clarissa pingsan...." titahnya tanpa bertele-tele lagi, membuat ramon membolakan matanya.


" cla--clarissa? maksud loe clarissa adik mantan bini loe ndra? adiknya Arumi yang loe bawa waktu reuni?." tanyanya dengan wajah bodoh, ingin sekali Andra menghadiahi Bogeman ke muka temannya itu saat ini, bisa-bisanya dalam keadaan seperti ini dia malah menerangkannya begitu jelas.


" loe mau kerjasama kita batal atau bagaimana mon? " ancamnya membuat Ramon langsung menggeleng cepat dan langsung masuk ke dalam kemudi mobil clarissa.


" terus tuh mobil loe gimana?." tanya Ramon lagi sebelum menjalankan mobil itu.


Andra menarik nafas dalam dan mengeluarkannya secara kasar. temannya ini benar-benar menguji kesabaran, jika saja saat ini clarissa tidak seperti ini kondisinya, lebih baik dia pergi kerumah sakit sendiri daripada menyuruh temannya yang otaknya hanya seupil, bagaimana bisa di saat seperti ini temannya malah menghawatirkan mobil dibandingkan nyawa seseorang.

__ADS_1


mendapatkan tatapan laser dari sahabat sekaligus rekan bisnisnya, Ramon langsung melajukan mobilnya tanpa aba-aba membuat Andra hampir saja terjungkal ke depan.di benar-benar murka dengan sahabatnya itu. temannya benar-benar halal untuk ia kubur hidup-hidup saat ini.


" bajing**an kau mon!!.. kau mau buat aku jadi pasien rumah sakit atau apa hah.!!!


__ADS_2