Jodoh Setelah Perpisahan

Jodoh Setelah Perpisahan
bab.30. Akhirnya tertangkap basah juga.


__ADS_3

Irfan dan Melina memutuskan untuk membawa Arfan ke rumah mereka untuk masa pemulihan.


setelah satu jam perjalanan akhirnya mereka pun sampai di rumah Irfan.


Ayana dan Rendi pun ikut mengantarkan.


Irfan turun lebih dulu untuk membuka pintu.lalu yang lain ikut menyusul .mereka semua pun masuk ke dalam rumah.


Setelah beberapa saat akhirnya Ayana dan Rendi berpamitan pulang.


"Kita pulang dulu ya kak," pamit Rendi mewakili.


" Makasih ya kalian udah bantuin Arfan.hati-hati di jalannya ya," ucap Melina lalu tersenyum.


Mereka pun mengangguk lalu beralih ke arah Arfan.


" Bro kita pulang dulu ya," ucap Rendi.


" Thank you ya bro.titip ayang gue tolong anterin sampai rumah," pinta Arfan.


" Bereess," jawab Rendi sambil mengacungkan jempolnya.


" Cepet sembuh ya," ucap Ayana sambil tersenyum


Mereka pun keluar setelah sebelumnya bersalaman dengan Irfan dan Melina.


Arfan tidak masuk kuliah selama tiga hari.setiap hari Ayana selalu datang menjenguk Arfan.kadang ia juga datang bersama Rendi.


Hari ini pun Ayana datang menjenguk Arfan.


" Assalamualaikum," ucap Ayana saat sudah di depan pintu.


" Waalaikumsalam," jawab Arfan yang sedang menemani Davin bermain.


" Hay Ay, sini masuk." ucapnya.


Ayana tersenyum lalu melangkah masuk. Dia pun duduk di sebelah Arfan.


" Halo ganteng," sapa Ayana pada si kecil Davin yang sedang asik bermain.


Dia lalu menoleh dan tersenyum riang.mungkin dia tau kalau dia sedang di puji kegantengannya.


" Halo Tante," balas Davin. Dia memang sudah mulai lancar berbicara meskipun terkadang masih cadel.


" Davin doang nih yang ganteng. Aku juga ganteng loh," ocehnya.


" Dihh gitu aja Sirik. Gimana ya...habisnya gantengan Davin sih," godanya pada Arfan.


" Tega banget ya Ay. Masak aku kalah ma bocil." ucapnya sambil menepuk jidatnya.


Ayana hanya tersenyum dan Davin pun ikutan tertawa seolah paham dengan obrolan orang dewasa di dekatnya tersebut.


" Kapan kamu masuk kuliah lagi Fan?" tanya Ayana kemudian.


" Senin aja lah nanggung hehe," jawabnya sambil nyengir.


" Dihh jadi kesempatan dalam kesempitan nih," ledek Ayana.


Arfan hanya nyengir kuda.Lalu dia pun beringsut duduknya untuk lebih mendekat pada Ayana.


Dia lalu memeluk pinggang Ayana dan meletakkan dagunya di ceruk leher Ayana.


" Aku kan masih sakit Ay," ucapnya manja sambil menempelkan wajahnya di leher Ayana.


Ayana berusaha menahan kepala Arfan supaya agak menjauh dari wajahnya.bukan apa-apa, tapi dia merasa tak enak dengan si kecil Davin. Dan dia juga takut kalau tiba-tiba kak Melina melihatnya.


" Fan jangan kaya gini dong, malu nih sama Davin," ucapnya sambil tersenyum melihat Davin dan tangannya masih berusaha menjauhkan kepala Arfan dari wajahnya tapi Arfan malah semakin mengeratkan pelukannya.

__ADS_1


" Kangen Ay," ucapnya manja.


" Apaan sihh orang tiap hari juga ketemu," ucap Ayana.


" Aku tuh tiap menit kangen sama kamu Ay," ucapnya lagi.


" Gombal." Ucap Ayana.


" Fan udah dong jangan kaya gini terus malu sama kak Mel nih. Ngomong-ngomong kak Mel lagi apa?" tanyanya.


" Kakak lagi masak tuh, makanya aku kebagian jagain bocil." Jawabnya.


" Ya udah deh aku mau bantuin kakak masak." Ucapnya. Akhirnya dia menemukan cara melepaskan diri dari pelukan Arfan.


Dia pun berdiri lalu menuju dapur untuk membantu kak Melina.


" Assalamualaikum kak," ucap Ayana setelah sampai di dapur.


Melina menoleh lalu tersenyum.


" Eh Ay, waalaikumsalam," jawabnya.


" Baru datang Ay?" tanya Melina karena ia memang tidak mengetahui kedatangan Ayana tadi.


Ayana tersenyum malu dia merasa tak enak hati karena tidak langsung menemui kak Melina.


" Sebenarnya udah agak tadi kak, maaf nggak langsung nyapa kakak." Jawabnya merasa tak enak hati.


malina tersenyum mendengar jawaban ayana.dia paham dengan situasinya.


" Nggak apa-apa Ay." jawab Melina sambil tersenyum.


" Kakak masak apa ? aku bantuin kak ," ucapnya.


" Boleh...sini Ay, kakak mau masak soto ayam," jawabnya.


Akhirnya Ayana pun ikut membantu Melina memasak untuk makan siang mereka.


Menjelang sore Ayana berpamitan pulang.


" Ay ... ,masih kangeeenn.Nanti aja atuh pulangnya." ucapnya manja sambil memeluk Ayana.


Ayana jadi merasa malu, pasalnya Arfan melakukannya di depan kak Melina.Dia merasa salah tingkah karena di perhatikan kak Melina.


Melina hanya tersenyum sambil geleng-geleng kepala melihat tingkah adiknya tersebut.


" Aku masih ada tugas kuliah Fan," jawabnya membuat alasan.


" Besok aja aku ke sini lagi.jadi malu kan sama kak Mel," ucapnya menutupi kegugupannya.


" Kamu tuh Fan, emang kamu bakal tanggung jawab ngerjain tugasnya ayana.kamu sendiri aja nggak kuliah-kuliah." Ucap Melina sambil tersenyum yang membuat Arfan semakin cemberut.


" Hhhh ya udah deh," ucapnya sambil menghela nafas kecewa.


Arfan memang selalu begitu setiap Ayana pamitan pulang.banyak drama hehehe.maklum lagi bucin-bucinnya sih.


Akhirnya Arfan pun melepaskan ayana.walau masih tidak rela. Ayana pun berpamitan pulang.dia naik ojol yang sudah dia pesan sebelumnya.


Kini Arfan sudah benar-benar sehat.dan sudah hampir satu Minggu dia tidak ikut perkuliahan.Hari ini dia akan mulai masuk kuliah lagi.


" Kak nanti aku pulang kuliah langsung balik kost an ya," ucapnya di seka-sela sarapan mereka.


"Kamu yakin udah bener-bener baikan Fan ?" tanya kakaknya Irfan.


" Udah dong kak," Jawabnya.


" Kamu mau berangkat pakai apa?" kali ini Melina yang bertanya.

__ADS_1


" Pakai motor aja deh kak." Jawabnya.


" Kamu yakin fan?" tanya kakaknya.


" Yakin lahh kak," ucapnya meyakinkan kakaknya.


"Ya udah kamu hati-hati ya," ucap kakaknya.


." Siaapp kak." jawab Arfan.


Akhirnya dia pun berangkat ke kampus setelah menyelesaikan acara sarapannya. Dia pun pergi dengan motor.


Sesampainya di kampus Arfan langsung masuk ke kelas. Di sana sudah ada Rendi dan Ayana juga lisa.mereka bertiga tampak sedang mengobrol karena kelas memang belum di mulai.


" Hai semua," sapa Arfan. Mereka semua pun menoleh.


" Hai bro dah sehat bener Lo?" tanya Rendi.


" Seperti yang Lo lihat," jawabnya sambil merentangkan tangan.


Ayana tersenyum melihatnya.lalu Arfan pun menghampiri mereka dan duduk di samping Ayana.


Tak lama ada seseorang yang masuk ke kelas, dia melihat sinis ke arah Arfan. Tetapi Arfan belum menyadarinya.


" Sial banget. Ternyata si brengsek itu masih selamat." Umpatnya dalam hati.


Tak lama kelas pun di mulai, para mahasiswa menyimak dengan seksama.


Tak terasa waktu perkuliahan pun telah selesai. Dosen pun mengakhiri kelasnya. Mereka semua bersiap pulang ke rumah masing-masing.


Saat hampir semua mahasiswa sudah keluar, tinggalah Arfan dan teman-temannya yang masih di dalam.Dia mendekati Ayana, dia bermaksud untuk mengajaknya pulang bareng.


" Pulang yuk Ay," ajak Arfan sambil duduk di depan Ayana.


Ayana mengangguk lalu tersenyum.


Riko yang melihat itu semakin geram saja.Dia pun keluar terlebih dahulu.Dia punya rencana jahat lagi.riko langsung menuju tempat parkir, Dia pun mencari-cari motor Arfan.


" Itu dia motornya," gumamnya. Dia pun menghampiri motor tersebut.


Saat dia sedang berjongkok hendak mengempesi ban motor Arfan, tiba-tiba ada yang mencolek bahunya.


Dia pun kaget lalu menoleh.dia terkejut ternyata Arfan dan Ayana sudah ada di belakangnya.


" Ngapain bro? suka ya sama motor saya?" tanya Arfan meledek Riko.


" Cih ogah amat motor butut gini," ucapnya sambil menendang ban motor Arfan.


" Trus itu ngapain pegang-pegang motor saya?" tanyanya.


" Siapa juga yang megang. nggak usah ge er Lo," ucapnya.


" Masih untung Lo bisa selamat kemaren, lain kali awas aja Lo." Ancamnya.


Arfan dan Ayana saling pandang.Mereka sepertinya berpikiran sama.


" Jangan-jangaann...." ucap mereka bersamaan.


" Riko, apa Lo pelakunya yang nabrak Arfan kemaren?" tanya Ayana penasaran.


Riko gelagapan, Dia keceplosan sendiri. " Apaan Lo nuduh gue?" tanyanya penuh amarah.


" Ya kalau Lo bukan pelakunya ngapain Lo mesti marah?" tanya Ayana lagi.


" Mana gue tau," jawabnya lagi lalu buru-buru pergi dari hadapan mereka.


Ayana dan Arfan pun semakin yakin bahwa Riko ada hubungannya dengan kecelakaan Arfan. Tapi mereka perlu bukti yang lebih kuat untuk melaporkan jika memang Riko pelakunya.

__ADS_1


" Sudahlah Ay, yuk kita pulang aja. Sepandai-pandainya orang menyimpan bangkai pada akhirnya akan tercium juga, kita lihat sja nanti," ucap Arfan.


Ayana pun mengangguk setuju, lalu mereka pun bergegas pulang. Sedangkan Rendi sudah pulang terlebih dahulu bersama Lisa.


__ADS_2