Jodoh Setelah Perpisahan

Jodoh Setelah Perpisahan
bab.20.Rumah baru


__ADS_3

Satu tahun kemudian


Bayi mungil yang di beri nama Davin itu kini sudah berusia satu tahun.Davin sedang lucu-lucunya.dia sudah mulai berceloteh.


saat ini dia sedang bermain ditemani oleh ke dua orang tuanya.


"ma ma. maa....".


"anak mama udah pinter ya sekarang". ucap Melina sambil mencolek pipinya gemas.


"adek curang nih, masak mama aja yang di panggil.papa enggak nih !". protes Irfan pada sang anak.


Melina tertawa mendengar protes suaminya pada bayi kecil mereka.


"uluh-uluuhh... bayi besar ngambek nih".goda Melina sambil tertawa.


"teganya sama papa". ucap Irfan cemberut lalu dia menjatuhkan kepalanya di pundak istrinya sambil memeluknya.


tubuh Melina bergetar karena menahan tawa.


"sedihnya papa dek di ketawain mama mu".adunya pada bayi itu.lalu Irfan pun uyel-uyel dileher istrinya membuat Melina tertawa geli.


Davin pun tertawa-tawa melihat tingkah papa nya."ma ma maa....". celoteh nya.dan Melina pun semakin terpingkal membuat Irfan cemberut.


"mas mas... ada-ada aja kamu ini". ledek Melina sambil menepuk pelan pipi suaminya yang masih menempel di leher nya.


"sayang..., menurut mas sudah waktunya Kita cari rumah baru". ucap Irfan sambil menarik kepalanya dari bahu istrinya.


"iya sih mas aku setuju". jawab melina.


"ya udah, gimana kalau besok kita cari rumah.mumpung hari minggu.sekalian ajak Davin jalan - jalan". ucap Irfan lagi.


"ok mas ". sahut Melina.


Irfan pun meraih putranya yang sedang bermain dia lalu menggendongnya.


"sayang udah ngantuk belum sih?". kita bobok yuk". ucap Irfan pada bayi davin.bayi itu pun tertawa sambil meronta-ronta senang.mereka pun menemani bermain sampai Davin tertidur.


pagi hari Melina dan Irfan di bangun kan oleh suara tangis Davin.tadi mereka mereka memang tidur lagi setelah sholat subuh.


mereka lalu mendekati boks bayi tersebut.melina pun menggendong Davin lalu menyusuinya.melina memang memutuskan menyusui anaknya sampai dia berumur dua tahun.


Irfan ikut duduk di samping Melina yang sedang menyusui.


"haus ya sayang"ucap irfan pada bayinya."papa juga pengen itu Lo dek". ucapnya sambil menunjuk ke arah dada istrinya dengan bibirnya.


"puasa mas , puasa ".goda Melina sambil tertawa.irfan pun tertunduk lesu.


selesai menyusu , Davin pun tertidur lagi.melina meletakkan bayinya ke dalam boks bayi lagi.


saat Melina masih berdiri disamping boks bayi sambil memandangi putranya.tiba-tiba Irfan memeluk pinggang Melina dari belakang.


"sayang kenapa sekarang Davin jadi mirip kamu ya?". tanyanya."kan waktu baru lahir dia mirip aku". ucapnya heran.


"iya dong mas, masak mirip mas semua.mirip aku juga dong.tuh mata sama hidungnya masih mirip mas". ucap Melina.


"iya juga ya". jawab Irfan lalu merekapun tersenyum.


"sayang...,ini kan masih pagi. Davin nya juga tidur lagi.gimana kalau kita olahraga pagi". ucapnya sambil menaik turunkan alisnya.


"yah mas masak Davin ditinggal olahraga.kan kasian dia sendirian di rumah". ucap Melina.


"sayangg kita kan olahraga nya disitu". ucapnya sambil matanya menunjuk ke arah tempat tidur.jadi nggak akan ninggalin Davin kan.yuk kita olahraga ".ucap irfan lalu mengangkat tubuh Melina ke tempat tidur.melina pun hanya pasrah saja.


akhirnya pagi hari mereka habiskan dengan berbagi keringat.

__ADS_1


mereka kini telah selesai membersihkan diri.dan sekarang sedang bersiap-siap untuk pergi mencari rumah.


baby Davin pun sudah terbangun lagi dan sedang didandani oleh melina.setelah semuanya siap mereka pun berangkat setelah mendapatkan rekomendasi dari internet.mereka pun mencari rumah di kawasan komplek karena di rasa lebih aman.dan biasanya terdapat taman bermain.karena mereka ingin nanti Davin bisa bermain dengan bebas.


setelah berkeliling akhirnya mereka sudah menemukan rumah yang dirasa cocok dengan keinginan mereka.


sebelum pulang merekapun mampir ke supermarket untuk membeli kebutuhan sehari-hari dan susu untuk Davin. Melina memang memberi susu pendamping selain memberinya asi.


kini mereka sudah berada di rumah lagi."mas mau mengabari keluarga di malang kalau kita mau pindah rumah ya". ucap irfan.


"iya mas, bilangin juga suruh ke sini pas kita syukuran pindah rumah mas". jawab melina.


Irfan pun mengangguk lalu menelfon kedua keluarga mereka memberitahukan rencana mereka.


"mereka ke sini seminggu lagi sayang".ucap Irfan memberitahukan.


Melina mengangguk mengiyakan.


waktu berlalu begitu cepat.satu Minggu sudah terlewati.hari ini adalah rencana kedatangan seluruh keluarga mereka untuk membantu kepindahan Irfan dan Melina ke rumah barunya.


"mas mau jemput ke terminal dulu ya sayang".pamit Irfan.


"iya mas.hati-hati ya".sahut Melina.


Irfan pun bergegas berangkat untuk menjemput keluarga besar mereka.melina mengantar sampai pintu sambil menggendong Davin lalu mencium tangan suaminya.


Irfan pun telah sampai di terminal dan keluarga mereka pun tampak sudah menunggu kedatangannya.dia langsung menyalami semua keluarga.


"maaf ya saya telat.tadi agak macet di jalannya". ucapnya merasa bersalah.


"nggak pa pa nak irfan.kita belum lama kok nunggunya".ucap pak burhan.bapak mertuanya.


"ya udah yuk kita langsung berangkat aja".ajaknya.


butuh setengah jam mereka baru sampai rumah karena jalanan lumayan macet.padahal jika normal hanya butuh waktu lima belas menit saja.


"assalamualaikum".ucap ibu rum mewakili mereka semua.


"waalaikumsalam".jawab Melina yang muncul dari dalam rumah sambil menggendong davin.dia lalu menyalami seluruh keluarga.tak hanya kedua orang tua Melina dan mertuanya yang datang tapi juga ada Alifa dan Arfan adik dari Irfan ternyata dia juga ikut bersama rombongan.


"ehh cucu nenek udah besar ya".ucap Bu rum lalu mengambil alih Davin dari gendongan Melina.


"ayo masuk semua".ajak Melina yang diangguki mereka semua lalu mereka semua masuk ke dalam rumah.


ibu rum dan Bu Devi serta Alifa bercengkrama dengan cucu mereka .sedang para lelaki berkumpul sambil minum kopi .


"kamu tumben mau ikut fan". tanya Irfan pada adiknya yang bernama Arfan.


"iya mas aku mau sekalian mau cari kampus.aku rencana mau kuliah di sini".jawab Arfan.


"ohh gitu..".sahut Irfan.


"ifa sayang , Kamu mau SMP di mana nanti?". tanya Melina pada putrinya.


"ifa masih mau sama nenek aja Bu".jawab Alifa.


"kalau kamu mau SMP di sini juga nggak pa pa sayang".ucap Melina lagi.


"ifa masih pengen disana bu.nggak tau nanti kalau SMA". jawabnya.


Melina pun tak bisa melarang keinginan Alifa.


Melina bergegas ke dapur untuk menghangatkan makanan yang sudah ia siapkan tadi.karena kalau masak menunggu mereka datang.maka mereka semua akan kelamaan menunggu dan mereka akan kelaparan.jadi ia memutuskan untuk memasaknya tadi.


ibu rum menyusul putrinya untuk membantu menyiapkan makan mereka.sedangkan Davin diambil alih oleh Bu Devi dan Alifa.

__ADS_1


makanan pun telah tersaji.mereka makan bersama dengan menggelar karpet.selesai makan mereka semua istirahat.


"halo keponakan om yang ganteng".sapa Arfan pada davin.anak itu pun tertawa melihat ke arah orang yang menyapanya.lalu Irfan pun menggendong Davin.


mereka beristirahat sambil bercengkrama.melina sangat bahagia melihat pemandangan di depannya.seluruh keluarga berkumpul.


esok harinya mereka semua sedang membereskan semua barang dan perabotan yang akan dipindahkan ke rumah baru mereka.


mereka menyewa mobil engkel untuk mengangkut barang -barang Mereka karena mobil Irfan akan di isi seluruh keluarga.mereka pun berangkat setelah semuanya siap.


butuh waktu setengah jam untuk sampai kerumah baru Irfan Dan Melina.


para lelaki membantu menurunkan barang-barang.


mereka baru beres setelah dua jam memindahkan dan menata perabotan di rumah baru Irfan dan melina.setekah selesai .


kini mereka berkumpul di ruang tamu untuk melepas lelah .


rencana nya mereka akan mengadakan syukuran lusa dam mereka juga akan mengundang tetangga dekat mereka agar lebih saling mengenal.


akhirnya waktu yang dinanti pun telah tiba.melina tampak sibuk di dapur menyiapkan menu masakan untuk para tamu dan keluarga nya.ibu dan ibu mertuanya serta Alifa ikut membantu Melina menyiapkan makanan.kini giliran para lelaki yang mengajak bermain Davin.


menjelang Zuhur semua masakan telah siap.dan tinggal menunggu tamu undangan yaitu tetangga mereka.


acara pun berlangsung khidmat dan di akhiri lantunan doa yang di pimpin oleh pak Burhan ayah Melina.


menjelang asar , acara telah selesai dan para tetangga telah kembali ke rumah mereka masing-masing setelah berbasa basi terlebih dahulu sebagai perkenalan sebelum mereka pulang.


kini mereka semua sedang berkumpul di ruang keluarga setelah acaranya usai.


"emm mas,mbak.... sementara sebelum aku dapet kost an aku mau numpang di sini kalau boleh".ucap arfan ragu-ragu.


"boleh aja fan .kamu mau tinggal di sini seterusnya juga boleh".Melina yang menjawab.irfan memandang istrinya lalu tersenyum.kedua orang tua dan mertua pun semua tersenyum.dalam hati Bu Devi sangat bersyukur mempunyai menantu seperti melina.karena dia sangat baik.


"nggak lah mbak masak numpang terus.malu lahh".ucap Arfan lagi.


"ya nggak papa lahh fan kalau kmu nggak malu tinggal di sini terus hahaha".tambah Irfan sambil tertawa.


"sialan".ucap Arfan sambil melemparkan bungkus rokok yang sudah kosong ke arah kakaknya yang iseng itu.


Irfan menangkap bungkus rokok tersebut lalu tertawa lagi.yang lain pad senyum-senyum menyaksikan drama kakak beradik tersebut.


tiga hari sudah berlalu sejak mereka pindah ke rumah baru.kini seluruh keluarga sedang bersiap-siap untuk kembali ke kampung halaman.


Melina tampak sedang memberikan wejangan kepada putrinya Alifa.


"ifa sayang maafin ibu ya dan tolong jagain nenek sama kakek ya".pinta Melina."Alifa jangan nakal ya.jadi anak yang baik dan belajar yang rajin ya".ucap Melina lagi.


"iya Bu , ifa juga minta maaf ya nggak bisa bantuin ibu jagain Dede Davin".ucap Alifa.


"nggak pa pa sayang.sekarang ibu kerjaannya cuma jagain Dede Davin jadi nggak repot kok".ucap Melina.


"apakah sudah siap semua?".kali ini pak Deni ayah dari irfan yang bertanya .


"sudah kok yah".jawab Irfan.


"ya udah yuk berangkat sekarang aja".ajak pak Deni pada semua.


mereka pun mengangguk dan bergegas memasukkan barang bawaan mereka ke dalam mobil.setelah semua siap Irfan pun melajukan mobilnya menuju terminal.kali ini Melina ikut mengantar kepergian keluarganya ke terminal dan Arfan pun turut serta mengantar.


Irfan Melina dan Arfan menemani keluarganya sampai bus yang mereka tumpangi datang .


""dadah cucu nenek yang ganteng ".ucap Bu Devi lalu mencium pipi gembul cucu kesayangannya itu.semua ikut mencium cucu nya juga Alifa.


setelah bus berangkat mereka bertiga pun kembali ke rumah.

__ADS_1


__ADS_2