Jodoh Setelah Perpisahan

Jodoh Setelah Perpisahan
bab.15.Naik jabatan


__ADS_3

waktu berjalan begitu cepatnya.usia kehamilan Melina kini sudah menginjak bulan ke enam.tak ada morning sicknes lagi,tak ada ngidam ekstrim lagi.kehamilan berjalan menyenangkan bagi melina.irfan pun sangat memanjakan dan menyayanginya.


Melina pun mulai memasak lagi untuk suaminya karena dia sudah tidak mual lagi saat mencium aroma masakan.seperti hari ini dia sedang memasak untuk suaminya saat pulang nanti.


benar kata orang bahwa anak adalah pembawa rejeki.ini juga yang terjadi pada keluarga kecil melina.hari ini Irfan mendapatkan berita dari atasannya bahwa ia naik jabatan.yang tadinya pengawas sekarang menjadi manajer.


Irfan sangat senang dan bersyukur.dia berfikir ini adalah rejeki untuk anaknya yang masih dalam kandungan.sebagai ungkapan kebahagiaannya dia berencana akan memberikan kejutan untuk istrinya.


jam kerja sudah berakhir sekarang waktunya Irfan pulang kerumahnya.tapi sebelum pulang Irfan menelepon istrinya."assalamualaikum".ucap Irfan saat telefon tersambung.


"waalaikumsalam.ada apa mas? belum mau pulang mas?". tanya Melina heran karena tidak biasanya suaminya itu menelfon terlebih dahulu saat mau pulang.


"nggak pa pa sayang.tadi kmu masak nggak?". tanyanya."masak mas,ini udah siap tinggal nunggu yang mau makan hehe". jawab Melina dengan bercanda.


"emang kenapa mas?mas mau lembur ya...? yahhh....".ucap Melina tak bersemangat lagi.


"eehhh.... nggak kok,ini mas udah mau pulang.tadinya kalau kamu nggak masak ,mas mau ajak makan diluar.tapi karena udah masak ya nggak jadi.lain kali aja deh makan diluar nya ".jelas Irfan panjang lebar.selama kehamilannya Irfan memang tidak pernah memaksakan Melina harus masak.ia nggak mau Melina terlalu capek.


"ohh kirain mas mau ngelembur". jawab Melina.


"ya udah... sayang mau mas beliin apa?". tanya Irfan.


"emmm apa ya mas... sebenernya aku lagi pengen makan martabak manis mas".jawab Melina."ya udah ntar mas beliin tungguin yah". ucap Irfan lalu memutuskan sambungan telponnya.

__ADS_1


setengah jam kemudian Irfan pun sampai dirumah.dia tampak menenteng bungkusan.


"assalamualaikum" ucap Irfan dari arah pintu."waalaikumsalam". jawab Melina yang muncul dari dalam.ia menyambut suaminya lalu ia mencium tangan suaminya lalu mengambil alih barang bawaan suaminya.


"ini pasti martabaknya ya mas?". tanya Melina dengan wajah berbinar karena ia memang suka sekali martabak."iya sayang".jawab Irfan sambil tersenyum dan mereka pun masuk lalu duduk diruang tamu.


Melina pun langsung membuka bungkusan yang berisi martabak itu dan langsung mencomotnya.dia langsung memakannya dengan tak sabar.


"pelan-pelan sayang makannya nanti keselek loh".ucap Irfan memperingatkan.melina pun hanya nyengir sambil mulutnya masih terus mengunyah.


"makasih ya mas martabak nya".ucap Melina.


"sama-sama sayang ". jawab Irfan sambil tersenyum.


"kejutan apa mas?".tanya Melina penasaran.


"sebenarnya hari ini mas dapat kenaikan jabatan.sekarang mas jadi manajer".ucap Irfan dan itu membuat Melina sangat terkejut bahagia.reflek Melina langsung memeluk suaminya diapun menangis terharu."selamat ya mas.ini pasti jalan Rizki untuk si dedek mas".ucap Melina masih dengan tangisnya.irfan pun menghapus air mata istrinya dengan jarinya.mereka berpelukan dalam rasa syukur dan bahagia.


mereka pun telah menyelesaikan makannya Dan bersiap untuk tidur.irfan bersandar dikepala ranjang dan Melina menyandarkan kepalanya di dada suaminya dan tangannya memeluk pinggang suaminya.irfan pun sesekali mencium pucuk kepala istrinya dan tangannya mengusap lembut perut istrinya yang semakin membesar.


"sayang Minggu besok kita jalan-jalan yuk".ajak irfan.melina mendongak dan tersenyum sehingga keningnya tepat dibawah bibir Irfan lalu Irfan pun mengecup kening istrinya lama."boleh mas,udah lama kan kita tidak jalan-jalan ".ucap Melina dengan senyuman.ia pun semakin mengeratkan pelukannya di pinggang suaminya.


***

__ADS_1


sesuai yang dijanjikan Irfan,hari ini ia mengajak istrinya jalan-jalan.mereka pergi ke tempat wisata kebun teh yang cocok untuk ibu hamil karena bisa menenangkan.


saat mereka sampai dan Irfan sedang memarkirkan motornya.tiba-tiba ada seorang perempuan menyapanya.dia kelihatan cantik dan juga seksi.


"pak Irfan".sapa perempuan tersebut."pak Irfan di sini juga?". tanya perempuan tersebut."eh Seli,iya.kamu juga disini?"tanya Irfan ramah."iya pak". jawabnya."bapak sama siapa kesininya?".tanya Seli lagi tapi kali ini nada suaranya terdengar dibuat-buat.seperti seseorang yang sedang menggoda.


"ih genit banget ya ini perempuan".batin Melina.


"oh ya kenalin ini istriku.melina".ucap Irfan sambil merangkul pundak istrinya dan memperkenalkan nya pada Seli.mereka un berjabatan tangan.seli ini ternyata adalah teman satu kantor Irfan dia di bagian administrasi.dan sepertinya dia menaruh hati pada Irfan di lihat dari cara dia bicara.melina yang menangkap gelagat itu melirik ke arah suaminya.irfan tampak biasa saja.melina menatap ke arah Seli lagi dan perempuan itu sedang curi-curi pandang pada suaminya ."bibit-bibit pelakor nih". batinnya.


"aku pasti bisa dapetin kamu Irfan".ucap Seli dalam hati.sebenarnya dia sudah lama menaruh hati pada Irfan saat ia masih jadi pengawas tapi karena tidak ada kaitan dalam pekerjaannya jadi sudah untuk mendekati Irfan dan inilah saatnya dia beraksi karena sekarang jabatan Irfan berhubungan dengan dirinya.


"kamu sendiri sama siapa kesini nya?"tanya Irfan basa basi."saya sama keluarga pak!".jawab Seli sambil tersenyum genit."ya udah saya ke keluarga saya dulu ya pak.bapak selamat bersenang-senang aja".ucap Seli masih dengan gaya centil nya sambil berlalu dari hadapan mereka."mari Bu".ucapnya .


"mas dia kelihatan genit gitu ya dan kaya yang mau godain mas deh".ucap Melina khawatir.


Irfan tersenyum lalu berkata sambil mencolek dagu istrinya."aku nggak akan tergoda perempuan lain sayang.aku cuma akan tergoda padamu ".ucap Irfan sambil mengecup kening istrinya untuk menenangkan kekhawatiran istrinya.


"aamiin".ucap Melina."tapi aku seneng kamu khawatir kaya gitu.berati kamu takut kehilangan mas ya".ucap Irfan sambil tersenyum menggoda."ya iya lah mas aku khawatir dan aku juga takut kehilangan mas". ucap Melina cemberut.


Irfan pun memeluk istrinya".jangan khawatir sayang,mas akan selalu setia.jadi kita harus saling percaya ya!".pinta Irfan yang diangguki Melina kemudian tersenyum."ini bukti cinta mas".ucap Irfan lagi sambil mengelus perut istrinya.


Melina tersenyum bahagia dalam hati dia bersyukur dan berdoa semoga kebahagiaan selalu menyertai keluarga mereka.dan keluarga mereka dijauhkan dari keburukan dan godaan yang datang.kalaupin godaan itu harus datang semoga mereka bisa melewatinya.

__ADS_1


kunci dari semua itu adalah saling percaya dan terbuka.


__ADS_2