
Hari Minggu adalah hari paling menyenangkan bagi sebagian orang karena mereka bisa bersantai dari aktifitas pekerjaan.
bagi sebagian orang lainnya adalah waktu untuk bersenang -senang bersama keluarga.
hari ini Arfan dan Rendi sudah janjian untuk berkunjung ke rumah kakaknya.kini mereka sedang bersiap-siap berangkat.
Arfan keluar kamarnya lalu menuju kamar Rendi.
"Rend udah siap belum?". tanyanya dari luar kamar.
"bentar fan dikit lagi , masuk dulu fan".sahut Rendi dari dalam.
"ah lama lu kaya cewek aja".omel Arfan kesal.lalu ia pun masuk ke kamar Rendi .ia lalu mendudukan badannya di atas kasur.
"ya elah fan gue kan baru beres mandi barusan.lagian lu nunggu gue ini juga bisa jadi latihan ntar kalau lu punya cewek.dan lu harus lebih sabar karena cewek pasti lebih lama dari gue".ucapnya sambil nyengir kuda.
"ngeles aja lu".sahut Arfan .
Rendi hanya tertawa menanggapi kekesalan temannya tersebut.
akhirnya Rendi pun telah siap dan merekapun langsung berangkat ke tempat tujuan yaitu rumah kakaknya.
tak lama merekapun telah sampai di rumah kakaknya Arfan.
"assalamualaikum".ucap keduanya bersamaan.
"waalaikumsalam".jawab si pemilik rumah yaitu Irfan dan Melina bersamaan.
Arfan dan Rendi pun masuk ke dalam rumah lalu menyalami kakak dan kakak iparnya bergantian begitupun dengan Rendi.
"kenalin kak ini Rendi teman aku".ucap Irfan memperkenalkan temannya pada kakaknya.
lalu mereka pun mengangguk sambil tersenyum.
"satu kampus sama Arfan rend ?".tanya Irfan.
"iya kak bahkan satu kost".jawab Rendi.
Melina yang sedari tadi sedang memangku Davin lalu beralih memberikan Davin pada irfan.ia lalu bergegas ke dapur untuk mengambil minum untuk tamunya.
tak lama ia pun sudah kembali dengan membawa tiga cangkir teh dan camilan.
"di minum fan rend".ucap Melina mempersilahkan .
"makasih kak".jawab mereka berdua.
"gimana kuliah kamu fan".tanya Melina.
"gitu deh kak.belum mulai perkuliahannya mah .baru beres ospek kemaren".jawab Arfan.
"Arfan tuh pasti pengennya cepet -cepet masuk perkuliahan kak.soalnya kan...eheemm".ucap Rendi menggantung ucapannya.
Melina mengerutkan dahinya lalu melihat ke arah suaminya mengartikan dia bertanya apa yang terjadi dan Irfan pun hanya mengangkat bahunya tanda tak tahu.
__ADS_1
"eheem itu apaan?".tanya Melina kemudian.
"ahh enggak kok kak.rendi tuh suka iseng aja".kali ini Arfan yang menjawab.
"jangan bohong kamu".ucap Melina lagi.
"Rendi coba kamu jelasin apa yang sebenarnya terjadi?".desak Melina.
"emmm gimana ya kak.arfan tuh lagi ngejar cewek idamannya, jadi semangat banget kuliahnya ".ucap Rendi pada akhirnya dan Arfan pun hanya diam saja.
"gini ya fan. bukannya kakak melarang kamu untuk menyukai seseorang tapi saran kakak sih kamu fokus dulu aja dengan kuliah kamu".ucap Melina.
"tapi kakak ngomong kaya gini kamu jangan salah paham ya.bukannya kakak sok mau ngatur kamu .ini kakak cuma ngasih saran aja".ucap Melina lagi.
"nah bener tuh apa yang kakak kamu bilang".ucap Irfan menimpali.
"yaahh kak..aku tuh udah terpesona pada pandangan pertama.jadi susah lupa.lagian juga dia belum Nerima aku".ucap Arfan dengan lesu.
"lahhh jadi kamu udah nembak dia?".tanya Melina lagi.
"udah kak tapi masih di gantung hahaha".ucap Rendi sambil tertawa.
"paan sih lu".ucap Arfan kesal.
Rendi hanya nyengir melihat Arfan yang sedang kesal.
"kamu tuh fan ada- ada saja".ucap Irfan kakaknya.
mereka semua pun tertawa melihat Arfan yang sedang kesal.
Arfan pun mengangguk mendengarkan nasehat dari kakak iparnya itu.
Davin yang sedari tadi di cuekin kini mulai cari perhatian .dia mulai turun dari pangkuan ayahnya lalu mendekati om nya.
"om...om...".celotehnya.
"iihh gemesnya.udah pinter aja kamu ini".ucap Arfan sambil mencolek pipi gembul Davin lalu dia pun mengangkat Davin ke atas pangkuannya.
"kita makan dulu yuk tadi kakak udah masak".ajak Melina .
lalu mereka pun menuju dapur untuk makan.mereka makan bersama tanpa bersuara.
selesai makan Arfan dan Rendi pun berpamitan pulang ke kost an lagi.
perkuliahan pun sudah di mulai dan semua mahasiswa sudah belajar di kelasnya masing-masing.
sampai detik ini Arfan belum mendapatkan jawaban dari Ayana gadis pujaan hatinya itu.dia setiap hari memperhatikan Ayana .berharap Ayana akan segera memberikan jawaban tapi sepertinya Ayana belum ingin punya hubungan dengan laki-laki.
di akhir perkuliahan tiba-tiba ada senior yang masuk ke kelas katanya mau memberitahukan pengumuman.
"selamat siang semuanya".sapa para senior yang berjumlah tiga orang itu.
"siang kak".ucap mereka semua serempak.
__ADS_1
"kita di sini mau memberitahukan bahwa Sabtu depan akan di adakan kemping.seharusnya ini di adakan hari Sabtu kemarin tapi karena persiapannya belum selesai jadi kita tunda sampai Sabtu besok.jadi tolong di persiapkan segala sesuatunya.mengerti ?".ucap senior tersebut
"mengerti kak".jawab mereka semua kompak.
tolong ini di tulis barang apa saja yang harus kalian bawa.lalu salah satu senior tersebut menuliskan barang yang harus di bawa pada saat kemping nanti.
setelah selesai memberi pengumuman tersebut para senior itu pun berpamitan lalu pergi meninggalkan kelas tersebut.
bisik-bisik terdengar."biasanya dulu-dulu tidak ada acara kemping.apa ini hanya ....".ucap salah satu mahasiswa menduga-duga tak jelas.
hari pun berlalu dengan cepat.tapi menurut arfan waktu ini lambat sekali berjalan.dia masih saja galau karena di cuekin Ayana terus.
"apa aku nyerah aja ya".gumamnya.
"hayo loo".teriak Rendi sambil menepuk pundak Arfan dengan keras.yang di pukul sampai meringis saking kencangnya pukulan Rendi.
Arfan hanya mendengus kesal.
"kenapa sih loe?". tanyanya lagi.
."rese lu ah".ucap arfan.
"Rend apa sebaiknya gue nyerah aja ya.seperti kata kakak ipar gue itu jangan mikirin cewek dulu.tapi gue susah ngelupain tu cewek ".ucapnya
"ya elahh fan fan...masak lu nyerah sebelum berperang sih".ucap Rendi memprovokasi.
"yaa habisnya dia cuek terus.gue bingung mesti gimana supaya dia mau melihat gue". keluhnya.
"lu kurang berusaha sih kalau gue liat-liat.lu cuma nunggu doang.beraksi dong".ucap Rendi lagi.
"ya gue mesti gimana dong.bingung.kasih saran dong.tapii gimana lu mau ngasih saran ya orang kamunya aja jomblo".ledek Arfan.
"ehh jomblo- jomblo gini gue ahlinya dalam percintaan loh".ucapnya menyombongkan.
"alahh gaya lu".ucap Arfan sambil melempar pulpen yang dia pegang.
Rendi hanya nyengir kuda.
"balik yuk...ntar aja kita atur strategi di rumah.laper nih gue".ajak Rendi.
merekapun akhirnya pulang ke kost an.mereka mampir ke warung nasi langganan mereka untuk makan siang mereka.sambil berjalan menuju kost mereka setelah membeli makan .mereka membahas lagi masalah Ayana.
"bro gimana kalau loe tembak lagi tu cewek.tapi harus lebih romantis biar dia klepek-klepek ".saran Rendi.
"oh iya gue baru inget.kemaren waktu gue nembak dia kan dadakan tanpa persiapan.dan dia itu cuma bilang masa nembak nggak romantis banget".ucap Arfan sambil menepuk dahinya.
"pantes aja dia cuek bro.dia tuh nungguin loe nembak lagi yang lebih romantis tapi loe nya diem-diem Bae ya jadinya pasti dia juga kesel.dasar lu nggak peka".ucap Rendi .
"gue lupa sih".ucap Arfan garuk garuk kepala.
"ya udah ...gimana kalau pas kita kemping nanti loe tembak lagi dia tapi harus romantis.harus persiapkan dengan matang".ucap Rendi memberi saran .
"oke.ide yang bagus itu.malam-malam pasti romantis tuh". ucap Arfan.
__ADS_1
akhirnya Arfan memutuskan akan menembak Ayana lagi tapi dengan persiapan yang lebih matang agar romantis.