Jodoh Setelah Perpisahan

Jodoh Setelah Perpisahan
bab.17.jebakan pelakor


__ADS_3

Hari yang ditunggu pun tiba, hari ini Melina dan Irfan akan membeli mobil.


kini mereka sudah berada di showroom mobil dan sedang melihat -lihat mobil yang akan mereka beli.


"sayang kamu aja yang pilih ya !".ucap Irfan.


Melina mengelilingi deretan mobil yang di pajang di showroom tersebut.setelah memilih -milih akhirnya mereka telah menemukan mobil yang di rasa cocok buat mereka ke depannya.


"mobil akan dikirim ke alamat tiga hari setelah proses ya pak".kata SPG yang melayani mereka .


"terima kasih mbak".ucap Irfan.


"terima kasih kembali pak".jawab SPG itu ramah.


mereka pun keluar dari showroom mobil dan pulang kerumah.di perjalanan Mereka mampir ke rumah makan karena sudah masuk waktunya makan siang.setelah selesai mereka pun melanjutkan perjalanan pulang.


"sayang mas berangkat dulu yah assalamualaikum".pamit Irfan.


"iya mas waalaikumsalam "jawab Melina lalu mencium tangan suaminya.


saat Irfan tiba di kantor suasana belum terlalu rame . karyawan belum banyak yang datang.karena memang waktu masuk jam kantor masih lima belas menit lagi.saat Irfan berjalan menuju ruangannya dia berpapasan dengan Seli yang baru datang juga.


"pagi pak Irfan".sapa Seli dengan suara yang di buat-buat.


"pagi juga sel". jawab Irfan.


Irfan terus berjalan menuju ruangannya Seli berjalan mensejajari Irfan.


"kamu mau kemana sek? ruangan kamu kan di sebelah sana".ucap Irfan sambil menunjuk ruangan yang berlawanan arah dengan ruangan dirinya.


"hehe...lupa pak.maaf ya pak". ucapnya sambil senyum-senyum genit.akhirya Seli pun menuju ruangannya sendiri dengan perasaan kesal.dia menghentakkan kakinya kesal "sabar sel semua butuh perjuangan "hiburannya dalam hati.


waktu menunjukkan pukul sembilan pagi.


triing triing triing...


suara ponsel Irfan berbunyi.ternyata istrinya yang menelfon.


"assalamualaikum mas".ucap Melina di seberang sana.


"waalaikumsalam sayang.ada apa?kangen ya?"ucapnya menggoda istrinya.


"ish...apaan sih mas.ini nih mas mobilnya udah dianterin ".ucap Melina memberitahukan.


"ooh ok deh". jawab Irfan


"ya udah deh mas aku cuma mau ngasih tau itu aja".ucap Melina.


"ok deh sayang.kamu istirahat ya jangan capek-capek ".ucap Irfan menasehati.


"iya mas.ya udah aku tutup ya".ucap Melina mengakhiri panggilan telepon nya.


"cium dulu dong sayang.mas udah kangen aja nih".ucap Irfan ngegombal.


"muah muah.udah mas".ucap Melina malu-malu dan langsung mematikan telepon nya.walaupun hanya lewat telepon tapi tetap saja dia merasa malu .


tok tok tok....


"masuk".ucap Irfan dari dalam ruangan.


pintu terbuka dan masuklah seli.dia berjalan ke arah meja Irfan dia sengaja melenggak lenggokkan badannya seperti orang yang sedang menggoda.


"ada apa sel?" tanya Irfan heran karena dia melihat Seli tidak membawa apa-apa saat masuk ke dalam ruangan tadi.


"emm sebentar lagi kan jam makan siang pak.saya mau ajakin bapak makan siang diluar pak".ucap Seli.


"maaf sel saya lagi banyak kerjaan.kayanya saya akan pesan saja dan makan di ruangan saya".tolak Irfan secara halus.


"oh gitu ya pak.sayang sekali ".jawab Seli kecewa.

__ADS_1


"iya maaf ya sel".jawab Irfan.


"iya deh pak nggak pa pa lain kali lagi aja kalau bapak tidak sibuk".ucap Seli.


"ya udah deh pak kalau begitu saya permisi dulu ".ucap Seli lalu beranjak keluar ruangan Irfan.


diluar ruangan


"gagal lagi aku,kenapa susah sekali sih ni orang ditaklukin".gerutu Seli.


"tampak nya aku harus pakai cara yang lebih ekstrim ini". gumam nya.


dia pun pergi ke kantin kantor karena dia gagal mengajak Irfan makan di luar akhirnya dia pun makan sendiri di kantin.


hari sudah sore.para pekerja kantor sudah waktunya pulang.irfan pun bersiap-siap untuk pulang.


saat motornya sudah di depan gerbang dia melihat Seli sedang menunggu taksi nya.sebenarnya dia mau tancap gas tapi Seli melihat nya dan malah memanggil.


"mau pulang pak?".tanya Seli.


"iya sel duluan ya".ucap irfan.tapi belum sempat Irfan melajukan motornya Seli memegang tangan Irfan."tunggu pak. maaf pak saya mau bicara sebentar saja".ucap Seli.


akhirnya Irfan mematikan lagi motornya."mau bicara apa sel?".tanya Irfan.


"emmm pak.sebenarnya saya menyukai bapak ".ucap Seli terus terang karena ia sudah kesal dengan sikap Irfan yang tidak pernah peka.


"astaghfirullah sel.kamu kan tau aku udah punya istri dan istriku saat ini sedang hamil".jawab Irfan tak habis pikir dengan yang di ucapkan Seli .


"saya tidak peduli pak.pokoknya saya cinta sama bapak.saya rela kok dijadiin istri kedua juga.atau selingkuhan aja.gimana pak apa perlu kita selingkuh pak?". tanyanya .


"selii...kamu sudah keterlaluan.saya tidak menyukai kamu sel dan saya tidak pernah punya niat untuk menghianati istriku".jawab Irfan tegas.


dia pun menyalakan mesin motornya lalu segera tancap gas dari hadapan Seli.


sesampainya di rumah dia melihat mobil yang terparkir di halaman.


"assalamualaikum sayang ".sapanya.


"tumben agak telat mas?" tanya Melina.


"iya sayang tadi ada masalah dikit".jawab irfan.ya udah mas mandi dulu yah". jawab irfan.llu ia pun berlalu menuju kamar mandi.


malam mulai merayap,kini dia sejoli ini sudah bersiap untuk tidur.mereka kini sedang di atas ranjang seperti biasa saling memeluk dan saling mengecup.


"sayang mas mau cerita tapi kamu jangan marah jangan sedih dan jangan dipikirin yah".ucap Irfan.


"apa sih mas bikin orang penasaran aja".jawab Melina.


"tadi tuh mas pulang telat gara -gara Seli ".ucap Irfan tak menyelesaikan kalimatnya.


"Seli kenapa mas".tanya Melina yang semakin penasaran.


"iya jadi dia tuh tadi nyatain perasaannya ke mas .dia maksa walaupun udah mas bilangin mas udah punya istri".jelas Irfan.


"gila ya tu orang.nggak tau malu bnget emang stok laki-laki singgel udah habis gitu?".tanya Melina marah..


"sayang jangan marah -marah.dan kamu tenang aja mas tidak akan pernah mengkhianatimu dan tidak akan tergoda".ucap Irfan bersungguh-sungguh.


"iya mas aku percaya sama mas".ucap Melina.


"ya udah yok tidur".ajak Irfan supaya istrinya ini tak memikirkan masalah Seli terus.


merekapun tidur berpelukan.


adzan subuh sudah berkumandang,mereka pun menunaikan kewajiban mereka sebagai umat muslim.


"sayang mas mau berangkat dulu ya"pamit Irfan lalu menyodorkan telapak tangannya.melina yang udah paham pun langsung mencium tangan suaminya.


hari ini Irfan pergi ke kantor dengan menggunakan mobil.

__ADS_1


kini Irfan sudah dalam perjalanan menuju kantornya.


akhirnya dia pun tiba di kantor nya saat dia turun dari mobilnya.seli melihat Irfan dan dia ternganga mulutnya sampe mangap karena melihat Irfan turun dari mobil.


"waahh aku jadi semakin semangat ngerayunya nih dia semakin kaya untung tadi aku udah siapin sesuatu".gumam Seli tersenyum licik.


setelah Irfan masuk keruangan nya dan Seli pun bergegas ke pantry untuk membuatkan kopi untuk Irfan.


di rumah Melina merasa gelisah terus.dia terus kepikiran dengan cerita dari suami nya tentang Seli."apa aku susul mas Irfan ke kantor aja ya perasaan ku kok nggak enak banget ya"gumamnya.


akhirnya Melina memutuskan untuk pergi ke kantor Irfan dengan menggunakan taksi.


Seli yang sudah selesai membuat kopi dia lalu memasukkan sesuatu ke dalam kopi yang telah dibuat nya dan akan diberikan kepada Irfan.


"tunggu aku ya Irfan kamu akan segera jadi milikku "gumamnya.


tak lama datang OB yang bertugas membuatkan minuman untuk para karyawan.


dia pun memanggil ob itu."mas ini kopi nanti tolong di kasihkan ke pak Irfan ya tapi jangan bilang dari saya ya". ucapnya memberi tahu.


"iya buk "jawab OB tersebut lalu mengantarkan kopi itu ke ruang Irfan.


tok tok tok...


"masuk".ucap Irfan.


pintu terbuka dan masuklah OB tersebut dengan membawa nampan berisi kopi.


"ini pak kopinya".ucap OB tersebut.


"ya taroh aja di meja.makasih ya mas.".ucap Irfan.


ob itu pun mengangguk kan kepalanya lalu keluar dari ruangan Irfan


"Irfan pun menyeruput kopi tersebut tanpa rasa curiga.seli yang mengintip pun tertawa tanpa suara.dia pun merasa puas karena berhasil menjebak Irfan" sebentar lagi Irfan akan menjadi milikku"gumamnya lirih.


dan benar saja Irfan mulai mengerjap-ngerjapkan matanya.dia mulai agak pusing . pandanganya sesekali kabur.seli yang menyaksikan itu langsung masuk ke ruangan Irfan.


"pak...pak Irfan kenapa sepertinya kurang sehat?".tanya Seli mendekati irfan.dia pun menempelkan tangannya di ke dahi Irfan."wah sepertinya bapak demam.badannya panas.biar saya bantu longgarin bajunya".ucap Seli hendak membuka kancing kemeja irfan.dia pura-pura terjatuh dipangkuan Irfan dia pun dari tadi sudah membuka dua kancing kemejanya sehingga menampakkan buah dadanya.irgan masih memijit-mijit kepalanya.


Seli terus berusaha membuka kancing kemeja Irfan dia mendekatkan bibirnya ke bibir Irfan yang kini sudah setengah sadar akibat pengaruh obat tidur yang dimasukkan ke kopinya.


saat bibir Seli sudah menyentuh bibir Irfan...


"maaasss".teriak melina.melina sangat terkejut Melina perbuatan Seli terhadap suaminya.


Seli pun terlonjak kaget dan langsung dari pangkuan irfan.


"Irfan walaupun setengah sadar tapi dia masih bis mengenali istrinya."sayaaang.kepala mas pusing banget ini".ucap Irfan lemah.melina pun mendekati suaminya.


"mbak anda kurang ajar sekali ya.dan sangat tidak tau malu menggoda suami orang".ucap Melina marah pada Seli.


Seli kebingungan menjawab dia hanya diam mematung.


"cepat keluar dari sini".usir Melina.


Seli pun keluar meninggalkan ruangan Irfan setelah diusir oleh Melina.


Melina memberikan minum pada suaminya.lalu menyandarkan kepala suaminya di perutnya."mas sadar mas , istighfar mas".ucap Melina.


beberapa saat kemudian Irfan sudah tersadar dari pengaruh obat tidur itu.


"mas kamu harus laporin hal ini mas.biar dia jera".ucap Melina."iya sayang".jawab Irfan."o iya kok kamu bisa ada di sini sayang?". tanya Irfan."perasaan ku nggak enak dari mas berangkat tadi jadi aku mutusin buat ke sini dan ternyata benar terjadi sesuatu.untung aku tepat waktu mas".ucap Melina kesal."makasih sayang feeling kamu sangat kuat dan itu yang menyelamatkan mas".ucap Irfan.


akhirnya Melina memutuskan untuk pulang karena jam kerja Irfan masih lama berakhirnya.


"hati-hati ya sayang.kmu istirahat ya jangan capek-capek".ucap Irfan saat mengantarkan istrinya yang akan naik taksi online yang dia pesan tadi."iya mas.aku pulang dulu ya mas jug hati-hati ya".ucap Melina.


Irfan pun mengangguk dan tersenyum lalu melambaikan tangan saat mobil sudah berlalu dari hadapannya.

__ADS_1


perasaan seorang istri tidak pernah salah.cinta yang kuat akan membentengi dari niat jahat seseorang.dan seorang istri selalu bisa menjadi dewa penyelamat untuk suaminya.maka dari itu untuk para suami tolong jaga perasaan istri dan hargai setiap pengorbanan istrimu.karrena istri adalah kunci kebahagiaanmu.


__ADS_2