
Hari terus berganti tak terasa sudah satu bulan Melina menjalani hari-hari barunya tanpa suami.usaha baru yang dijalaninya makin maju.banyak yang menyukai masakan Melina.
siang ini seperti biasa Melina pergi kepasar untuk berbelanja bahan-bahan masakan.dia berbelanja siang hari setelah dagangannya habis supaya lebih santai saat memilih bahan-bahan yang akan di beli.
hari ini dia belanja hanya seorang diri karena Alifa sedang sekolah.
dia sudah dapat semua barang yang dibutuhkannya.kini dia menuju parkiran untuk pulang tapi tiba-tiba ada yang memanggilnya.
"Mel..."!panggil orang itu.
Melina pun menoleh mencari sumber suara.dia mengernyitkan alisnya sambil berfikir siapa ya orang ini.tampaknya yang diperhatikan pun tau apa yang sedang dipikirkan oleh Melina.
"lupa ya ....tega banget sih aku dilupain".ucap laki-laki itu dengan wajah pura -pura sedihnya.
"siapa ya...?".ucap Melina sambil terus mengingat-ingat siapa orang ini.
"aku Irfan temen SMP kamu dulu.masa lupa sih..."ucapnya lagi.
"oohh...iya,maaf ya aku lupa-lupa inget.takut salah sih".jawab Melina lagi.
"ok deh gak papa... ngomong-ngomong gimana kabar kamu?kabar suami dan anak kamu gimana?".tanya Irfan lagi.
"kabarku baik...kami semua baik".jawab melina.dia tidak mau menceritakan ke sembarangan orang tentang rumah tangganya apalagi dia seorang laki-laki.
tampak raut wajah kecewa dari laki-laki itu saat mendengarnya.tapi Melina tidak menyadari itu.sebenarnya laki-laki itu masih menyimpan perasaan yang sama seperti saat masih sekolah dulu.perasaan yang tak pernah Melina tau karena dia tidak pernah mengungkapkannya.tapi bukan berarti dia mengharapkan rumah tangga Melina berantakan.tapi kalau harus jujur Dia masih mengharapkan bisa memiliki melina.tapi dia berprinsip cinta tidak harus memiliki itulah yang dipikirkannya.asal Melina bahagia maka dia pun akan bahagia.
lama mereka saling termenung dengan pikirannya masing-masing.
"kamu sendiri gimana kabarnya fan...?"tanya Melina tiba-tiba memecah keheningan yang tercipta.
"istri kamu dimana fan?anak kmu sudah berapa sekarang?"tanya Melina lagi panjang lebar kaya kereta api.karena sejatinya Melina itu orang yang ceria dan senang bercanda.
"satu-satu dong pertanyaannya".jawab Irfan sambil tertawa.
"hehehe maaf ya...kebiasaan".jawab Melina cengengesan.
"sebaiknya kita duduk dulu deh biar enak ngobrolnya kamu nggak lagi buru-buru kan?"tanya Irfan lagi.
"ok deh...".jawab Melina.
akhirnya mereka pun mencari tempat duduk di area parkiran tersebut.setelah sebelumnya Melina menyimpan barang belanjaannya di atas motornya.
"jadi gimana fan...istri kamu dimana.kamu kenapa bisa ada dikota ini?"cericos Melina.
"kebiasaan deh kamu itu kalo nanya nggak mau satu-satu ".jawab Irfan dengan menampilkan senyumnya.
degh
"kenapa dengan jantungku ya".batin Melina.
dia seperti merasakan kebahagiaan saat melihat senyuman itu.entah perasaan apa itu.
"Mel...ishh...malah ngelamun lagi.ngelamunin apa sih?!"panggil Irfan sambil mengibas-n gibaskan tangannya didepan wajah melina.
Melina gelagapan ketahuan ngelamunin senyum laki-laki didepannya ini.padahal yang dilamunin juga nggak tau tapi Melina jadi salah tingkah sendiri .
"hehehe maaf deh...,jadi gimana nih kok nggak dijawab-jawab pertanyaan ku".ucap Melina.
"kamunya sih..."!jawab Irfan.
"aku jawab ya...jadi aku tuh udah pisah ma istriku.kita udah satu tahun pisah aku belum punya anak Mel dan di sini aku kerja".jawab Irfan panjang lebar.
mendengar jawaban Irfan tentang istrinya entah kenapa ada perasaan bahagia di hari Melina.
"ya tuhan kenapa aku merasa bahagia,dosa ini".batin melina.tapi tak dipungkiri dia memang senang mendengar jawaban itu.mungkin karena dia juga punya status yang sama.tapi Melina tidak berani berharap banyak karena biar bagaimanapun dia berbeda dengan irfan.karena dia mempunyai anak.
"tuh kan ngelamun lagi".goda Irfan.
Melina hanya menanggapi dengan senyuman.
"eh udah siang nih aku harus cepet pulang nih,takut ifa udah pulang sekolah kasian nggak ada siapa -siapa".kata Melina.
__ADS_1
Irfan tampak berfikir "nggak ada siapa -siapa?emang ayahnya kemana?".batin Irfan tapi dia tidak berani menanyakannya.dan lagipula Melina tampak ingin cepat-cepat pulang juga.
"ok deh...makasih ya atas waktunya".ucap Irfan.
"sama-sama ".balas Melina.
"eh Mel boleh nggak kalo aku minta nomer kontak kamu.tapi kalu suami kamu nggak marah sih".tanya irfan.dalam hati dia berharap Melina mau memberikan nomer ponselnya.
"boleh deh".jawab Melina.
akhirnya mereka pun bertukar nomor ponsel.lalu Melina pun berpamitan untuk segera pulang.
malam sudah menjelang semua makhluk hidup sudah bersiap untuk naik keperaduan begitu pula dengan Melina.
triing....
suara notifikasi dari ponsel Melina yang diletakkan di meja dekat tempat tidurnya.
langsung dia membuka pesan WhatsApp dan ternyata Irfan.
Melina melengkungkan bibirnya hingga menampilkan senyumnya entah kenapa ada perasaan bahagia yang menjalari hatinya.
"hai Mel...met malem.aku ganggu nggak nih?suami kamu marah nggak nih kalo aku chat kamu kaya gini?".tanya Irfan dipesannya.
"nggak kok.amaann".balas Melina dengan menampilkan emot jempol.
"ada apa nih?".tanya Melina.
"nggak kok...kangen kamu aja".balas Irfan lagi dengan menampilkan emot dua jari.
tanpa terasa hati Melina serasa berbunga-bunga.dia senyum-senyum sendiri untung nggak ada orang jadi nggak disangka orang gila deh.alifa udah tidur walaupun di sampingnya juga tidak akan lihat.
"gombal ihh".balas Melina.
"gombalin istri orang rasanya kaya gini ya...seneng tapi deg deg an.takut ketahuan hehehe".canda Irfan lagi.
"pasti cewe-cewe sejagat raya ini sudah kamu gombalin semua ya".balas Melina.
"nggak doong.aku gombalnya cuma sama kamu kok".balas Irfan lagi
"ihh dibilangin nggak percayaan kamu ini".jelas Irfan.
"iya aja deh..."tulis Melina
"hmm gitu banget sih.jadi makin kangen aku".gombal Irfan.
blushh...Melina makin berbunga-bunga.dan pipinya merah merona.
"duhh kok jadi panas ya ini...".gumam Melina.
mereka bercanda Sampai waktu menunjukkan pukul sepuluh malam.
"ehh yakin nih suami kamu nggak marah kamu chat an ma aku gini?".tanya Irfan lagi
"ya udah deh udah malem nih aku takut suami kamu marah nanti.makasih yah dah mau ngobrol ma aku".tulis Irfan.
"iya sama-sama".balas Melina.
ada sedikit raut kecewa di wajah melina.karena sebenarnya dia masih ingin berlama-lama mengobrol dengan irfan.entah kenapa hatinya sangat bahagia saat ini.
akhirnya merekapun mengakhiri obrolan mereka.
Melina kembali menyimpan ponselnya di meja samping tempat tidurnya dan ia pun bersiap untuk tidur.tapi dia tidur dengan perasaan bahagia kali ini.dia memikirkan hari ini bisa bertemu dengan Irfan teman lamanya sewaktu sekolah dulu .sungguh ini pertemuan yang tak terduga.
malam telah berganti dengan pagi.melina beraktifitas seperti biasanya.tapi entah kenapa ada perasaan yang berbeda hari ini.dia berharap bisa bertemu dengan Irfan lagi hari ini .
hari-hari telah berlalu sejak terakhir kali Irfan mengirimkan pesan WhatsApp waktu itu.
entah kenapa dia tidak lagi mengirim pesan dan harapan Melina untuk bertemu Irfan pun pupus sudah.karena dia tidak pernah bertemu lagi sejak hari itu.
triing...bunyi notifikasi dari ponsel melina.dia meraih ponselnya yang ia letakkan diatas meja dan perlahan membuka aplikasi WhatsApp dan matanya membola saat mengetahui siapa pengirim pesan tersebut.
__ADS_1
senyum mengembang di bibirnya yang tipis itu.
"hai Mel apa kabar?". bunyi pesan itu
"baik fan...kemana aja kamu kok nggak ada kabarnya beberapa hari ini?".tanya Melina.
"sorry ya Mel..kebetulan aku lagi sibuk dengan kerjaan aku , lagian aku juga nggak enak hati sama suami kamu mel.aku takut jadi pengganggu rumah tangga kamu".jelas Irfan.
Melina terdiam mencerna ucapan irfan.apakah ini saatnya aku memberitahu Irfan tentang statusku ya .ucap Melina lirih.
yahh mungkin inilah saatnya aku membuka hati lagi.
"emm fan...kalau kamu ada waktu ,bisa nggak kita ketemuan?ada yang mau aku omongin.aku pengen ngomong langsung". tulis Melina.
"boleh deh...ntar aku kabarin yah".balas Irfan.
"ya udah ya Mel aku ada kerjaan lagi nih.makasih atas waktunya".tulis Irfan lagi.
"iya sama-sama fan".balas Melina lalu menutup kembali aplikasi di ponselnya.
seminggu sudah waktu berlalu...tiba-tiba ponsel Melina berkedip tanda ada notifikasi baru.diapun langsung membukanya dan ternyata Irfan yang mengirim pesan.
"Mel hari Minggu ini aku libur kerja.kita jadi kan ketemu? kita ketemu di taman kota aja gimana?". tanya Irfan.
"boleh deh kita ketemu jam sepuluh ya".balas Melina.
"ok deh aku tunggu ya ".balas Irfan lagi.
"ok fan".balas Melina mengakhiri percakapan mereka.
Hari ini adalah hari minggu.hari yang telah disepakati antar Melina dan Irfan untuk bertemu di taman kota.
Irfan tampak sudah datang sejak setengah jam dari waktu yang ditentukan.karena jujur dia sudah tidak sabar untuk bertemu dengan orang yang selalu dirindukankanya.
Melina datang tepat pukul sepuluh seperti waktu yang telah disepakati.
setelah mencari-cari akhirnya disini mereka bertemu.disebuah bangku taman mereka duduk.
"apa kabar Mel...?".ucap Irfan memulai pembicaraan.
"baik fan.kamu sendiri gimana?".tanya Melina kemudian.
"seperti yang kamu lihat".ucap Irfan sambil tersenyum.
"duhh senyumnya itu bikin hatiku tidak baik-baik saja".bathian Melina.
"Mel...jujur aku merasa bersalah banget sama suami kamu karena aku udah ganggu kamu.aku takut jadi duri dalam daging dalam rumah tangga kamu".ucap Irfan tiba-tiba .
degh
ada perasaan nyeri yang tiba-tiba menghampiri hati Melina.
"mungkin sudah saatnya aku berterus terang ".batin Melina.
"fan...maafin aku ya... karena tidak berterus terang padamu dari awal ".ucap Melina.
"apa sih Mel kog jadi kamu yang minta maaf kan aku yang udah masuk dalam kehidupan rumah tangga kamu ".ucap Irfan.
"iya fan kamu tidak perlu merasa bersalah.karena sebenarnya aku udah pisah dengan suamiku ".ucap Melina.
degh
Irfan tidak bisa menyembunyikan keterkejutannya.tapi dalam hati dia merasa bahagia.sangat bahagia.rasanya dia ingin memeluk Melina saat ini tapi itu tidak ia lakukan karena dia masih ingin mendengar penjelasan dari Melina.
"apa itu benar Mel?"tanya Irfan memastikan.
Melina tidak menjawab pertanyaan Irfan dia hanya mengangguk kan kepalanya dan matanya kini tampak mengembun.irfan yang menyadari itu memberanikan diri menggenggam tangan Melina.
"sabar ya Mel...aku tau rasanya.karena aku pernah diposisi itu juga".ucap Irfan lagi.
"kalau kamu sudah siap menceritakan semuanya.ceritakanlah padaku".ucap Irfan.
__ADS_1
Melina hanya mengangguk dengan airmata yang sudah mengalir di pipinya.walau ia berusaha setegar mungkin tapi tetap saja dia merasakan nyeri tiap mengingat peristiwa itu.
mereka saling terdiam terlarut dengan pikiran masing-masing.