Jodoh Setelah Perpisahan

Jodoh Setelah Perpisahan
bab.25.Kemping Romantis


__ADS_3

Tak terasa hari begitu cepat berganti.hari ini adalah hari Sabtu, hari di mana di adakan nya kemping.


Semua mahasiswa sudah bersiap dengan semua perlengkapan yang di butuhkan.tak terkecuali Arfan.Selain dia membawa perlengkapan kemping, dia juga membawa sesuatu yang dia harapkan akan mengubah statusnya.


Dia tampak sudah tidak sabar lagi untuk segera sampai di lokasi.dia sudah mempersiapkan sesuatu yang istimewa untuk Ayana.


sesuai instruksi dari senior, kemping akan di adakan selama dua hari dua malam.


semua mahasiswa sudah berkumpul di halaman kampus. Mereka sedang menunggu kedatangan bus yang akan membawa mereka ke tempat kemping.


"Apakah semua sudah berkumpul?".tanya senior yang akan mendampingi mereka.


Mereka saling tengok dan kemudian menjawab dengan serempak.


"Sudah kak!," jawab mereka bersamaan.


"Baiklahh...,periksa barang bawaan kalian masing-masing lalu masukkan ke dalam bagasi dan langsung cari tempak duduk Kalian," perintah senior tersebut.


Semua mahasiswa pun memeriksa barang bawaan mereka lalu kemudian bergegas memasukkannya ke dalam bagasi.


satu persatu mahasiswa memasuki bus dan mencari tempat duduk mereka masing-masing.


Arfan dan Rendi ternyata satu kursi.


tak lama bus pun hampir terisi penuh dan alangkah terkejutnya Arfan saat dia menoleh ke arah kursi di sebelahnya, ternyata Ayana duduk di sebelahnya.dalam hati dia bersorak kegirangan.


Setelah semua tempat duduk terisi, perlahan bus pun berangkat menuju tempat kemping yang berlokasi di Bandung Selatan yaitu " Rancaupas".


Selama perjalanan Arfan selalu curi-curi pandang ke arah Ayana yang duduk di sebelahnya. Ayana yang menyadari itu hanya pura-pura cuek untuk menutupi debaran hatinya. Rendi yang melihat tingkah mereka hanya tersenyum lalu geleng-geleng kepala.


Setelah menempuh perjalanan selama satu setengah jam akhirnya mereka pun tiba di tujuan yaitu Bumi Plerkemahan Rancaupas .Ciwidey.


Semua mahasiswa pun turun dari bus lalu menurunkan barang bawaan mereka masing-masing.


"Ayo sini semua berkumpul," teriak salah seorang senior memberi pengumuman.


Para mahasiswa pun mendekat ke arah senior yg memanggil.


"Selamat siang semuanya," ucap senior tersebut.


" Sekarang kita akan membagi tugas, untuk cowok tugasnya adalah mendirikan tenda.sedangkan untuk para cewek mempersiapkan konsumsi. apa semua paham?" tanya senior.


"Paham kak," jawab mereka serentak.


"Baiklah...,Selamat bekerja," ucap senior lagi.


"Siaaapp," jawab mereka kompak.


Lalu mereka pun bergerak menuju bagiannya masing-masing.


Setelah satu jam semua tenda sudah selesai dan makanan pun sudah siap.


Terdengar lagi teriakan senior mereka untuk berkumpul.


Semua orang berkumpul untuk mendengarkan instruksi dari senior mereka.


"Terima kasih kalian sudah bekerja keras.dan pasti sudah lelah.karena tenda sudah berdiri semua, sekarang saatnya kita makan.Silahkan menikmati makanan yang sudah di masak oleh teman-teman Kalian," ucap senior tersebut.


Mereka semua mengangguk paham lalu bergegas menuju makanan yang sudah tersedia.


Malam sudah menghampiri menggantikan siang.Hawa dingin mulai terasa menusuk tulang.Bagi mereka yang berasal dari kota besar yang rata-rata berudara panas pasti akan merasa sangat kedinginan.karena daerah itu adalah dataran tinggi jadi cuacanya pun akan lebih dingin.


Tapi bagi Arfan ini adalah hal biasa, karena dia berasal dari kota Batu Malang yang berhawa dingin juga.


Semua berada di dalam tenda karena tidak tahan dengan hawa dingin.hanya beberapa orang saja yang masih berada di luar tenda karena mendapat giliran untuk berjaga.


Arfan sedang berada di luar tenda karena ia kebagian yang pertama berjaga.

__ADS_1


Kebetulan tenda Ayana berada tidak jauh dari tendanya.Hanya terhalang satu tenda saja jadi dia bisa leluasa memperhatikan.


Dia terus memperhatikan tenda Ayana dan teman-temannya berharap gadis itu akan keluar .tapi ternyata dia harus menelan kekecewaan karena hingga waktu berjaga dia hampir habis, yang ditunggu tak muncul juga.Dia pun hanya bisa pasrah.


Kini waktu berjaga Dia sudah selesai dan akan di gantikan teman satu tendanya.saat dia sudah memasuki tenda ternyata Ayana keluar.


Pagi sudah menjelang matahari masih belum menampakkan sinarnya.udara semakin terasa dingin saat pagi hari sehingga mereka banyak yang belum keluar dari tenda.


"Perhatian-perhatian..., Harap semuanya berkumpul.kita akan olah raga," terdengar suara senior memberi pengumuman.


Mereka pun langsung berhamburan keluar.Mereka semua tampak menahan rasa dingin yang tiba-tiba terasa menusuk tulang.


"Ayo jangan malas.Kita akan senam supaya badan tetap bugar," ucap senior tersebut.


Pagi hari yang dingin itupun di awali dengan olahraga senam dan ternyata benar itu bisa membuat hawa dingin berangsur hilang.


Acara senam pagi pun selesai lalu mereka dipersilahkan untuk membersihkan diri.


Setelah acara mandi selesai mereka pun membuat sarapan.Mereka saling membantu antar teman satu tenda.setelah semuanya siap mereka pun makan bersama.


Agenda kemping hari ini adalah tentang pengenalan alam, Mahasiswa di haruskan membuat catatan tentang apa saja yang di jumpai di daerah tersebut entah itu tanaman ataupun binatang.


Karena di kawasan perkemahan tersebut juga ada penangkaran rusa, Maka para mahasiswa juga di wajibkan mengamati tingkah laku hewan tersebut.


Sebagian mahasiswa ada yang mengamati pepohonan dan mencatat jenis pohon yang ada di situ dan sebagian ada yang langsung menuju penangkaran rusa.


Arfan mengamati sekitar.Dia mencari-cari sosok yang selalu terbayang di ingatannya dan akhirnya dia melihat gadis itu.Dia pun tersenyum lalu hendak menghampirinya.


"Bro..., gue ke sana dulu ya.mau menyelesaikan misi," ucapnya pada Rendi dia menunjuk ke arah Ayana dengan ekor matanya.


"Ok deh..., good luck ya," jawab Rendi sambil mengacungkan jempolnya.


Arfan mengangguk lalu tersenyum kemudian bergegas menuju ke arah gadis itu.kebetulan Ayana sendirian.jadi ini adalah kesempatan emas buat Arfan.


"Halo Ayy ..." sapanya setelah berada di samping gadis tersebut.


"Oh hai," jawabnya.


"Sendirian Ay?" tanya Arfan basa basi.


"Iya nih, tadi sama Lisa tapi dia kebelet katanya," ucapnya .


"Btw udah ke penangkaran rusa belum Ay?" tanyanya lagi.


"Belum nih," jawab Ayana.


"Mau barengan nggak?" ajak Arfan.


"Boleh," jawab Ayana sambil tersenyum.


"Ay...,emm...bisa ngobrol bentar nggak," tanya Arfan.


"Ada apa?" tanya Ayana.


Arfan mengajak Ayana mencari tempat duduk .lalu mereka pun duduk di bawah pohon .


Arfan tampak mengeluarkan sesuatu dari dalam tasnya.


"Ay, gue nggak tau gimana caranya romantis karena mungkin gue adalah tipe orang yang tidak romantis, tapi...gue mau tanya sekali lagi sama loe, apakah loe mau menerima gue Ay?kalo elo terima gue tolong pakai kalung ini tapi kalo elo nolak gue,tolong loe buang kalung ini," tanya Arfan sambil memberikan sebuah kalung berinisial nama gadis itu.


Ayana diam mematung.dia tidak menyangka bahwa Arfan akan menembak dia lagi.


"Ay, gue yakin loe sudah memikirkan jawabannya sejak gue nembak loe waktu itu," ucap Arfan lagi.


Gadis itu menunduk.dia memandangi rerumputan yang ada di depannya.lalu dia menoleh ke arah Arfan yang ada di sampingnya.


Dia lalu mengambil kalung tersebut dan hendak memakainya.Arfan tersenyum bahagia."Jadi loe terima gue Ay?" tanyanya.

__ADS_1


Gadis itu hanya mengangguk lalu tersenyum.


Arfan pun mengambil kalung tersebut."Sini gue pakein,"ucapnya sambil mengambil alih kalung tersebut lalu memakaikannya.


Arfan memegang tangan Ayana."Makasih ya Ay," ucapnya lalu mengecup lembut tangan ayana.gadis itu pun tersenyum malu-malu.


"Gue bahagia banget Ay," ucapnya lagi.


"Oh iya Ay, mulai sekarang jangan loe gue lagi ya. aku dan kamu aja," ucap Arfan lalu di angguki oleh Ayana.


"Oh iya Ay, kamu lama banget mikir jawabannya.kemaren aku sudah berfikir mau nyerah aja karena aku pikir kamu emang tidak suka sama aku," ucap Arfan lirih.


"Maaf ya Fan, kemaren aku agak dilema," ucap Ayana.


Arfan mengerutkan dahinya. " Dilema?" tanyanya.


"He em," jawab Ayana sambil mengangguk.


"Kemaren ada yang nyatain perasaan juga ma aku, dia anak jurusan lain satu kampus juga sama kita," ucap Ayana menjelaskan.


Arfan cemberut tapi detik berikutnya dia tersenyum, "Berarti kamu cintanya sama aku ya, buktinya kamu nerima aku," ucapnya bangga.


Ayana hanya tersenyum lalu mengangguk mengiyakan pertanyaan Arfan.


"Karena aku liat kamu begitu gigih.jadi aku pun tersentuh dan memang aku pun sejujurnya dari awal ketemu kamu udah suka, tapi karena aku belum yakin dan aku juga pengen lihat sejauh mana keseriusan kamu," ucapnya mengakui perasaannya.


Arfan mengecup lagi tangan Ayana yang sedari tadi masih dia genggam.


"Ya udah yok kita ke penangkaran rusa," ajak Arfan.


Ayana lalu beranjak dari duduknya menyusul Arfan yang sudah berdiri duluan.lalu mereka pun menuju penangkaran rusa.


Semua mahasiswa sudah menyelesaikan tugasnya dan mereka sudah berkumpul lagi di depan tenda mereka masing-masing.


Kakak senior pun datang "Gimana apa sudah selesai semua tugsnya?" tanya senior tersebut.


"Sudah kak," jawab mereka serempak.


"Ok, nanti di kumpulkan pada saat masuk perkuliahan ya," ucap senior tersebut.


"Baik kak," jawab mereka semua.


"Ya sudah kalau begitu selamat beristirahat. karena besok kita pulang, maka malam ini kita akan mengadakan api unggun.yang mau menunjukkan bakat terpendamnya boleh di tampilkan nanti malam," ucap senior tersebut sambil tertawa kecil lalu ia pun menyudahi pengumumannya.


mereka pun beristirahat setelah menyelesaikan tugasnya.


Malam hari pun tiba, acara api unggun di isi dengan berbagai pertunjukan.ada yang bernyanyi,menari, dan membaca puisi.acara api unggun malam ini yang menutup acara kemping mereka memberikan kesan yang mendalam bagi masing-masing orang.tak terkecuali Arfan dan ayana.sepanjang acara keduanya selalu curi-curi pandang. Rendi yang duduk di samping Arfan menangkap gelagat dari kedua orang tersebut.


"Roman-romannya ada yang jadian nih," ucap Rendi.


Arfan tersenyum menanggapi ocehan sahabatnya tersebut. "Sirik aja lu," ucap Arfan meledek.


"Gimana sukses nggak?" tanyanya.


"Pastinya Doong," jawab Arfan bangga.


"Siip lahh...,Selamat ya bro," ucap Rendi memberikan selamat.


"Thank you bro,berkat saran elo juga nih," ucap Arfan.


"Wahh bisa dapet traktiran nih," canda Rendi.


"Bereess," jawab Arfan lalu mereka ber tos ria.


Acara berlangsung sampai larut malam lalu mereka pun beristirahat di tenda masing-masing karena besok mereka harus kembali ke rumah mereka masing-masing.


Sebelum masuk ke tenda Arfan sempat menoleh ke arah Ayana begitupun dengan Ayana, lalu mereka pun saling melempar senyum sebelum akhirnya masuk ke tenda mereka masing-masing dengan perasaan bahagia.

__ADS_1


__ADS_2