Jodoh Setelah Perpisahan

Jodoh Setelah Perpisahan
bab.23.Pucuk di cinta ulam pun tiba


__ADS_3

pagi-pagi kedua lelaki yang menghuni kost-kostan itu sudah sibuk mempersiapkan diri untuk berangkat ke kampus.hari ini adalah hari kedua ospek di kampus baru mereka.


Arfan keluar dari kamarnya.


"Rend ayok dah siapa belom?". tanyanya sambil mengetuk pintu kamar Rendi yang bersebelahan dengan kamarnya.


"bentar fan".teriak Rendi dari dalam.


"lama amat sih lu kaya cewek aja".omel Arfan .


tak lama Rendi pun keluar kamar ."ayok".ucapnya pada Arfan lalu di jawab dengan anggukan.


merekapun bergegas berangkat ke kampus.


tak lama setelah menempuh perjalanan dengan naik angkot merekapun sampai di kampus .terlihat beberapa mahasiswa juga sudah berdatangan dan mereka semua tampak tergesa-gesa memasuki halaman kampus karena takut terlambat.mereka tidak mau terkena hukuman dari senior mereka.


tak lama terdengar pengumuman dari para senior agar para mahasiswa baru berkumpul di lapangan.


setelah mendengar pengumuman dari senior mereka para mahasiswa baru pun berlarian menuju lapangan kampus.


setelah para mahasiswa baru berkumpul , senior pun memberikan pengumuman tugas yang harus di kerjakan hari ini.


"baiklah ...tugas hari ini adalah meminta nomer telepon dari teman yang kemaren namanya telah dikumpulkan".begitulah teriak kakak senior itu kepada adik kelasnya.


sontak semua mahasiswa langsung riuh.karena mereka merasa tugas ini terlalu berat.pasalnya mereka kemaren asal berkenalan saja dan bisa jadi mereka sudah lupa dengan teman yang kemaren mereka ajak berkenalan.jadi mereka hanya bermodalkan nama untuk menanyai satu persatu dari catatan mereka beruntung mereka yang masih ingat dengan orangnya atau bahkan yang di tulis adalah teman mereka sendiri.


"pucuk di cinta ulam pun tiba".begitu gumam Arfan sambil senyum-senyum sendiri.


"lu kenapa senyum-senyum sendiri?".tanya Rendi heran.


"ada deehh".jawabnya sambil tersenyum penuh arti.


Rendi hanya menggelengkan kepalanya melihat kelakuan teman barunya itu.


sementara para mahasiswa sibuk mencari teman yang kemaren mereka ajak berkenalan untuk meminta nomer teleponnya begitupun dengan Arfan matanya sibuk menyapu diantara para mahasiswa mencari seseorang.dia bergegas maju saat matanya menangkap sosok yang dia cari sedari tadi.


"Hay ayy....".sapanya setelah dekat dengan gadis itu.


gadis yang mendengar namanya di panggil langsung menoleh dia pun tersenyum senang karena satu tugasnya terselesaikan masih tinggal dua lagi dia mengumpulkan nomer telepon temannya yang ia tulis kemaren.


dia pun menghampiri orang yang memanggilnya tadi yang tidak lain adalah Arfan .


tanpa basa basi gadis itu langsung menyodorkan buku yang berisi catatan nama teman yang sudah ia tulis kemaren.


Arfan melongo menerima buku catatan itu.dia tersenyum lalu menuliskan nomer teleponnya di buku ayana.ia pun lalu ganti menyerahkan buku miliknya pada ayana.gadis itu pun langsung menuliskan nomer teleponnya di buku Arfan .


"makasih ya".ucap Ayana.


Arfan tersenyum dia senang bukan kepalang karena gadis itu berterima kasih lebih dulu.wajahnya pun sudah tidak sejutek waktu pertama kali bertemu.


"sama-sama ay".ucap Arfan sambil menampilkan senyumnya yang paling manis.


diam-diam Ayana pun terpesona dengan senyum manis Arfan.


dia pun buru-buru permisi untuk menutupi wajahnya yang merona.


"ya udah gue kesana dulu ya belum kelar nih punyaku".ucapnya.


"ok ay. thank you ya".ucap Arfan sambil tersenyum.


"sama-sama ".jawab Ayana lalu berlalu dari hadapan Arfan.


Arfan seneng banget.dia pun langsung menyimpan nomer telepon gadis itu.


setelah menyelesaikan tugas yang diberikan senior mereka pun diperbolehkan pulang. Arfan pun menghubungi Rendi dan ternyata Rendi pun sudah selesai.lalu mereka pun pulang bareng.


"gimana tadi lu tugas dari senior?".tanya Rendi.


"gue seneng banget dengan tugas hari ini.nggak nyangka banget jalan gue bakal kebuka dengan sendirinya.senior yang biasanya selalu bikin kesel mahasiswa baru hari ini gue berterima kasih banget sama mereka".ucap Arfan dengan menggebu-gebu.


"lu kenapa sih.emang lu dapet apa?roman-romannya ada yang dapet gebetan nih!".tebak Rendi.


"Yoi bro...".jawab Arfan sambil menaik turunkan alisnya .Rendi hanya geleng-geleng kepala.


"lu bayangin nih ya...pas gue daftar waktu itu gue udah ketemu ma dia.tapi dia juteknya minta ampun yah walaupun emang gue yang salah sih.dan itu tuh bikin gue penasaran banget.nggak taunya tugas dari senior dua hari ini justru mengantarkan gue ke arah cewek itu.kayanya gue jodoh deh ma dia".ucap Arfan dengan pedenya.

__ADS_1


"pede banget lu".ucap Rendi sambil mencebik.


"harus doong".balas Arfan sambil terkekeh.


mereka pun langsung pulang ke kost an dengan menaiki angkot.


sesampainya di kost an Arfan berbaring sambil membayangkan wajah gadis yang sudah membuat ia jatuh cinta.tiba-tiba handphone nya bergetar.ada telepon masuk.dia pun meraih handphone yang ia letakkan di meja kecil di samping tempat tidur.ternyata Kaka iparnya yang menelfon.dia pun langsung mengangkat panggilan tersebut.


"assalamualaikum kak".ucap Arfan saat panggilan tersambung.


"waalaikumsalam fan , gimana kuliah kamu fan lancar?".tanya Melina.


"aman kak".jawab Arfan .


"syukurlah...kamu maen-maen ke sini atuh.sepi nih nggak ada kamu".ucap Melina menggoda adik suaminya itu.


"aeh kakak ini udah kangen aja sama adeknya yang ganteng ini".ucapnya dengan sangat pede yang diiringi tawa kecilnya.


"hemm...pedenya ampun".balas Melina.


Arfan hanya tertawa menanggapi ucapan kakak iparnya itu.


"kak Irfan belum pulang kak?". tanyanya kemudian.


"belum fan.makanya ini kakak kesepian".ucapnya memelas.


Arfan tertawa lagi mendengar suara kakak iparnya yang memelas.


"nanti aja hari Minggu aku kesana kak.hari-hari ini agak sibuk kak, maklum masa ospek gitu loh".ucapnya.


"gimana Davin kak sehat?lagi apa nih?". tanyanya


"Alhamdulillah sehat fan.ini dia lagi main".jawab Melina.


"ya udah ntar hari Minggu aja aku ke sana kak.aku ajak temen boleh kak?".tanyanya.


"boleh dong.kakak malah seneng.ok deh di tunggu yah".ucap Melina.


"siaap kak.ya udah salam buat kak Irfan sama Davin ya kak".ucapnya lagi.


"waalaikumsalam.makasih ya kak".jawab Arfan.


"sama-sama dek".jawab Melina lalu ia pun mengakhiri panggilan telepon nya.


Arfan memutar-mutar handphone yang ada di tangannya.dia tampak sedang berfikir.akhirnya dia pun memutuskan untuk mengirim chat pada seseorang yang dari tadi dia pikirkan.


"halo ay... assalamualaikum".tulisnya. dia mengirimkan pesan tersebut dia menunggu sambil matanya terus memandangi layar ponselnya.tapi setelah sekian lama Ayana belum membalas pesannya bahkan belum juga di baca.dia sudah gelisah menunggu pesannya di balas .


"oh iya gue lupa, gue kan nggak nulis nama gue tadi".gumamnya.


dia pun menulis pesan lagi.


"ay ini gue .Arfan .save ya nomer gue".tulisnya lagi lalu dia pun mengirimkan pesan nya lagi.


Arfan meletakkan handphone nya di atas kasur di sebelahnya.


tak lama kemudian.


triing...


bunyi pesan masuk.irfan pun mengambil handphone nya .matanya membelalak dia kaget dan girang banget saat melihat siapa yang mengirim pesan.ternyata Ayana.


"waalaikumsalam salam.ok ini udah gue save".balasnya.


"yess".teriak Arfan kegirangan .dia mencium-cium handphone nya saking senengnya.


"Ayy... boleh nanya nggak?".tanya Arfan.


"boleh .mau nanya apa?".balas Ayana.


"loe udah punya pacar belum.takutnya ntar ada yang marah ".tanya Arfan.


lama dia menunggu balasan tapi belum juga di balas.arran pun jadi murung karena berfikir bahwa Ayana sudah punya pacar.


saat Arfan sudah hilang harapan tiba-tiba.

__ADS_1


triing...


ada balasan lagi.


Arfan sampai berdiri saking senengnya setelah membaca balasan chat dari Ayana.dia pun terus mencium cium handphone nya.karena ternyata Ayana belum punya pacar.


hari-hari berikutnya Arfan gencar mendekati ayana.tapu sepertinya gadis itu cuek saja.tapi Arfan tidak mau menyerah.


hari ini adalah hari terakhir ospek .niat hati Arfan ingin menyatakan perasaan nya pada ayana.tapi gadis itu sepertinya menghindarinya.bahkan hingga saat mereka mau pulang gadis itu masih saja menghindar.


saat gadis itu berjalan keluar kampus Arfan yang melihatnya langsung mengejarnya.


"Ay tunggu Ay".teriak Arfan memanggil gadis tersebut.


Ayana pun menghentikan langkahnya lalu menoleh pada suara yang memanggilnya.


"ada apa". tanyanya.


"bisa nggak kalau kita ngobrol sebentar aja?".tanyanya.


"emmm baiklah".jawab Ayana.


lalu mereka pun mencari tempat duduk di dekat taman kampus.


Arfan pun tidak mau berbasa basi lagi.dia pun langsung mengutarakan niatnya.


"Ayy ...apa loe menghindari gue kemaren-kemaren?". tanyanya.


"enggak kok.gue biasa aja.perasaan loe aja kali".jawabnya santai.


"syukurlah kalau gitu.gue langsung aja ya.Ayy gue jatuh cinta sama loe sejak pertama kali kita ketemu.lu mau nggak jadi cewek gue?".tanya Arfan.


Ayana melongo mendengar pengakuan Arfan."jadi loe nembak gue nih ceritanya?".tanya Ayana dengan dahi berkerut.


Arfan bingung dengan ekspresi yang di tunjukkan Ayana."emang kenapa loe nggak punya cowok kan?".tanya Arfan masih kebingungan.


"heem emang gue nggak punya cowok.tapi masak kayak gini nembak cewek.nggak romantis banget sih loe".ucap Ayana yang membuat Arfan kaget juga bingung serta malu.


"yaa maaf Ay.tadinya gue pengen nanya kenapa loe ngehindari gue terus.jadi sekalian aja gue tembak takut keburu ditikung orang".jawabnya sambil nyengir.


"gue nggak bisa jawab sekarang ya.gue nggak nyangka aja.jadi gue harus pikirin dulu".jawabnya.


"nggak pa pa deh .gue siap nungguin yang penting loe udah tau perasaan gue.gue janji gue bakal nembak loe lagi dengan romantis".ucapnya dengan penuh percaya diri.gafis itu hanya geleng-geleng kepala.


"ya udah ya gue masih ada urusan nih.gue cabut dulu ya.sorry banget ya nggak bisa ngobrol lama.lain kali aja ya".ucapnya lalu beranjak dari duduknya.arfan pun ikut berdiri.


"ok thanks ya Ay"ucapnya


"sama-sama.bye fan".ucapnya lagi sambil berlalu dan melambaikan tangan ke arah Arfan.


saat Arfan masih memandangi punggung gadis yang di taksirnya itu tiba-tiba ada yang menepuk pundaknya.ternyata dia adalah Rendi.


"liatin apa sih?"tanya Rendi.


"tuh...".tunjuk Arfan dengan ekor matanya. Rendi pun langsung mengikuti arah pandangan Arfan.


"ohh jadi dia yang lagi loe kejar-kejar itu".tanya Rendi.


"Yoi".jawab Arfan singkat.


"trus gimana ? udah jadian belom?".tanyanya lagi.


"boro-boro ".jawabnya lesu.


"sabar bro.semangat kejar terus sampai dapat".ucap Rendi memberi semangat.


"pastinya".jawab Arfan.


"ya udah yok balik".ajak Rendi dan di angguki oleh Arfan. akhirnya mereka pun pulang ke kost an.


"bro besok mau nggak ikut gue maen ke rumah kakak gue?".tanya Arfan pada Rendi di sela-sela perjalanan Mereka.


"boleh deh".jawab Rendi.


"siip".sahut Arfan lalu mereka pun ber tos ria.

__ADS_1


mereka pulang dengan naik angkot karena jarak kost an dan kampus yang lumayan dekat.sebelum sampai kost an mereka pun mampir ke warung di Deket gang untuk membeli makan siang mereka.


__ADS_2