
Disebuah rumah kontrakan sederhana,terdengar perdebatan sepasang suami istri...
"jadi mau kamu gimana mas?"tanya Melina pada suaminya yang bernama Hardi.
tak ada jawaban yang keluar dari mulut laki-laki itu.dia hanya membisu.melina mulai merasa kesal.
"Mas jawab dong ! kalau kamu hanya diam aja semua nggak akan pernah selesai .dan aku udah capek mas begini terus".ucap Melina panjang lebar.tetapi Hardi masih diam saja.
Hening....
akhirnya Hardi mulai bersuara setelah sekian lama membisu.
"kamu sendiri maunya gimana?".tanya Hardi.
semakin kesal hati Melina dengan sikap lamban Hardi.
"kamu ini aneh mas,kamu itu laki-laki tapi tidak bisa tegas".balas Melina
__ADS_1
"kalau kamu mau pergi ya sudah pergi aja".ucap Hardi kemudian yang membuat Melina serasa tidak percaya dengan pendengarannya.
"jadi ini mau kamu mas?"tanya Melina.
"baiklah kalau itu mau kamu.aku akan pergi karna aku juga sudah capek dengan semua ini ".ucap Melina sambil berlalu meninggalkan Hardi yang masih terdiam.entah apa yang dipikirkannya.
Melina masuk ke kamarnya dengan perasaan yang campur aduk.entah ia harus sedih atau senang menerima keputusan ini yang jelas ada perasaan lega yang dirasakannya.
lama Melina terdiam memikirkan yang telah terjadi barusan.tak bisa dipungkiri walaupun dia merasa lega,tetapi ada perasaan nyeri di hatinya.rumah tangga yang sudah sekian lama dijalaninya harus kandas ditengah jalan dan ia tidak tau apa sebabnya.
"Bismilahh aku harus kuat demi anakku,aku harus berjuang untuk membuatnya bahagia".ucap Melina lirih disela tangisnya.
dia memutuskan untuk memejamkan mata.karena dia tidak mau berlarut-larut dalam kesedihan.dia harus bangkit untuk memperjuangkan masa depan putri tersayangnya.
malam telah berganti siang .setelah Melina menunaikan kewajibannya sebagai umat muslim dia pun tak lupa membangunkan Alifa anaknya untuk melakukan kewajibannya.hari ini Melina berencana mencari rumah kontrakan baru untuk ia tempati bersama putrinya.
setelah hari semakin siang waktu menunjukkan pukul sembilan .Melina bersiap-siap untuk pergi mencari kontrakan.dia berkeliling mencari-cari dan akhirnya dia menemukan kontrakan yang sesuai untuk ia tempati bersama putrinya nanti .
__ADS_1
rumah itu tidak jauh dari kontrakan mantan suaminya.dia memilih kontrakan yang masih berdekatan dengan mantan suaminya bukan karena dia masih mengharapkan mantan suaminya itu.tapi dia lebih memikirkan putrinya yang masih membutuhkan kasih sayang dari ayahnya.karena tidak ada yang namanya mantan anak.
"fa...bantu ibu membereskan baju-baju kita ya."ucap Melina kepada putrinya Alifa.
""iya Bu...".jawab Alifa tanpa banyak bertanya karena Dia sudah tau yang terjadi diantara kedua orangtuanya.
Mereka berdua sibuk membereskan barang-barang yang akan dibawanya.
"apa Kita akan pindah hari ini juga bu...?".tanya Alifa tiba-tiba.
"iya fa,ibu udah nggak betah lama -lama disini ". jawab Melina.
setelah mereka membereskan semuanya dan bersiap-siap untuk keluar, tiba-tiba Hardi muncul dan langsung masuk kedalam rumah entah habis darimana ia Melina tak perduli.
"mas aku mau pindah sekarang".ucap Melina walaupun ia kesal namun ia masih tetap menjaga sopan santun.
"hemm".hanya kata itu yang keluar dari mulut Hardi.
__ADS_1